I Love Her Sweet Smile

I Love Her Sweet Smile
Chapter 6:Memamerkan kemesraan ditengah lapangan basket


__ADS_3

Sinar matahari menyinari dunia dengan sangat terang namun sinar cahayanya tidak terlalu terik dan suhu diudara juga terasa hangat. Angin angin berhembus dengan pelan yang membuat daun pepohonan bergemerisik.


‘Hari ini cuacanya sangat ramah’ pikirku,


Suasana hatiku menjadi lebih baik setelah pergi keluar dari suasana kelas yang ramai dan penuh dengan kebisingan siswa. Sekarang Angel sedang lagi berjalan dikoridor sekolah.


Hanya ada beberapa orang yang berjalan dikoridor ini karena sebagian besar siswa siswa disekolah pergi menuju ke kantin untuk sarapan jadi suasana di koridor sekarang lumayan sepi,


Suara hentakkan bola dan kaki terdengar dari sebuah lapangan yang luas.


Angel yang mendengar suara itu, menghentikan langkahnya dan melihat ada beberapa murid laki laki yang tengah bermain bola basket ditengah lapangan.


Dia tersenyum ceria ketika melihat pemain pemain basket itu dan berjalan dengan santai dan duduk di bangku kosong lapangan namun Dia duduk sedikit lebih jauh dari kerumunan gadis gadis yang lagi berteriak histeris itu.


Gadis pertama: “AAAAAAAAHHHHHHH Semangat!!!! Semangat!!!! Cassiussss!!!!AH—”. Sambil mengibar-kibarkan sebuah bendera yang terdapat sebuah tulisan ‘I Love you Cassius’ dengan sebuah love diakhirnya dengan semangat.


Gadis kedua: “Kyaaaaaa Cassius kamu keren banget hari ini!!!!!!!”. Teriakkan kuatnya hampir membuat telinga Angel pecah.


Gadis ketiga: “Ahhhhh tidak bisa! Kalau terus begini bisa-bisa aku meleyot oh!! Tyydak!!!! T-t-tampan banget– Ahhh\~\~\~”.


Tepat setelah gadis ketiga mengucapkan kalimatnya dia beneran meleyot dengan pingsan langsung ditempat.


Gadis gadis yang ada disekitar gadis ketiga itu hanya melihatnya sekilas kemudian lanjut melakukan aktivitas teriak kembali seperti kejadian ini sudah merupakan hal biasa terjadi.


Angel menopang dagunya disiku tangan dan meletakkannya lutut. Dia menatap gadis ketiga yang pingsan itu dengan mata kosong tetapi tiba-tiba saja Gadis ketiga itu bangun dengan sangat cepat seperti vampir cina didalam film yang membuat Angel sedikit terkejut.


Seperti yang pingsan tadi bukan dia sama sekali, Gadis ketiga berdiri dan berteriak kembali dengan lebih kuat daripada sebelumnya.


Aku mengalihkan pandangku dari gadis aneh itu dengan datar dan kebetulan aku langsung melihat salah satu pemain basket melompat dan memperlihatkan roti sobek yang sempurna dibalik bajunya.


Angel mengangkat tangan dan diam-diam mengelap mulut untuk berjaga jaga jika ada air liur yang keluar tanpa ekspresi apapun diwajahnya….


EKHEM–EKHEM!!!(Suara batuk palsu).


Aku tidak mesum oke! Sebenarnya aku itu memiliki hobi sampingan ketika tidak ada kerjaan yaitu melihat sixpaknya cowo tampan…. Lagipula siapa juga wanita yang tidak suka melihat sebuah pemandangan yang sangat menyegark—Uhuk!(suara batuk palsu).


Oke, omong omong….


Cowo yang paling tampan di antara pemain basket itu kalau tidak salah dia adalah Cassius yang dipanggil-panggil oleh gadis-gadis histeris ini.


Aku melihat dia dengan ketertarikkan sambil mengingat ingat deskripsi sebuah tokoh didalam novel.


Deion cassius adalah tokoh utama pria yang ke-3. Dia dan tokoh utama wanita merupakan teman masa kecil. Cassius mungkin terlihat seperti orang yang mudah untuk diajak bicara dari luar namun didalam dia sebenarnya memiliki sifat asli yang sangat agresif dan kejam kepada siapa saja kecuali kepada tokoh utama wanita.


Cassius memiliki keluarga besar tradisional dengan aturan yang sangat ketat. Secara turun temurun. Mereka membunuh vampire jahat menggunakan kemampuan pedang yang sudah diwariskan secara turun temurun ‘seperti sebuah organisasi besar yakuza.’ Tambah Angel sembari melihat sebuah kejadian yang sangat menarik terjadi didepannya.


Para pemain-pemain basket yang sepertinya sudah mengakhiri permainannya, berjalan ke arah ruangan ganti baju.


Seorang gadis berambut putih? dengan mata hitam muncul dan mendekati Cassius yang ada didalam kelompok pemain basket sambil membawa handuk dan botol minum ditangannya.


Ketika Cassius itu melihat gadis berambut putih itu mendatanginya, Dia tersenyum.


Cassius memiliki Rambut pirang yang berkilau terang seperti sebuah emas dibawah sinar matahari dan mata biru tajamnya kini sedikit melembut ketika melihat gadis berambut putih itu.


Jika dia diam dan tak berbicara apa pun maka dia akan terlihat sangat agresif dan auranya dapat menekan orang hanya dengan sekilas tatapannya seperti seekor predator buas namun ketika dia tersenyum, Matanya melembut seakan akan musim semi telah datang,


‘Kyaaaaaa\~\~\~’

__ADS_1


Seketika kerumunan gadis gadis yang ada disekitarku pun berteriak kecil.


Deion cassius mengidap penyakit Claustrophobia semasa ia masih kecil, dikarenakan penyakitnya itu, Dari anak yang mula mulanya sangat ceria dan bersemangat menjadi dingin dan selalu waspada akan kelemahannya diketahui sama orang lain ditambah tanggung jawab berat yang harus dilakukan Cassius sebagai pewaris keluarga dan ditekan oleh anggota keluarga lain hampir setiap harinya membuat Cassius yang masih kecil hampir putus asa.


[Claustrophobia adalah ketakutan yang berlebihan terhadap ruang sempit atau tertutup, misalnya lift atau ruangan gelap tanpa jendela yang tidak bisa ditembus cahaya atau matahari sama sekali]


Namun tokoh utama wanita muncul tepat dimasa masa suramnya Cassius , Dia selalu ada menemani Cassius dan ketika dia membutuhkannya. Tanpa Cassius sadari, tokoh wanita utama sudah menjadi secercah cahaya di dunianya yang gelap itu.


Ketika gadis berambut putih itu memberikan barang barang yang ada ditangannya kepada Cassius. Salah satu pemain basket didekatnya bercanda tentang hubungannya dengan Cassius yang membuat gadis berambut putih itu tersipu malu.


Tetapi tidak dengan tiga orang gadis yang ada didekat mereka.


“Sherina, Apa kita harus memberikan sebuah pelajaran pada gadis tak berguna itu nanti?”.


“Cih, Gadis itu ingin mencari perhatian jadi Tentu saja perlu diberi pelajaran supaya tahu dimana posisinya”.


Sherina yang dipanggil tetap diam dan tidak membalas perkataan kedua temannya.


Dia menatap gadis berambut putih itu penuh dengan niat membunuh.


Kemudian sherina tiba tiba mengambil sebotol aqua yang tutup botolnya telah dibuka olehnya dan berlari ke arah gadis berambut putih itu.


Sherina secara ‘tidak sengaja’ menabrak dia dengan kuat hingga gadis berambut putih terjatuh dan menumpahkan botol air itu ke baju gadis berambut putih itu.


“Ups, Maaf, Saya tidak sengaja”.


Ucap sherina sambil menutupi seringainya dengan tangan.


Gadis berambut putih itu tertegun.


Cassius dengan cepat menutupi tubuh elena dengan jaket basketnya untuk menutupi seragam elena telah dibasahi oleh sherina yang sedikit memperlihatkan pakaian dalamnya.


“Ah…. Sa-saya baik baik saja kok…”. Elena berdiri dan menjawab sedikit terpaksa dibawah tatapan tajamnnya Sherina.


“Benerkah?”.


Cassius tiba tiba turun dan mengerahkan sedikit tenaga menekan pergelangan kaki Elena.


‘Ah’


Elena mengerang kesakitan dan hampir terjatuh tetapi dengan sigap ditangkap oleh Cassius.


“Kakimu keseleo”. Cassius berkata dengan tegas yang membuat tidak ada ruang untuk elena mengungkirnya.


Elena hanya menundukkan kepalanya dengan suram.


Dari awal sampai akhir Cassius tidak menganggap keberadaan Sherina yang ada didepannya sama sekali.


Sherina yang tidak dianggap olehnya sama sekali mengengam botol airnya dengan kuat hingga menjadi kresek.


Dia menahan, Menahan diri untuk tidak menampar Elena si ja**ng ini didepan Cassius, didepan orang yang disukainya.


Angel melihat pertunjukkan yang terjadi didepan matanya penuh dengan minat.


Elena, Tokoh utama wanita di cerita. Dia memiliki rambut putih yang sehalus satin dan mata hitam lembut yang gelap seperti tinta hitam. Bibir merah yang semerah bunga mawar yang bahkan ketika dia diam entah kenapa selalu saja ada lekukan samar disudut bibirnya.


[Lekukan samar di sudut bibirnya artinya senyuman samar di sudut bibirnya]

__ADS_1


Angel diam diam mendekati kerumunan disekitar mereka supaya bisa melihat situasinya lebih jelas.


“Cassius ak—“. Sherina mencoba untuk menjelaskan ke Rayn.


“Biarkan aku mengantarmu ke uks, Sini naik kebelakangku”. Cassius tidak memperdulikan Sherina sama sekali.


Cassius berjongkok dan menghadap punggungnya ke elena.


Elena terlihat ragu untuk naik ke punggungnya Cassius karena sedikit ketakutan dibawah tatapan tajam sherina.


Cassius kemudian tiba tiba menghela napas.


Dia tiba tiba berdiri dan mengangkat Elena menggunakan kedua tangannya.


‘Wooouhhh Princess carry!!!’.


Pikir Angel didalam hati dan melihat dengan takjub kepada hal yang terjadi didepannya sekarang.


“Tu–Turunkan Saya Deion!!”. Sahut Elena dengan pipinya yang memerah didalam gendongan Cassius.


“Uks”. Satu kata tetapi penuh makna dan yang benar saja, Elena langsung terdiam dan berhenti bergerak.


Tetapi elena membenamkan wajahnya di jaket yang diberikan Cassius untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat.


Cassius terkekeh melihat sikap gemesnya Elena.


Cassius baru saja melangkahkan kakinya tetapi dia sudah dihadang oleh sherina.


Seketika wajah Cassius yang penuh dengan kelembutan menjadi dingin dan agresif.


“Sebentar Cassius, Dengarkan penjelasan aku dulu”.


Sherina mencoba untuk menjelaskan sekali lagi tetapi hanya untuk dibalas dengan tatapan dingin dari Cassius.


“Enyah”. Nada Cassius dingin tanpa adanya emosi.


Sherina membeku dibawah tatapan dingin Cassius dan tanpa sadar membiarkan Cassius lewat.


Hingga dia sudah menghilang dan tidak kelihatan lagi. Sherina masih saja mengigil ketakutan.


‘Menyeramkan…. Seperti berhadapan dengan sebuah predator buas….’ Pikir Sherina dengan ketakutan didalam hati.


Kemudian seperti menyadari sesuatu, Sherina menatap kerumunan yang masih ada dengan tajam.


“Awas! Kenapa kalian masih disini! Pergi! Ga ada pertunjukkan untuk ditonton lagi!! Pergi!”.


Bentak Sherina keras kearah kerumunan kemudian berjalan cepat meninggalkan lapangan yang kemudian diikuti oleh kedua teman temannya.


Ketika Sherina sudah pergi, Kerumunan pun bubar. Begitu juga dengan Angel.


“Haha sangat seru”. Bisik Angel pelan sambil berjalan menuju kembali ke kelasnya.


******


Tinggalkan like ❤️, Komen dan jangan lupa difavoritkan supaya bisa tahu kelanjutannya\~


Thank you for reading….

__ADS_1


__ADS_2