
Dari ingatan yang aku dapat, Angel hanya dapat mengetahui setengah dari jalan cerita tersebut dan tidak dengan ending ceritanya.
My Mr.Vampire adalah Sebuah cerita novel yang bergenre romance, Thriller, Harem dengan unsur Vampire.
Novelnya menceritakan tentang seorang gadis ceria yang memiliki semangat tinggi, selalu positif masuki sekolah elit lewat jalur beasiswa dan yang tentunya kemudian dia akan ketemu dengan 7 tokoh utama pria disana.
Ketujuh tokoh utama pria semuanya memiliki latar belakang dan masa lalu yang gelap yang membuat Kekejaman sudah terpahat jelas didalam hati mereka.
Walaupun diantara mereka ada yang selalu tersenyum dan ramah namun tidak ada yang tahu betapa gelapnya dan munafik hati mereka.'
Jadi keberadaan tokoh utama wanita menjadi cahaya mereka. Sikap dia yang baik, penyemangat dan perhatian meluluhkan hati dingin mereka.
Sebenarnya Daniel dan kedua orang tua Angelina merupakan juga seorang Vampire dan lumayan mengejutkan, Adik nya Angelina, Daniel ternyata juga merupakan seorang tokoh utama pria yang ke-5 didalam cerita.
Angelina oxley osborne bukan seorang vampire karena dia adalah anak angkat keluarga yang dapat aku tahu dari informasi yg aku terima itu..
Di tubuh yang kutempati ini, Angelina oxley osborne adalah hanyalah seorang karakter figuran samping yang hanya disebutkan sekali dalam cerita.
Dia diceritakan sebagai seorang gadis yang patah hati dan bunuh diri karena ditolak oleh ketua osis yang merupakan tokoh utama pria juga.
Tetapi aku hidup didalam tubuh Angelina oxley osborn yang seharusnya sudah mati dalam cerita itu.
Aku tidak tahu plot apa yang bakal berubah namun aku sangat tertarik akan perubahan yang akan terjadi dimasadepan.
“Terima kasih sudah mengantarku paman\~”.
Aku berterimakasih sambil tersenyum manis kapda paman supir.
Paman supir itu membuat wajah tertegun sekali lagi, tetapi Angel tidak melihatnya karena dia sudah membuka pintu dan keluar dari mobil kemudian menutupnya.
‘Woww, Besar sekali…’
Aku menatap dengan kagum bangunan sekolah yang ada didepanku meski aku sudah melihatnya diingatan Angelina tetapi aku tetap tidak bisa menahan kekagumanku.
Angel melangkahkan kaki nya pelan masuk kedalam sekolah sambil melihat lihat sekitaran sekolah dengan rasa penasaran tinggi.
“Itu dia si gadis sampah haha”.
“Wew dia masih saja berani masuk, Jika aku menjadi dirinya aku tidak akan masuk sekolah lagi, Supaya tidak nemalukan orangtua”
“Hahaha Memalukan ditolak ga tuh”.
Angel mengabaikan bisikan dan tatapan siswa yang penuh dengan cemoohan dan ejekan.
Dia berjalan menuju ke kelas berdasarkan ingatan, Tiba tiba saja Angel menghentikan langkahnya dan mengamati sebuah pohon besar nan rindang yang ada disamping sekolah dan yang kemudian…
Bruk. (Suara tabrakan)
“Aw..”.
Angel terjatuh dan meringis kesakitan sambil meraba bahunya yang ditabrak dari belakang.
Pelakunya hanya menatapku dengan mata biru dinginnya menyipitkan tajam matanya dan memperhatikanku sejenak kemudian melanjutkan langkahnya lagi.
Aku berbisik pelan, sambil berdiri dan menepuk nepuk rok ku.
“Kasar…”
Seperti mendengarkan perkataan pelanku, Dia tiba tiba menghentikan langkahnya dan menatapku tajam.
*‘Ups keceplosan deh’ pikir Angel sambil berkeringat dingin. *Hehe what a joke, tidak mungkin aku berkeringat dingin, Aku saja tidak takut mati jadi bagaimana mungkin aku takut hanya dengan tatapannya???.
[Haha what a joke artinya haha bercanda]
Jadi Angel tidak mengalah dan menatap dia balik tak kalah tajam.
Dia hanya menatapku tajam untuk beberapa saat kemudian berdecih kesal lalu segera melanjutkan jalannya dan tidak berbalik lagi.
__ADS_1
Melihatnya yang sudah pergi melangkah jauh, Angel menjulurnya lidah kearahnya kemudian melihat kearah pohon tadi lagi dan kecewa ketika hal yang dia lihat tadi menghilang, Dibalik pohon tadi jika aku tak salah lihat, Ada seorang cowok yang sepertinya sedang mengigit leher seorang cewek.…
Dan langsung aku berpikiran kalau cowo itu adalah seorang vampir,
Aku tidak takut dan malah kegirangan karena batu saja masuk kesekolah aku langsung bertemu dengan seorang vampir.
Jadi aku ingin mengamati dan melihat lebih jelas siapa cowok itu namun cowok vampir itu sepertinya telah menyadari tatapanku,
Dia dan aku mengunci pandangan untuk beberapa detik Sebelum aku ditabrak kuat hingga jatuh oleh cowo kasar tadi.
Melihat mereka benar benar tidak ada dibalik pohon lagi, Aku melanjutkan langkahku kembali keruang kelas dengan santai namun dengan suasana hati yang suram.
Angel akan diam-diam mengingat dendam kecil dengan cowo kasar tadi didalam hati.
Setelah dia masuk kedalam kelas, Suasana kelas yang awalnya sangat ribut menjadi sedikit hening.
Angel menghiraukan bisikan dan tatapan penasaran dari siswa siswa dalam kelas sekali lagi dan melihat sekeliling kelas mencari sebuah bangku kosong dibawah tatapan cemoohan dan ejekan para siswa didalam dikelas.
Aku dengan mudah menemukan satu satunya bangku kosong yang ada didalam kelas dan bangku tersebut terletak didepan bangku seorang cowok tampan.
Rambut biru gelapnya seperti Lautan samudra biru dimalam hari. Mata tajamnya seperti permata air es biru yang selalu dingin. Wajahnya yang seperti dipahat dengan sempurna beserta tubuhnya yang besar dan tinggi itu wahhh sangat sempurna.
Saya kasih nilai 5/10 untuk ketampanannya dan dikurangi lima poin karena dia adalah pria kasar yang menabrakku hingga jatuh tadi..
“Kring….kring…kring….”.
Suara Bel sekolah pun berbunyi, Hadeh….Mau tidak mau aku harus duduk didepan cowo kasar itu dan membatalkan rencanaku untuk berganti tempat dengan seseorang untuk sekarang.
Angel berjalan dan duduk dibangku kosong tadi.
Tepat setelah Angel duduk dikursi, Guru pun masuk kedalam kelas.
Guru mengabsen satu persatu para siswa yang ada dikelas satu persatu. Hingga giliranku datang…
“Angelina oxley osborne” panggil guru
Angel mengangkat tangannya sembari menjawab pertanyaan guru.
Hampir seluruh siswa yang ada didalam kelas menatap Angel seperti lagi melihat sampah kecuali satu orang didalam kelas yang menatap Angel dengan datar.
Pria yang duduk dibelakang Angel hanya menatap Angel datar, Wajahnya yang tak berekspresi membuat orang orang tidak bisa mengerti apa yang dipikirkannya.
“Noah Quill Owen”.
Kemudian Suara dingin yang seperti dikutub es terdengar dari belakangku.
“Hadir”.
Oh!!! Noah kwill wen atau apalah, ternyata adalah nama cowo kasar itu.
Hmm? Kalau ingatanku tidak salah, Kayaknya Noah adalah tokoh utama pria yang ke-4 dalam cerita. Noah adalah vampir tampan yang paranoid dan sangat pendiam.
Dia begitu disebabkan masa kecilnya yang gelap dan suram, Dia dituntut oleh kelurganya menjadi penerus yang sempurna apalagi dia yang merupakan satu satunya anak dikeluarga tersebut.
Setiap hari belajar, belajar dan belajar.
Hingga dia idak mempunyai waktu luang untuk bermain atau lebih tepatnya, tidak memiliki teman untuk bermain bahkan keluarganya sendiri dingin dan tidak memperdulikan noah sama sekali.
Noah pernah memiliki satu teman,
Teman masa kecil yang ia percayai dengan sepenuh hati, Namun dia dikhianati dengan kejam oleh dia yang membuat noah tumbuh menjadi orang yang sulit mempercayai siapapun.
“Noah mungkin terlihat dingin dari luar akan tetapi dia hanyalah seseorang yang baik dan hanya memerlukan perhatian seseorang didalam dirinya”. Kata tokoh wanita utama suatu saat dan perkataannya yang saat itu kemudian terdengar oleh Noah yang kebetulan lewat dan tentunya, Noah langsung tertarik kepada dia semenjak saat itu.
Tetapi uhuk uhuk maaf?…. lembut? Baik?? Aku berbalik dan menatap Noah yang sedang membaca buku dengan keren itu.
Cahaya matahari masuk dari jendela kelas dan menerpa wajah dia yang bak sempurna itu. Mata biru tajamnya kini menjadi lembut dan dia dengan tenang membaca buku yang ada ditangannya. Dia secara ajaib bisa memberikan rasa damai dan nyaman bagi orang orang yang melihatnya.
__ADS_1
Aku terpana, ‘Mungkin….aku memang salah menilainya?’. Pikirku tak menentu dalam hati.
Kemudian setelah guru selesai mengabsen, pembelajaran pun dimulai.
Pembelajaran yang 3 jam terasa seperti 3 tahun.
Suara guru yang menjelaskan didepan kelas seperti lagu senandung tidur yang masuk dari telinga kanan dan keluar dari telinga kiri para siswa.
[Masuk dari telinga kanan dan keluar dari telinga kiri artinya tidak mendengar dan kata yang terdengar tidak masuk kedalam otak sama sekali]
Saya sebenarnya tidak ingin mengatakannya tetapi saya merasa sangat terganggu dan kesal!
Aku menarik ucapanku tadi itu !!!!
💢💢💢
Aku menatap dua pasang kaki panjang yang ada dibawah kursiku penuh dengan dendam. Kaki panjangnya Noah sangatlah menganggu penggerakkan kaki ku apalagi kakinya yang kadang menendang kaki ku itu Arghhhh dan kenapa pula harus meletakkannya dibawah kursiku ah??
‘Mentang mentang kamu mempunyai kaki yang panjang…’ Aku membentak dia didalam hati.
Aku berbalik dan tersenyum manis ke dia.
“Bisakah kamu tolong jangan mengulurkan kaki mu dibawah kursiku?, Ini lumayan mengangguku”.
Bisik aku dengan pelan karena takut ketahuan sama guru yang lagi menjelaskan didepan kelas itu.
Cowo kasar(Noah) itu tetap diam dan tidak mengangkat kepalanya sama sekali. Tatapannya hanya fokus ke buku ditangannya.
Seakan akan Aku adalah seekor nyamuk yang sedang ngeeeeng melewatinya, Dia mengabaikanku.
Tetapi senyuman diwajahku tidak memudar.
“Kalau begitu, Maafkan saya kalau saya menginjak kaki mu ya?”. *Berbisik
Noah masih tetap diam dan tidak bergerak sama sekali.
“Kalau kamu masih diam saya anggap kamu setuju?”. *Bisik bisik
Masih tetap diam….
Kemudian aku tersenyum ceria.
“oke deal!”. *Bisik bisik
Siswa berambut pirang yang duduk disamping aku menatap aku dengan aneh.
Kemudian di sepanjang pelajaran, Aku dengan lincah menghindari tendangan tak sengajanya dan aku juga terus secara ‘tidak sengaja’ berhasil menginjak kaki panjang milik cowo kasar yang ada dibawah kursiku berkali kali hingga sepatu putih dia mungkin? sedikit menghitam.
Aku bisa merasakan tatapan tajamnya dari belakangku tetapi itu tidak menakutiku dan malah membuatku semakin senang karena berhasil membuatnya kesal.
Semakin kau kesal maka aku akan semakin senang haha\~
Setelah bel istirahat berbunyi dan guru sudah keluar, Aku memberikan injakkan sekuat tenagaku kepada kaki yang ada dibawah kursiku untuk yang terakhir kalinya.
Kemudian Angel berjalan (kabur) sambil menjulurkan lidahnya dan keluar dari kelas dibawah tatapan mematikan Noah.
“Kasar…”. Noah melihat sepatu putihnya yang sedikit menghitam karena diinjak oleh Angel. Noah tersenyum kecil yang hanya ada diwajahnya untuk sedetik kemudian kembali kewajahnya yang datar seperti semula seperti dia tidak pernah tersenyum sedikitpun tadi.
********
Tinggalkan like, komen, kritik dan saran yaaaa.
Dan Jangan lupa di klik favorite untuk menunggu kelanjutannya.
Beberapa chapter keatas dalam tahap revisi
Terimakasih sudah membaca 😘\~
__ADS_1