I Love Her Sweet Smile

I Love Her Sweet Smile
Chapter 4: Keluarganya dia


__ADS_3

Dari ingatan yang kudapat, Seluruh anggota keluarganya Angeline sangatlah jarang bisa berkumpul bersama karena kesibukkan tersendiri bahkan hingga setahun pun bisa tidak bertemu sama sekali, Maka diadakanlah sebuah hari khusus dimana seluruh anggota keluarga wajib berkumpul makan bersama setiap tahunnya.


Dan hari ini adalah hari khusus tersebut.


Juga, wah….


Angel tidak bisa berkata apa apa.


Dihari pertama dia bertransmigrasi, Dia juga harus bersiap siap untuk pergi kesekolah!


Angel merasa sangat malas untuk pergi kesekolah sekarang, Semasa dia masih sekolah. Dia pernah mendapatkan ranking satu berturut turut dan juga mendapatkan prestasi yang sangat-sangat bagus disekolahnya hingga Angel menjadi merasa sangat bosan ketika membaca buku buku tebal sekolah.


Bahkan Piala penghargaan atau sertifikat lomba lomba yang telah dia menangi dibiarkan bertumpuk tumpuk menjadi gunung seperti sampah dipojokkan ruangannya karna saking banyaknya benda itu.


Angel kepikiran untuk bolos sekolah Tetapi untuk sekarang ini, Hal yang harus dilakukan hari ini memang tidak bisa dihindari.


‘Lagipula aku harus menjadi contoh kakak yang baik supaya daniel tidak menjadi anak buruk karena mengikutiku’ Pikirku sambil mengelap airmata yang tidak ada disudut mataku.


Hadeh…


Angel menghela napas setelah itu Angel mengambil handuk dan baju seragam sekolah yang hendak dipakainya dan masuk kekamar mandi. Dia tidak terburu buru turun kebawah dan mengikuti sarapan keluarga.


Kenapa? Karena kemarin hal yang Angeline pertama kali lakukan setelah pulang sekolah adalah membunuh diri dan tidak mandi sama sekali hingga hari ini.


Jadi bau badannya yang sekarang sangatlah wow harum banget… (nadasarkas).


Kan tidak lucu kalau orang orang yang ada dimeja makan langsung kehilangan nafsu makan setelah mencium bau badanku. Jadi, Angel langsung pergi mandi terlebih dahulu.


Kemudian Setengah jam sudah berlalu. Semenjak Angel selesai mandi.


Dia memakai seragam sekolah yang berkemeja putih dengan garis garis merah yang menghiasi ujung kerahnya digabung dengan Rok kotak-kotak merah. Dasi yang berwarna garis garis merah hitam Lalu Angel tidak lupa memakai jaket oversize itu.


Meski dia tidak mau memakai jaket hitam oversize karena takut panas namun Angel tidak ingin membuat perubahan yang sangat besar sehingga dicurigai oleh anggota keluarganya Angelina yang telah mengenal dirinya mengenal dirinya semenjak dia lahir.


Setelah Angel memakai Stoking hitam dia kemudian memakai sepatu yang berwarna putih sambil duduk di atas lantai dengan santai.setelah itu, Angel menyentuh poni panjang itu dan menyisirkannya menggunakan tangan hingga menutupi mata ungu indahnya.


Seragam sekolah dengan jaket oversize hitam dan poni panjang yang menutupi hampir sebagian mukanya membuatnya terlihat seperti penampilan Angelina yang dulu.


Melihat penampilannya dia mengangguk puas kemudian berjalan keluar dari kamar dan berjalan kearah ruang makan dengan santai sambil memegang tas sekolah.


Tiba tiba seperti ada sebuah sambaran petir, Angel memikirkan suatu hal yang membuatnya meratapi nasib nya.


Ha…. Apakah ada orang yang serajin aku didunia ah? Seseorang yang langsung pergi kesekolah dihari pertama dia bertransmigrasi??


Angel menghela napas.


Dia menggerakkan kakinya dan berjalan menuruni tangga dengan hati sedih.

__ADS_1


Lampu lampu yang ada di dalam lorong tetap menyala meski hari sudah terang. Diseluruh lantainya ditutupi dengan karpet yang berwarna merah dan tanaman hijau dihiasi disetiap sudut ruangan. Barang barang antik atau Lukisan yang dipajang didinding rumah menambahkan kesan mewah dan sedikit misterius pada lorong ini.


Angel melihat lihat sekitar dengan takjub hingga sampai dia didepan ruang makan,


“Oke! Sekarang waktunya berakting\~”. Setidaknya aku harus sedikit berhati hati agar tidak dicurigai sama anggota keluarganya Angel.


Angel membuka pintu besar yang terbuat dari kayu mahoni itu dengan pelan.


Ketiga manusia yang ada di meja makan menoleh kearahku secara bersamaan.


Termasuk Daniel, yang menatapku dengan ekspresi datar tetapi kilatan dingin yang lewat dimatanya menunjukkan dia kesal akan keterlambatanku.


“Kamu lagi sakit? Habisnya kamu datangnya lama sekali ah. Bagaimana kalau berisitirahat dikamar saja kalau tidak kuat? Apakah perlu saya bantu antar kekamar?”. Ucap daniel dengan pelan sambil tersenyum imut namun dingin disaat yang bersamaan.


‘Cih dasar lamban.’ Angel bisa dengan spontan dapat mengetahui arti sebenarnya dari kalimatnya itu.


Tetapi sakit? Wah ide yang bagus untuk bolos sekolah bro!.


Jadi aku tersenyum ke arahnya sambil berkata ‘Terima kasih’ yang berhasil membuat dia menjadi semakin kesal.


Aku mengalihkan perhatian ku dari daniel yang yang wajahnya semakin menghitam dari detik kedetik dan mengucapkan salam kepada pria berwajah dingin dan wanita yang wajahnya terdapat sebuah senyuman kecil.


“Selamat pagi ayahanda dan ibunda, Maafkan saya yang telat ini”.


Aku berbicara kepada wanita dan pria yang ada ditempat duduk.


“Sudah-sudah, Cepat duduk dan mulai makan supaya tidak terlambat kesekolah nanti”.


“Baik bu”.


Saya dengan patuh langsung duduk di kursi kosong dan menunggu orangtua Angelina makan terlebih dulu baru mulai makan.


Ibunya Angelina memang seseorang yang sangat lembut dan ramah kalau tidak maka bagaimana dia bisa menangkap hati ayah Angeline yang sedingin kutub es itu.


Meski mereka tidak bisa meluangkan banyak waktu kepada anaknya yang disebabkan pekerjaan mereka akan tetapi mereka sebenarnya lumayan perhatian sama anak-anak mereka bahkan permintaan kedua Angelina mencakup tentang mereka,


Dia memintaku untuk bertingkah seperti dirinya yang biasa dan jangan sampai mereka tahu kalau dirinya telah mati. Bahagiakan mereka dengan masuk ke universitas bagus dan jadi yang terbaik dalam prestasi supaya mereka bangga. Permintaan yang simple namun mungkin berarti bagi Angelina.


Angelina diingatanku hanyalah seorang gadis yang polos dan naif kemudian dia stres akan hal hal dunia dan memilih untuk meninggalkan segalanya karena sudah tidak kuat.


Kilatan dingin melintas dimataku yang tertutupi oleh poni panjang, Aku menyeringai dingin ketika memikirkan suatu hal yang kemudian kilatan dingin dimataku menghilang setelah aku mengedipkan mata dan kembali menjadi seperti biasa seperti tidak terjadi apa apa sebelumnya.


Daniel yang kebetulan berhasil melihat wajah Angel sekilas tadi diam diam mengangkat alisnya dan menatap Angel penuh dengan ketertarikan.


Ada aturan tak tertulis didalam keluarga ketika lagi makan yaitu tidak boleh berbicara dan Aturan itu membuat keheningan terjadi sehingga hanya ada suara dentingan antara sendik dengan piring didalam ruangan.


Angel hanya memakan sedikit kemudian berdiri bersiap siap untuk masuk kesekolah.

__ADS_1


Ibunya Angeline yang melihatku yang sudah mau pergi. Bertanya dengan khawatir.


“Angeline, Apakah kamu beneran sudah kenyang hanya dengan makan sangat sedikit begitu?”.


“Aku sudah sangat kenyang, Bu”. Balasku dengan sambil sedikit tersenyum.


Bagiku, Makanan hanyalah sebuah suplemen supaya tubuhku tidak lemah dan kelaparan ketika beraktivitas.


Apalagi Angelina si pemilik tubuh sebelumnya tidak memakan makanan dengan teratur sehingga perut akan terasa sangat tidak nyaman jika tiba tiba memakan begitu banyak.


“Ya sudah, Hati hati dalam perjalanan kesekolah nanti ya”


Ibunya Angelina sepertinya lumayan terkejut karena melihat ‘Angelina’ tersenyum kepadanya.


‘Ha….Andai saja Angelina bisa terus tersenyum seperti ini…’. Pikir ibu Angel merasa dirinya sudah sangat tua. Kegagalan terbesarnya sebagai seorang ibu adalah tidak bisa mendampingi masa masa ketika anak anaknya tumbuh besar.


Angel mengiyakan pesan ibu.


Dia berjalan keluar rumah dan menuju kedepan gerbang sekolah sambil memegang tas sekolah ditangannya, Disana sudah terdapat sebuah mobil hitam yang sepertinya sudah menunggunya.


Seorang paman supir yang melihat kedatanganku, Menyapa dengan senyum professional diwajah tuanya:


“Selamat pagi Nona muda”.


Aku dengan spontan membalas sapaanya balik, “Selamat pagi juga paman”. Dan membalas senyuman balik dengan senyuman juga.


Paman tersebut sepertinya.lumayan terkejut mendengar balasanku, Dia membatu untuk sedetik kemudian kembali seperti semula dan menjalankan tugasnya sebagai supir professional dengan membuka pintu mobil dan membungkukkan badannya setelahnya.


“Silakan masuk Nona.” Paman itu menyilakan Angel masuk


Angel juga tidak basa basi lagi dan langsung masuk kedalam mobil kemudian paman itu menutup pintu mobil dengan pelan.


Paman supir juga kemudian masuk kedalam mobil dan menyalakan mesinnya.


Tujuan mobilnya adalah kesekolah. Saya tidak tahu apa yang akan menanti disana dan aku juga lumayan menanti kan akan apa yang akan terjadi nanti.


Aku dengan refleks merogoh kantong bajuku dan mencari sesuatu kemudian menyadari, “Ah…Aku lupa lagi, Aku sudah berada ditubuh yang berbeda…”


Angel menghela napas. Dia melihat keluar jendela sembari berpikir,


Ingin memakan sesuatu yang manis….


***********************************


Yo\~ Bro\~ B-)


Leave like comment and dont forget to favorite this story so you guys can know right away that there is update!

__ADS_1


Thank you for reading!!!


__ADS_2