Hutan Senja

Hutan Senja
EPISODE 5


__ADS_3

Percakapan terus berlanjut sampai dengan pukul 04:30 sudah terlalu lama Jay mengobrol denganku dan keluarga jadi, Jay meminta izin untuk pulang.


Jay:"om aku izin pulang dulu haha sudah terlalu lama disini jika aku tetap disini aku tidak yakin kalian akan mandi" kata Jay sambil mengejek.


ayah:"haha iya kamu benar tapi tidak perlu terburu buru tetap hati hati di jalan nak"


Jay:"siap om hehehe!! eummmm Mira aku pulang dulu yaa"


aku:"ahaha baiklah pulanglah"


Jay melangkah keluar dari rumah dan menuju mobilnya, saat Jay sedang masuk secara tiba tiba ayah memanggilnya dengan teriakan yang kencang.


ayah:"nak Jay sering sering main kesini ya hohoho kasihan Mira selalu kesepian"


Jay:"pasti om aku akan sering sering kemari dan mengajak Mira berjalan-jalan."


Jay pun langsung masuk ke mobil dan segera mengendarai mobil sambil melambaikan tangan kearah kami.


aku:"a... ayah membuatku malu jangan katakan itu lagi ayah mengertikan?"

__ADS_1


ayah:"a... baiklah baiklah"


setelah itu aku segera untuk sholat kemudian aku memasak. Setelah itu semua selesai aku segera mandi tapi aku mandi tidak seperti biasanya karena saat itu aku mandi hampir mendekati waktu Maghrib, aku merasa sedikit aneh karena hawanya sangat panas saat itu aku dengan amat segera menyelesaikan mandi ku dan pergi ke kamar tiba tiba, "tok tok tok" ,"ei sebentar siapa itu?" tanyaku dengan agak kesal "nak ini ibu, buka pintunya!"jawab ibu.


aku:"oh ibu ... ibu bisakah ibu menunggu sebentar aku sedang ganti baju"


ibu:"iya cepatlah"


aku membukakan pintu dan ibu secara tiba tiba menarikku ke sebuah sofa.


ibu:"duduklah!" dengan wajah penuh rasa gelisah


aku:" ibu kapan sampainya ?ee ada apa bu? kenapa ibu gugup"


aku:"ohhh ibu kenapa kok ibu keliatan khawatir gitu"bertanya dengan penuh penasaran.


ibu:"emmm.... ayah mu dimana?"bertanya tanya sambil berbisik-bisik.


aku:"ayah ?aku tidak tahu bu tadi sepertinya ayah pergi keluar"

__ADS_1


ibu:"oh baiklah, apa ayah mu baik-baik saja?"


aku:"iya Bu aku rasa begitu"


ibu:"ohh rupanya kamu benar benar tidak memperhatikan ayahmu ya?" ibu bertanya dengan penuh tatapan tajam.


aku:"?? ibu kenapa ibu mengatakan itu?"tanya ku penasaran.


ibu:"ibu sebenarnya tidak ada di dirumah kita tapi ibu disini mengawasi kamu adik mu dan ayahmu"


aku:"eo?? benarkah dimana ibu tinggal?"


ibu:"lupakan soal itu, apa kamu tidak kasihan pada ayah mu ? ibu melihat ayah mu lembur setiap hari dia bahkan bekerja sangat keras ibu pernah melihat ayahmu ke apotek membeli obat pereda nyeri dan sakit kepala selain itu ibu juga pernah melihat ayahmu pingsan saat di kantor bagaimana menurutmu tentang itu Mir?"


aku:"ayah... kenapa ayah tidak mengatakan bahwa ayah sakit?, anak apa aku ini yang tak bisa tau bahwa orang tua ku kesakitan menanggung beban" ucapku sambil menangis.


ibu:"sudah jangan menangis! lain kali kamu harus memperhatikan ayah mu maafkan ibu juga karena hubungan ibu dan ayahmu tidak begitu baik jadi ibu ingin kamu menjaga ayahmu jangan biarkan ayah mu menanggung beban sendiri ya." ucap ibuku.


aku:"ibu apa ibu benar benar tidak bisa bersama kami?"

__ADS_1


ibu:"siapa yang mengatakan itu? ibu dan ayah akan selalu bersama hanya saja kali ini ayah dan ibu ada masalah kecil setelah itu kita akan jadi keluarga yang utuh lagi. Eumm... ibu yakin kamu tau apa yang harus kamu lakukan kamu kan sudah dewasa lakukan yang terbaik ya semangat!!! kalau begitu ibu pergi dulu"


Ibu mencium pipi ku lalu pergi. saat itu aku benar benar harus berpikir apa yang akan ku lakukan selanjutnya.


__ADS_2