
"ternyata anak ini berani juga, hr.... Teman-teman seranggg! " perintah si pemimpin goblin kepada teman-temanya.
"Dasar brengsek", ku tarik belatiku yang sudah kupersiapkan tadi sewaktu memasuki pintu goa, belatiku sudah siap untuk menebas apapun yang akan menghalangi jalanku
*sraaaat* suara tebasan belatiku memotong semua goblin yang tadinya menghalangi jalanku, "cih, dasar sampah" ucapku mencela para goblin cecunguk yang barusan kubantai
Tapi tanpa kusangka ada sebuah sinar dari salah satu mayat goblin tadi, ternyata ada seorang goblin yang membawa sebuah permata mutiara yang berfungsi bisa meningkatkan kekuatan bagi sang pemakainya "sampah ini ternyata punya barang bagus juga" ucapku memungut mutiara yang kutemukan pada tubuh bangkai goblin, kemudian kumasukan mutiara itu ke dalam cincinku kemudian aku melanjutkan perjalananku menyusuri goa ini
Semakin masuk ke dalam goa semakin sedikit pula cahaya yang bisa masuk sehingga keadaan menjadi gelap gulita, "untung saja aku memiliki teknik formasi ini" ucapku lalu menggunakan sebuah teknik formasi pada mataku, teknik formasi ini bisa berfungsi meningkatkan ketajaman indra pada anggota tubuh yang diberikan teknik formasi tersebut, kuletakan teknik formasi ini kepada mataku dan seketika pandanganku menjadi terang jan jelas
Semakin ke dalam semakin kuat pula hawa keberadaan sebuah monster yang kurasakan. Langkah kakiku terhenti seketika saat kulihat bongkahan batu menutupi jalan di depanku.
Akan tetapi aku merasakan ada sesuatu yang aneh dan ganjil yaitu karena aura monster yang kurasakan tadi semakin menguat ketika aku menuju ke bongkahan batu di depanku, kucoba mengepalkan tanganku bersiap untuk meruntuhkan bongkahan batu itu dengan tinjuku
__ADS_1
'duak' hantaman pertama ku layangkan tinjuku
'duak' hantaman ke dua kembali ku layangkan tinjuku
'duak' hantaman ke tiga kembali ku hantamkan tinjuku ke bongkahan batu itu, akan tetapi hasilnya percuma karena bongkahan batu itu tak bergerak sedikitpun dari awal tinjuku melayang hingga tinju ke tiga ku
Meski begitu dari saat tinju ke tiga selesai ku layangkan aku menyadari ada sebuah formasi yang melapisi bongkahan batu itu yang menjadikanya tidak bisa hancur kecuali kalau formasinya dihancurkan
"Hebat juga orang yang bisa memasang formasi ini" decaku sedikit memuji pada si pemasang formasi karena pada dasarnya formasi bintang jatuh ini tergolong sulit untuk dipelajari. "Tapi formasi seperti ini bukanlah apa-apa bagiku" remehku, kujulurkan satu telapak tanganku lalu kuhancurkan mata formasinya. Dan seketika 'bum' formasinya lenyap beserta bongkahan batu yang tadinya menghalangi jalanku.
Terlihat banyak sekali emas serta benda-benda antik, akan tetapi mataku tertuju pada sebuah telur yang terlihat unik dan cukup besar, "oh jadi itu sumber auranya" batinku setelah merasakan seumber aura monster yang begitu dahsyat bersumber pada telur itu.
Kucoba untuk menyentuhnya akan tetapi 'drrt' tanganku serasa tersentak oleh listrik, kekuatanku seperti tersedot olehnya, dan ternyata setelah aku lihat lagi telur itu penuh dikelilingi akan formasi"akhh.... sial, aku benci dengan formasi" suara teriakanku menggema di seluruh perut goa, meskipun formasinya tidak setingkat denganku akan tetapi jika terus menerus dihadapkan dengan formasi itu bisa membuatku stres dan lagipula aku adalah tipe orang mager.
__ADS_1
Dengan menggunakan salah satu formasi andalanku yang dapat menghancurkan berbagai macam formasi dalam area tertentu dengan ruang yang cukup luas.
"shin, aktifkan" ucapku seketika memunculkan sebuah area formasi yang cukup luas, aku tak menyangka bahwa formasiku dapat menaungi seluruh goa, "hancur" kataku. Aku sangat terkejut begitu banyak mata formasi yang muncul kemudian hancur.
Lalu kuambil dan kumasukan telur itu ke dalam cincinku, tak ketinggalan seluruh emas dan artefak yang ada dalam gua itu turut aku masukan juga ke dalam cincinku.
'drrrdt' suara goa yang perlahan mau runtuh mengagetkanku, aku pun bergegas berlari menuju mulut goa. Dan tepat ketika aku berada di mulut goa, seluruh goa itu ruuntuh rata dengan tanah. "fyuuh, untung saja kalo tidak aku pasti sudah ikut rata dengan tanah" aku menarik nafas lega setelah selamat dari runtuhan goa.
Perjalananku untuk menyusuri hutan kulanjutkan kembali, aku tidak sabar unruk bertemu monster yang lebih kuat daripada goblin yang kutemui di goa. Sesuai yang kuharapkan aku bertemu beberapa kelompok monster berlevel D, C, dan A, mulai dari level D aku menemukan sekelompok wolfman dengan kurang lebih ada sekitar 30 anggota, sedangkan untuk monster di level C aku menemui lizardman yang sepertinya sedang melakukan patroli entah memang aku berada di wilayahnya atau bagaimana tapi aku memang melawan banyak sekali lizardman, sedangkan untuk monster yang berada di level A yang kutemui adalah orc, orc merupakan evolusi lanjutan dari goblin, orc memiliki tubuh yang besar dan kuat dengan keahlian yang jauh melebihi goblin. Untuk orc sendiri aku hanya menemukan sekitar 2 buah orc. Kuambil kulit sertabagian tubuh merka yang terlihat berguna serta dapat dijual kemudian kumasukan ke dalam cincinku.
Saat kurasa sudah cukup dengan barang-barang dari monster yang kubunuh aku kembali menuju kota untuk menjual barang-barang hasil petualangan singkatku di hutan terlarang.
Saat kedua bola mataku melihat kedua penjaga gerbang yang menjengkelkan itu aku merasa ingin memberi pelajaran kepada mereka lagi.
__ADS_1