
Ketika Angel membuka matanya, Angel menemukan dirinya berada ditengah padang rumput yang sangat luas.
Sensasi Angin lembut nan hangat yang menerpa wajah ku. Rerumputan hijau dan bunga matahari yang bergoyang goyang dibawah belaian rumput seperti lagi menari. Langit biru yang terang dan Matahari menyinari seluruh ujung dunia.
Pemandangan spetakuler ini membuat orang orang melihatnya akan merasa damai didalam hati namun tidak bagi Angel.
Dan ditengah padang rumput tersebut, Terdapat sebuah gadis berambut warm hazelnut yang memakai gaun putih polos. Angel tidak dapat melihat wajahnya karena belakangnya menghadap ku.
Tetapi dari bentuk tubuhnya dari belakang sudah dapat dipastikan dia adalah seorang gadis yang sangat cantik.
Berada ditempat asing secara tiba tiba tidak membuat rasa waspadaku menurun dan malah semakin meningkat ketika melihat ada seorang gadis berambut coklat ditengah padang rumput ini.
Aku menyipitkan mataku sambil tersenyum kecil.
Senyuman diwajah Angel membuatmya terlihat sangat manis namun entah kenapa senyumannya itu sepertinya bisa memberikan rasa yang sangat berbahaya bagi orang yang melihatnya.
Gadis berambut coklat membalik badannya karena sepertinya telah menyadari keberadaan Angel.
Gadis itu memiliki rambut panjang bergelombang berwarna warm hazelnut yang sekarang dihembus oleh angin. Mata ungunya terlihat seperti batu amethyst yang berkilau dibawah sinar matahari. Bibir ceri merahnya ditarik menjadi sebuah senyuman. Kulit putihnya yang seperti salju putih dan rona pink alami di pipinya membentuk sebuah keindahan tidak yang nyata.
Angel yang sudah berhasil dengan cepat menenangkan diri. Bertanya, ”Siapa kamu?.”
Gadis berjalan mendekatiku dan berhenti setelah tinggal 8 langkah dariku.
“Angeline”.
Suaranya merdu dan manis, Sangat enak didengar telinga.
Angel mengangkat alis dan melihat dia murni penuh dengan ketertarikkan.
Angeline, Nama yang hampir sama dengan nama asliku.
Gadis itu atau Angeline kemudian tersenyum lembut dan mengulurkan tangannya kearahku. Dia berkata memggunakan suara merdunya.'
__ADS_1
“Saya bisa memberikanmu dua pilihan, Tetap hidup didunia lain dengan ingatanmu atau mati dengan tenang dan melupakan segalanya.”
Angel merasa ragu.
Apakah gadis ini dan semuanya hanyalah sebuah ilusi? Dan dia juga memberikan saya dua pilihan yang aneh?.
Melihat Angel yang tidak merespon, Senyuman diwajah Angeline tidak memudar, namun dia membuka mulut nya dan mengatakan.
“Saya akan memberikan kamu waktu 7 detik untuk memikirkannya sebelum ingatanmu dihapus dan mati. 1….2…..3…..4….”
Angel langsung membalas tanpa ragu
“Aku memilih pilihan kedua”.
Apakah suara itu merupakan sebuah ilusi atau tidak, Dia hanya bisa memilih pilihan yang terakhir dari dua pilihan.
Angel baru berusia 26 tahun dan tidak ingin ingatannya terhapus dan mati total.
Ada harapan untuk terus hidup.
Senyuman Angeline sedikit melebar dan matanya penuh dengan kegembiraan Seperti senang dengan pilihan nya Angel.
“Kalau begitu lakukanlah ketiga permintaanku ini”.
Dia memberitahukan ketiga permintaannya kepada Angel dan Angel merasa lumayan terkejut ketika mengetahui permintaannya itu.
“Kamu akan menerima informasi tentang dunia itu ketika kamu sudah disana jadi jangan khawatir.”
Seperti bisa membaca pikiranku, Dia menjawab hal yang paling aku khawatirkan dengan tenang.
Ketika Angel akan bertanya lebih lanjut lagi tiba tiba saja rerumputan yang ada disekitar kami mulai melayu dengan cepat. Langit biru diatas tiba tiba menjadi mendung dan suata petir bergemuruh bertubi tubi seperti ada sebuah kekacauan diatas langit. Angin dingin berhembus dengan kuat hingga mengangkat pohon pohon disekitar.
“Ah sepertinya sudah waktunya…” Kata Angeline tiba tiba.
__ADS_1
Awal nya aku tidak mengerti tetapi ketika tanah yang kupijak tadi runtuh barulah aku sadar,
Bahwa sudah waktunya….
Senyuman sedihnya adalah hal terakhir yang aku lihat sebelum aku jatuh.
Ah aneh….
Aku merasa seperti jatuh kedalam jurang yang sangat dalam dan gelap.
keheningan yang mematikan membuat Dadaku terasa lemas dan mati rasa.
Jantungku dengan sangat berdetak lambat. Kemudian, semua suara dan warna perlahan menghilang, meninggalkan kegelapan tak berujung yang seolah menyihirku untuk tidur selamanya. Keheningan abadi dengan lembut memeluk aku dan berbisik lembut di telingaku:
"Tetaplah hidup sampai akhir..."
Aku membuka mataku, dengan cepat dan diam diam terengah engah saat saya menyipitkan mata untuk menyesuaikan pada cahaya yang menyilaukan.
Aku berkeringat dingin….
Perlahan, Aku bangkit, rasa sakit akibat kaku menyebar dari leherku. Aku berkedip perlahan setelah beradaptasi dengan cahaya putih yang kuat, penglihatanku kembali fokus.
Aku kemudian tercengang melihat pemandangan di depanku.
Dari padang rumput yang luas ke kegelapan kemudian ke sebuah ruangan yang bernuasa keputihan dan keabu abuan muncul dipenglihatanku.
***********************************
Mohon tinggalkan kritik dan saran
Dan jangan lupa untuk like dan favorite supaya bisa tahu kelanjutannya.
Thenk you for reading\~\~\~
__ADS_1