Igneel The White Flame

Igneel The White Flame
eps 4


__ADS_3

" Ini adalah guild, tempat dimana semua petualang berkumpul dan mengambil sebuah misi agar menfapatkan upah" jelas Lala, saat ia menarik nafas dan hendak melanjutkan penjelasanya aku menyelanya "eh.. Maaf petualang itu apa?" dengan wajah polos kusampaikan pertanyaanku


Wajah Lala seketika memerah, ia sedang mencoba menahan tawanya karena tahu aku sama sekali tak mengerti apa itu petualang yang padahal petualang sendiri termasuk pengetahuan dasar di kerajaan ini. "Baiklah kalau begitu akan kujelaskan, petualang adalah seseorang yang menerima tugas agar mendapat imbalan, sedangkan petualang sendiri dibagi menjadi beberapa level berdasarakan kekuatan dan prestasi yanh dimilikinya mulai dari class d hingga class ss" jelas Lala panjang×lebar×tinggi "dan di sini adalah guild yang bernama guild carne "tambah Lala


"Oh, terima kasih" aku mengangguk paham atas apa yang dijrlaskanya "oh ya jika kau ingin mengetahui selengkapnya bisa kau lihat di sana" ucap Lala sambil menunjuk sebuah papan bertuliskan informasi yang ada di pojok guild


"Terima kasih" aku mengundurkan diri dari pembicaraan


"Sama-sama, lain kali jika kau butuh bantuanku lagi jangan sungkan, aku pasti akan siap membantumu" ia membungkukan badanya ke arahku sebagai tanda hormat


"Baiklah lala, akan kuingat jasamu" aku lanjut berjalan menuju ke papan informasi yang berada di pojok ruangan guild tempatku berada. Dari papan informasi itu serta penjelasan panjang lebar dari Lala aku sudah cukup mengetahui dan mengenal tentang kata "Carne" yaitu nama kota yang kini sedang ku tempati

__ADS_1


Berdasar informasi dari peta yang kulihat pada papan informasi aku juga mengatahui bahwa hitan tempat aku tersadar dari segel yang mengurung tubuhku dalam sebuah kristal berwarna hijau itu adalah hutan terlarang. Hutan itu disebut hutan terlarang dikarenakan disana terdapat kumpulan energi hitam yang begitu padat sehingga menarik perhatian para monster


Dahulu kala tempat itu merupakan tempat bekas peperangan besar terjadi, peperangan antara aliansi ras iblis, monster, dan sebuah clan manusia melawan sebuah clan tersembunyi yang konon katanya memiliki sebuah kekuatan yang luar biasa. Dari papan informasi itu juga aku mengetahui seberapa lama aku tersegel di dalam goa di hutan terlarang, yaitu kurang lebih sekitar seribu tahun yang lalu,"pantas saja aku merasa kepalaku sangat pusing dan tubuhku serasa mati rasa" ucapku dalam hati


Mataku berkeliling melihat papan informasi dan menemukan sebuah poster yang dapat memebangkitkan hasrat berburuku"baiklah, sepertinya pekerjaan ini akan menjadi sedikit lebih seru" ucapku memutar badan menuju pintu keluar. Aku berniat untuk kembali ke hutan terlarang untuk berburu beberapa ekor monster agar aku mendapat sedikit uang


Sekaluarnya aku dari guild aku langsung pergi menuju ke hutan terlarang tempat aku pernah disegel dalam gua, untuk kali ini aku takan tersesat karena aku sudah sedikit hafal peta yang menunjukan daerah kota ini


...****************...


Aku melewati mereka yang sedang terdiam kaku bagaikan patung, rasa sedikit lega serta puas menyelimuti hatiku. Kembali ku segel aura pembunuhku tadi ke dalam cincinku, setelah melewati gerbang serta kedua penjaga bodoh itu lalu kulanjutkan lagi perjalananku menuju ke hutan terlarang tanpa menoleh ke arah belakang sedikitpun.

__ADS_1


...****************...


Hutan terlarang ternyata tak seperti yang kubaca pada papan informasi tadi. "Hmm, aneh kenapa sejauh ini masih tidak ada apa - apa?" batinku karena sejak aku memasuki hutan tadi tak ada seekor monster pun yang ku temui entah karena mereka merasakan hawaku atau yang lain hingga aku tiba di depan pintu sebuah goa yang cukup besar "hmh, sepertinya menarik" ucapku sebelum memasuki goa itu. Aku juga merasakan beberapa hawa monster yang terpancar samar - samar dari dalam perut goa itu


Saat mulai memasuki goa tak lupa aku mengeluarkan sebuah belati (Belati adalah sejenis senjata tajam yang fungsinya untuk menusuk atau menikam / lebih sering disebut sebagai pedang versi pendek), karena kondisi di dalam goa juga tidak memungkinkan untuk menggunakan pedang dengan ukuran panjang


Baru saja sekitar beberapa puluh meter aku memasuki goa aku sudah diambut oleh beberapa goblin yang terlihat hijau seperti biasanya. "oh ya, sedikit informasi yang kudapat dari papan informasi tadi bahwa ada beberapa tingkatan monster yang ada di dunia ini mulai dari kelas yang paling rendah yaitu D, kemudian disusul kelas yang lebih tinggi yaitu C, B, A, S, SS, dan yang tertinggi ada kelas SSS dimana hanya ada 1 monster yang menduduki peringkat tersebut yaitu ratunya para monster 'Albedo' yang kekuatan tempurnya setara dengan satu juta kesatria tingkat atas


"hr....., mau kemana kau" eram goblin yang tiba-tiba muncul "kalau kau ingin lewat coba kalahkan kami lebih dulu" ancam salah satu goblin yang sepertinya merupakan ketua kelompok dari para goblin cecunguk yang menghalangi jalanku menuju ke perut goa


"Hmh dasar goblin sampah" ucapku seraya maju menuju ke arah kelompok goblin di hadapanku, belatiku kupersiapan untuk menebas para cecunguk di dahadapanku

__ADS_1


__ADS_2