Igneel The White Flame

Igneel The White Flame
eps 2


__ADS_3

Setibanya aku di dalam kota,aku heran karena semua orang yang ada di kota melihatku dengan tatapan aneh.Benar saja setelah ku teliti lagi ternyata mereka semua tatapan aneh mereka tertuju pada zirah dan pedang kuno miliku yang berlumuran darah kering.


"Pantas saja mereka melihatku dengan sangat menggelikan"batinku


Dari situ aku pun segera mencari sebuah toko baju terdekat.Tak lama setelah aku berjalan,aku melihat sebuah toko baju yang bertuliskan Benang surga di sebrang jalan


"Ketemu"perasaanku begitu senang karena letak toko baju itu tak jauh dari tempatku tadi.Aku pun segera masuk ke dalam toko itu


"Krincing"suara lonceng yang ditaruh di atas pintu berbunyi


"Ohoho,selamat datang di tokoku,apa ada yang bisa saya bantu tuan?"tanya orang yang berada di dalam kasir dan sepertinya dialah sang pemilik toko baju benang surga ini


"Em.... oh ya aku membutuhkan sebuah pakaian baru"jawabku pada pemilik toko benang surga ini


"Pakaian?,silahkan tuan lihat-lihat dulu barangkali ada pakaian yang menurut tuan cocok untuk melapaisi tubuh tuan"jelas pemilik tokok itu sambil menunjuk suatu arah dengan telunjuknya

__ADS_1


"Terima kasih tuan pemilik toko"ucapku langsung berbalik badan menuju arah yang ditunjukan oleh pemilik toko


"Hei anak muda!"panggil pemilik toko dengan nada agak keras.Aku pun berhenti lalu membalikan badanku kembali menghadap ke arahnya."Panggil saja aku Braus"kata pemilik toko itu diakhiri senyum yang sangat ramah.


Aku tersenyum balik"Braus... baiklah,akan kuingat itu"aku berjalan kembali menuju arah yang tadi kuekori karena panggilan Braus sang pemilik toko


Diriku terpukau dengan berbagai macam pakaian yang ada di toko milik Braus,mulai dari : celana,kaos,jubah,zirah,dll.


Akan tetapi pandanganku terkunci pada sebuah jubah berwarna hitam polos degan sebuah saku di sebelah dada bagian kiri serta rantai yang menggantung di pinggang kanan sebagai perhiasan,kebetulan jubah itu dipajang di sudut ruangan yang membuat para pengunjung jarang memperhatian jubah ini.


"Matamu bagus juga nak bisa menemukan jubah bulu rubah itu"entah apa yang niat Braus dengan ucapanya itu,apakah memuji atau menghina.Tapi karena uacapan Braus itu aku juga bisa tahu kalo jubah yang kubawa ini bernama jubah bulu rubah. "Hei,apa kau tidak ingin memakainya?" Braus menawariku untuk memakai juabah bulu rubah itu terlebih dahulu.


"Apakah boleh?"tanyaku ragu-ragu.


"Tentu saja boleh,pergilah ke sana, disana ada ruang ganti"tunjuk Braus pada sebuah ruangan kecil. Aku segera pergi menuju ruang ganti yang Braus tunjuk.

__ADS_1


Setelah mengganti zirahku dengan sebuah jubah aku segera kembali menuju tempat Braus berada.


"Hm... keren juga kau nak, kau sangat pantas menggunakan jubah itu"puji Braus padaku


"Benarkah?,ngomong-ngomong berapa haraga yang kau tawar untuk jubah bulu rubah ini?" tanyaku langsung ke inti.


Braus mengamati dengan cermat zirah dan pedang yang kubawa"bagaimana kalu kau menukar pedang dan zirah kuno milikmu itu?" tawar Braus


"Baiklah,"kuberikan pedang serta zirah kunoku yang sudah terlihat usang itu kepada Braus."Kalu begitu aku akan pergi terlebih dahulu,terima kasih" aku membalikan badanku ke arah pintu keluar lalu aku berjalan menuju ke arah pintu itu


"Oh,hei tunggu"teriak Braus dari tempatnya.Aku yang sudah hendak keluar memalingkan wajahku untuk memenuhi panggilanya."Jubah itu bisa meningkatkan aura dan kekuatan dari sang pemakainya"jelas Braus,"Dan kalau boleh tau siapa namamu nak?"tanya Braus mendadak


"Igneel"jawabku singkat


"Igneel,akan kuingat itu, dan jangan lupa mampir lagi."Setidaknya itu kata terkhir Braus sebelum aku keluar dari toko benang surga milik Braus itu.

__ADS_1


__ADS_2