I Sekai De Maho Motanai Tensai

I Sekai De Maho Motanai Tensai
volume 2 act 2 chapter 5 akademy sihir mahkluk 4D


__ADS_3

ciel, rekaraisi, dan olivier pun dengan terpaksa mengikuti tersaki menuju tempat tinggal mahkluk 4 dimensi yang berada di luar heltreim yang merupakan planet nya. singkatnya mahkluk 4 dimensi tinggal di planet treshels.


mereka pun bergerak di antara ruang dan waktu menuju waktu di mana mereka telah sampai di treshels.


setelah sampai.


"mulai sekarang kalian harus tinggal disini. jangan coba kembali ke heltreim atau kalian akan menjadi buronan."


ucap tersaki lalu pergi sembari membawa relzaki.


"ehh. sepertinya kedamaian di dunia kita harus dibayar dengan kita yang dipaksa tinggal disini"


ucap ciel.


"ya. merepotkan saja"


ucap rekaraisi.


"ngomong ngomong. mumpung sudah disini bagaimana kalau kita berkeliling"


ucap olivier.


"baiklah"


ucap ciel dan juga rekaraisi.


mereka pun berkeliling. membeli beberapa makanan dan barang barang. dan juga ketika mereka berkeliling. secara tak sengaja mereka menemukan sebuah akademy sihir disana.


"bagaimana kalau kita mendaftar disini?"


ucap ciel.


"sebentar dulu"


ucap rekaraisi sembari mengecek waktu pendaftaran.


"ini dimulai kemarin"


ucap nya.


"kalau begitu bagaimana jika kita bergerak ke waktu pendaftaran kemarin?"

__ADS_1


ucap ciel.


"baiklah"


ucap rekaraisi dan olivier. mereka pun bergerak diantara ruang dan waktu menuju waktu perekrutan murid di akademy sihir.


singkatnya mereka berhasil lalu mereka pun mendaftar.


ya, memang tak masuk akal dimana mereka kembali ke masa lalu untuk mendaftar namun tak ada masalah di masa depan. karena masa lalu masa kini maupun masa depan adalah hal biasa bagi keberadaan 4D.


mereka pun pergi ke penginapan lalu makan mandi dan juga tidur.


besoknya. mereka berangkat ke akademy sihir lalu masuk ke kelas mereka. yakni kelas khusus kelas 1ks(1 khusus)


disana. terdapat berbagai murid yang semua nya adalah murid murid yang memiliki latar belakang yang kuat seperti anak pejabat, seorang bangsawan, anak kepala sekolah, adik ketua osis, dan lain sebagainya. kecuali seorang murid bernama yeis. ia merupakan murid biasa dengan latar belakang rakyat jelata.


setelah itu. ciel, olivier, dan rekaraisi duduk di tempat mereka.


"oi kalian. siapa kalian? apa kalian bangsawan"


ucap seorang laki laki berambur hitam disana yang bersama dengan tiga orang lainnya.


"bukan. kami hanya rakyat jelata"


ucap ciel.


ucap nya.


"hentikan itu"


ucap yeis.


"jangan mengganggu dasar jelata"


ucap weris lalu memukul nya.


namun, yeis tak berhenti dan menerima tiap pukulan nya.


"cih. merepotkan saja"


ucap weris lalu pergi.

__ADS_1


"a-anu. apa kau tak apa apa?"


ucap olivier yang melihatnya babak belur.


"ah. aku tak apa."


ucap nya sembari tersenyum walau ia sedang terluka.


"kau yakin? apa kau butuh bantuan?"


ucap olivier.


"tidak. tidak perlu, aku tidak meminta apapun."


ucap yeis lalu berdiri dan kembali duduk.


beberapa saat kemudian bel berbunyi dan pelajaran dimulai.


singkatnya setelah pelajaran berakhir. mereka pun berkeliling.


di taman. sedang terjadi perkelahian. dimana yeis sedang dipukuli dan dihajar oleh weris dan teman temannya. namun, ia tak melawan.


"sial. kenapa kau tetapa diam? melawan lah agar ini lebih menyenangkan"


ucap weris.


"menyenangkan? entah melawan atau tidak. ini sama sekali tak menyenangkan"


ucap yeis sembari mencoba untuk berdiri. walau tiap pukulan mengenainya ia merasa kehilangan keseimbangan. ia tetap mencoba berdiri.


"apa yang kau lakukan ini tak berguna. sebuah kesenangan itu tak berarti."


ucap yeis.


"lalu kenapa? menghajar orang lain adalah hal terbaik bagiku."


ucap weris.


"sudah kubilang itu tak berguna. berhenti dari ini adalah hal terbaik. kau harus berhenti menciptakan ketakutan dan kegakuman sekaligus pertemanan yang palsu itu dengan menggunakan kekerasan"


ucap yeis.

__ADS_1


"cih"


weris pun pergi meninggalkan yeis yang babak belur. lalu yeis pun pingsan


__ADS_2