
lalu Mira pun langsung pergi meninggalkan pak Wijaya.
setelah Mira sampai ke mobilnya, pas di depan kantor prusahaan Irham, dan dia pun menadangi gedung itu, dngan muka kecewa dan kesal.
dan Mirapun sambil membayangkan prilaku Irham yang mengirimkan SMS yang tidak menyenangkan kepada ibunya Mira,
"sanggub Mira membuat ibuk malu" kata buk Azizah dengan rasa kecewanya
" tidak ibuðŸ˜, orng yang mencuri hanpone Mira ni yang penipu buk, dia yang mengirimkan SMS ini kepada ibuk. Mira di fitnah ibuk, ayah Mira di fitnah" kata Mira sambil menangis
dan pak Rian pun terdiam, dia merasa sedih dan kecewa dengan Mira, dan pak Rian pun tidak berkata apa apa, karna dia tidak tau mana yang benar.
"ibuk tau kan kalok Mira enggak pernah keluar sma laki laki mana pun, ibuk tau kan buk,ðŸ˜ðŸ˜, Mira tidak mengandung buk, Mira tidak mengandung.
" ibuk lihat ni ibuk Mira tidak mengandung, ayah lihat ni ayah kalok Mira tidak mengandung" kata Mira menangis sambil memukul perutnya, kalok dia itu tidak mengandung.
kemudian pak Rian dan buk Azizah pun merasa kasual melihat Mira seperti itu. lalu buk Azizah memeluk Mira.
" udah sayang udah nak" kata buk azizah
"sumapk ibuk sumpah kalok Mira tidak mengandung buk, ayah Mira tidak mengandung ayah" kata Mira.
kemudian pak Rian dan buk Azizah mengangguk angguk, menyatakan kalok mereka itu percaya sama anaknya yaitu Mira, kalok dia itu tidak mengandung.
setelah sekian lama Mira menangis didalam mobil,depan kantornya Irham, lalu Mira pun berangkat pulang.
sebelum Mira pergi, pak Wijaya melihat kartu yang dipegang sama Mira, pak Wijaya dia tau Mira baru menjumpai siapa..
kemudian pak Wijaya melangkah menuju ruangan Irham. sesampainya pak Wijaya di depan ruangan Irham, pak Wijaya melihat Irham lagi senyam senyum, menikmati rasa kepuasan dia, kalok dia bahagia sudah membuat hati Mira sakit.
__ADS_1
" puas hati aku, main main kamu sama aku😊" kata Irham sambil mengoceh sebdirian.
rupany pak Wijaya mendengar semua apa yng di ucapkan Irham barusan.
" eeheem" kata pak Wijaya sambil senyam senyum.
" pap papa, ada apa papa datang??" kata Irham.
pak Wijaya pun langsung mendekati Irham, sambil melihati Irham.
" kenapa papa melihat Irham seperti itu? apa ada sesuatu pa?" tanyak Irham.
dan pak Wijaya pun menarik kan napasnya sambil senyam senyum.
kemudian pak Wijaya menyuruh Irham duduk.
" Irham adalah anak satu satunya pewaris papa, tadi papa ada bertemu dengan seorang gadis, hemmm manis. pas papa lagi di Lib tdi. nampak baik orangnya dan dan papa sukak" kata pak Wijaya.
" trus apa, apa hubungannya perempuan itu sama saya pa?, saya tidak paham" kata Irham
" papa berharap kalok dia itu teman wanita Irham" kata pak Wijaya.
" apa yang papa bilang ni pa? perempuan yang mana?" kata Irham, sok pura pura tidak mengerti.
" perempuan yang manis, cantik jelita, yang pakai baju pink, dan memakai jilbab tdi" jelas pak Wijaya
" oooooo, perempuan itu, papa perempuan itu Irham pu tidak tau siapa dia, datang entah dari mana, jangan -jangan papa ni salahboramg tadi ya" kata Irham, sambilan mengelak.
" hehe, kamu jangan berhohong ham, papa baru sekali Loh ngeliat dia, papa sudah tau apa yang ada di hati Irham tu, atau kamu tu udah sakitkan hati dia??" kata pak Wijaya
__ADS_1
" papa bagai mana mau saya menyakiti hati dia, sedangkan dia bukan pacar Irham pa" kata Irham.
" papa maunya kamu kawin dengan dia secepat mungkin" kata pak Wijaya, tanpa berfikir panjang.
" hekhem, tapi papa" Irham menarik napas sambil mau memberi alasan kepada papanya, tapi papanya langsung memotong pembicaraan dia.
" papa enggak mau mendengarkan bermacam - macam alasan dri kamu, dan papa tidak mau nantik kamu rusakkan anak perempuan orng" kata pak Wijaya.
" papa, kenapa papa ngomong seperti itu, kenyataannya dia bukan kekakai Irham, bagai mana mau Irham Kawi dengan nya pa" jawab Irham.
" ok baik baik, begini saja, papa tidak ada masalah, kamu ada sma dia Ara tidak ada sama dia, papa maunya kamu nikah dengan dia bulan depan, iya, kalok tidak papa tidak akan wariskan semua ini kepada kamu, dan papa akan serahkan kepada sepupu kamu" kata pak Wijaya sambil mengancam anaknya.
"hudri" kata Irham
" yes Hadri" jawab pak Wijaya
" papa ini tidak adil pa" kata Irham
"ok ok kamu mau keadilan kan? apa kamu memilih asila, papa tidak setuju? kata pak Wijaya
" tapi pak" Irham menyanggah
" o tidak tidak, papa tidak setuju. kamu harus kawin dengan perempuan tdi tu, selambat - lambatnya akhir bulan depan, yah" kata pak Wijaya.
dan Irham pun terdiam, dia merasa kesal karna disuruh kawin sama orang yang dia tidak kenal. tapi Irham tidak bisa melakukan apa - apa pun, dia cuman bisa menerima apa yng disuruh kan papanya, kalok Irham tidak mendengar kan omongan bapaknya, maka dia tidak mendapatkan warisan dari papa nya.
BERSAMBUNG.....
mintak saran dan keritikannya ya teman teman... biar tau apa kesalahan dari penulisnya...
__ADS_1