
...
besoknya, ciel kembali pergi berjalan ke akademy sihir.
setelah sampai, ia masuk ke kelas dan duduk di bangkunya. kali ini, semua orang melihat nya. mengingat apa yang terjadi kemarin.
"sekarang aku menjadi pusat perhatian ya"
pikir ciel.
... singkatnya bel masuk berbunyi dan pelajaran dimulai. 2 jam kemudian.
bel istirahat berbunyi. ciel keluar dari kelas dan pergi ke kantin. dia memesan makanan dan duduk di bangku disana.
"kudengar kemarin salah satu murid kelas mu mati. apa yang terjadi sebelumnya kemarin?"
ucap rekaraisi yang lewat.
"ya"
ucap ciel.
lalu, ketika mereka sedang berbicara. olivier muncul.
"oh kau juga datang ya olivier"
ucap ciel.
"ya. dan juga ciel, apa yang terjadi pada kelas mu kemarin?"
ucap olivier.
"cerita nya panjang, kita berbicara di gunung di dekat sini saja setelah pulang sekolah"
ucap ciel.
"baiklah"
ucap mereka berdua.
singkatnya sepulang sekolah.
__ADS_1
ciel,olivier,dan juga rekaraisi bertemu di gunung di dekat sana.
"jadi, seperti yang kau katakan sebelumnya. kau akan menceritakan apa yang terjadi kemarin bukan?"
ucap rekaraisi.
"ya"
ucap ciel.
ciel pun menceritakan apa yang terjadi kemarin.
"dasar lemah. satu kelas saja di buat kewalahan oleh 1 orang. dan dia hanya penyihir kegelapan. sedangkan aku bisa mengalahkan nomor 7 dari seven dark demon"
ucap rekaraisi.
"dasar sombong"
ucap ciel.
"itulah kenyataan nya"
ucap rekaraisi.
ucap ciel.
"oh. baiklah"
ucap rekaraisi.
mereka pun bersiap siap untuk memulai latih tanding.
"baiklah mulai"
ucap olivier yang menonton.
ciel pun dalam sekejap langsung mengeluarkan sihir elemen angin dan air dengan sangat cepat tanpa rapalan. lalu ia menembakan bola api dan pedang angin tersebut yang sangat banyak ke arah rekaraisi dengan sangat cepat.
"kau pikir hanya kau yang mampu mengeluarkan sihir tanpa rapalan?"
ucap rekaraisi lalu mengeluarkan banyak sekali tombak sihir petir.
__ADS_1
dan lalu ditembakan pada ciel dengan sangat cepat.
serangan mereka berdua bertabrakan dan saling beradu. menghancurkan satu sama lain.
mereka terus menerus menyerang dan mengganti elemen sihir mereka sesuai dengan kelemahan elemen sihir lawan.
namun,itu tak bekerja karena kecepatan pengeluaran sihir mereka itu sama yakni kecepatan suara.
"semangat"
ucap olivier yang menonton sedari tadi.
"apa dia bisa melihat serangan kami sembari makan?"
pikir ciel.
lalu, ciel membalik arah tarik gravitasi menjadi ke arah depan pada area sekitar nya dengan sihir sertakoril. dan dalam sekejap, ciel melesat kearah rekaraisi dan dan menyerang nya dengan pukulan super keras yang dibantu oleh dorongan gravitasi yang membuat pukulan nya cukup kuat untuk menghancurkan sebuah rumah batu.
rekaraisi pun terpental. namun masih dapan berdiri dengan santai. meski pukulan ciel sangat kuat. dia saat ini melawan orang yang mampu menyeimbangi nya.
"kau lumayan, serangan mu terasa lebih kuat dari riciselh"
ucap rekaraisi.
"kau juga. kau mampu menahan pukulan ku dan masih berdiri santai"
ucap ciel.
"ya. karena aku ada pada tingkat yang lebih tinggi darimu"
ucap rekaraisi.
"oh benarkah? kurasa aku lebih kuar darimu"
ucap ciel.
lalu, ciel kembali merubah arah tarik gravitasi di area sekitar rekaraisi yang membuat nya tertarik ke atas.
dengan kecepatan suara, ciel terangkat ke langit dan dijatuhkan ke tanah. namun, dia mampu bertahan dengan menggunakan sihir angin.
"cih, melawan pengguna sihir sertakoril sangatlah merepotkan, tapi kau tak akan bisa mengalahkanku"
__ADS_1
ucap rekaraisi.
...