
di butiknya Alisa ada karyawan - karyawannya yang lagi menggosib sambilan melihat story nya Alisa, mereka jugak seperti kurang suka dengan alisa.
ketika Alisa sampai di butik mereka langsung mematikan handphonenya, langsung menyapa Alisa, seperti dengan terpaksa.
karyawan nya kalok didepan Alisa sangat baik, kalok di belakang nya Alisa mereka selalu menggosipi Alisa.
"hai bos, hai Alisa, sangat cantik kamu hari ini, kabarnya kamu sudah bertunangan" kata mereka.
Alisa dengan ekspresi nya yang sombong, sok cantik menjawab.
"emmmmmmm, ada deh, mau tau aja kalian, heh" kata Alisa
kemudian Alisa pun pergi berjalan memasuki ruang kantor dia.
sambilan berkata " biarlah menjadi rahasia"
lalu karyawan - karyawan nya langsung nyinyir, mereka tidak suka dengan jawaban Alisa...
ditempat lain ada irham yang lagi memintak Amira untuk menjadi istrinya dengan cara paksaan dan ancaman.
lalu Amira pun menolah tawaran lamaran dari Irham.
__ADS_1
" gilak kamu ya? saya tidak mau menikah dengan kamu" kata Amira
"hei kalok kamu tidak melanggar aturan datang jumpain aku di kantor pada saat itu, ini tidak akan terjadi, jadi ini caranya untuk melunaskan hutang kamu" kata Irham dengan nada tinggi dan marah2.
karna Irham di paksa sma papanya untuk menikai Irham, kalok Irham tidak menikahi Amira Irham diancam tidak mendapatkan warisan sepeser pun...
"hei Hutang aku Sma kamu tidak terlalu banyak ya, kenapa harus sampai nikah?" kata Amira
"apa pun cerita kamu harus nikah Sama aku, kalok tidak." kata Irham sambil melirik Amira dari atas sampai bawah, seolah2 Irham menggoda Amira, Sampai dia ketakutan.
"lakukan apa hah? mau bunuh saya, yaudah kamu bunuh saja aku, ayok kalok berani." kata Amira menantang omongan irham.
dengan tidak sengaja Amira pun menampar Irham, lalu amirapu pergi begitu saja. tetapi Irham tidak membiarkan Amira pergi begitu saja, masih memaksa Amira untuk kawin dengannya.
lalu amirapun melawan
"lepaskanlah saya, saya laporkan nantik kamu kepolisi" ancaman Amira.
"hei kau fikir polisi mau dengar omongan kamu" kata Irham
kalau mamak engkau bisa menjadi saksi dalam percintaan kita, enggak mungkinlah anak menantu mamak kau mau ngapa ngpain anaknya..
__ADS_1
"KAWIN SAMA AKU" kata Irham dengan geramnya.
"dasar gila, setres." kata Amira sambil berjalan meninggalkan Irham
"hei kau tunggu ya akhir bulan ini rombongan keluarga aku datang melamar kerumah kamu. kalau kau macam - macam aku bisa buat lebih parah dari dari ini lah." ancaman Irham kepada Amira sambil berteriak..
dan Amira pun berjalan lebih laju lagi, dengan rasa takut dan kesal. tidak memperdulikan omongan Irham yang lagi berteriak dan mengancam dia.
akhir bulan pun telah sampai. keluarga Irhampun telah datang melamar Amira untuk Irham... disela - sela perbincangan dari kedua belah pihak, Amira pun mengintip dari pintu kamrnya, kemudian Amira terheran - heran kalok bapaknya Irham pernah bertemu dengan Amira, disaat Amira melabrak Irham..
" Hem macam pernah lihat om itu?, apa ku yang salah liat?, tapi kalok emang betul, apa ia bapaknya." kata Amira dalam hati dengan rasa terheran - heran.
lalu sahabatnya pun senyam senyum melihat hari bahagia sahabat nya.
ditempat lain dalam perbincangan dari keluarga dia belah pihak. keluarga Irham melamar Amira.
" walaupun saya orang tuanya Amira, tpi saya tidak bisa memutus langsung, karna saya harus bertanya dulu sama yang punya badan, karna yang menjalani dia". kata bapaknya Amira..
bersambung...
jangan lupa tunggu selanjutnya ya....
__ADS_1