
Tim raid ke 4 berhasil mencapai ruang boss dari lantai pertama dungeon, yaitu hutan belantara. Mereka berhadapan dengan seekor singa raksasa yang berbulu emas dan bermata merah. Singa itu mengaum dengan garang dan mengeluarkan aura yang menakutkan.
" Ini dia, boss dari lantai pertama " ucap Ray sambil menatap singa itu dengan serius.
" Awas, dia sangat kuat dan cepat " ucap Elsa sambil bersiap-siap untuk bertarung.
" Kita harus bekerja sama untuk mengalahkannya " ucap Leo sambil menggenggam pedangnya dengan erat.
" Kita bisa melakukannya " ucap Mia sambil mengambil panah-panahnya dari tasnya.
" Aku akan menyembuhkan kalian jika kalian terluka " ucap Han sambil mengeluarkan tongkat sihirnya dari sakunya.
" sepertinya ada yang tidak beres dengan dungeon ini kenapa aku merasa kalau ada aura demonic pada monster itu " ucap li chen sambil mengeluarkan pedangnya dari inventory.
" Baiklah, mari kita mulai " ucap Ray sambil memberi isyarat kepada anggota tim raid lainnya.
Mereka pun segera menyerang singa itu dengan berbagai macam serangan. Mia menembakkan panah-panahnya yang tajam dan akurat. Leo mengayunkan pedangnya yang besar dan kuat. Elsa melemparkan bola-bola sihirnya yang dingin dan tajam. li chen mengayunkan pedangnya dan memakai skill horizontal slashnya. Ray memimpin tim raid dengan strategi dan komando yang tepat. Han menyembuhkan luka-luka dan memberi buff kepada anggota tim raid dengan cahaya suci.
Singa itu pun melawan dengan ganas dan lihai. Ia menghindari panah-panah Mia dengan gerakan yang lincah dan gesit. Ia mematahkan pedang Leo dengan gigi dan cakarnya yang tajam dan kuat. Ia mencairkan bola-bola sihir Elsa dengan napasnya yang panas dan berapi-api. Ia menangkis pedang li chen dengan kulitnya yang tebal dan keras. Ia menyerang Ray dengan lompatan dan gigitan yang cepat dan ganas. Ia mencoba merusak cahaya suci Han dengan auman dan tatapannya yang menakutkan.
__ADS_1
Pertarungan pun berlangsung sengit dan seru. Kedua belah pihak saling memberikan serangan dan pertahanan yang hebat dan spektakuler. Mereka saling melukai dan menyakiti satu sama lain. Mereka saling menguji dan menantang satu sama lain. Mereka saling menghormati dan mengagumi satu sama lain.
Namun, akhirnya tim raid ke 4 berhasil mendapatkan keunggulan atas singa itu. Mereka berhasil membuat singa itu terluka parah di beberapa bagian tubuhnya. Mereka berhasil membuat singa itu kehilangan stamina dan kecepatannya. Mereka berhasil membuat singa itu terpojok dan tidak bisa melarikan diri.
Ray pun memberikan perintah akhir kepada anggota tim raid lainnya.
" Sekarang, serang bersama-sama! " ucap Ray sambil mengangkat pedang barunya yang ia dapatkan dari dungeon sebelumnya.
Mia, Leo, Elsa, li chen, dan Han pun mengikuti perintah Ray dan menyerang singa itu bersama-sama dengan serangan terkuat mereka.
Mia menembakkan panah api yang bisa membakar apapun yang disentuhnya.
Elsa melemparkan bola es yang bisa membekukan apapun yang dilemparnya.
li chen mengayunkan pedanglalu menggunakan skill fire slash nya.
Han menyemburkan cahaya suci dari mulutnya yang bisa membersihkan apapun yang disinarinya.
Ray pun menyerang singa itu dengan pedang angin yang bisa memotong apapun yang diayunkannya.
__ADS_1
Serangan-serangan mereka pun menghantam singa itu dengan keras dan dahsyat. Singa itu pun mengeluarkan auman terakhirnya sebelum jatuh tak berdaya di tanah. Singa itu pun mati dengan mulia dan gagah.
Tim raid ke 4 pun bersorak dengan gembira dan lega. Mereka pun berhasil mengalahkan boss dari lantai pertama dungeon.
" Yeay, kita menang! " ucap Mia sambil melompat-lompat.
" Kerja bagus, tim! " ucap Leo sambil mengacungkan jempolnya.
" ingat semuanya jangan dulu terlalu senang,karena masih ada beberapa lantai yang belum kita selesaikan " ucap Ray dengan tegas
Mereka pun melihat hadiah yang ditinggalkan oleh singa itu. Mereka melihat sebuah kotak harta karun yang berkilauan dan berisi barang-barang berharga. Mereka melihat sebuah pintu menuju lantai kedua dungeon yang terbuka dan menanti mereka. Mereka melihat sebuah papan peringkat yang menunjukkan nama-nama hunter yang berhasil menyelesaikan lantai pertama dungeon.
Mereka pun melihat nama mereka sendiri di papan peringkat itu. Mereka melihat nama mereka berada di posisi pertama dari semua hunter yang masuk ke dalam dungeon ini. Mereka melihat nama mereka bersinar dengan terang dan indah.
Setelah semua orang teralihkan dengan hadiah yang telah di jatuhkan oleh singa itu, li chen masih saja memastikan keadaan dari mayat singa itu karena penasaran dari mana aura demonic itu berasal.
...***...
bersambung.
__ADS_1