Ini kisah Hidupku

Ini kisah Hidupku
Korban Bully


__ADS_3

Aku yang pendiam sering menjadi korban bully teman-teman sekolah ku, kelas satu sd aku sering di palak teman laki-lakiku, jika aku tidak memberikan dia uang aku selalu di ancam.


Sungguh miris aku hanya di bekali uang 3000 saat itu, tapi selalu di palak, aku mencoba melawan mereka tapi dalam tenaga saja aku sudah kalah, mereka laki-laki sedangkan aku perempuan.


Setiap sekolah aku selalu di ganggu mereka, di ancam menggunakan kadal, bekicot, dan bahkan silet.


Aku mengadu kepada nenek ku kalo aku selalu di palak di sekolah, dan nenekku berbicara pada orang tua anak yang sering memalaku, hingga dia akhirnya tidak pernah memalak lagi.

__ADS_1


Tapi bukan hanya itu pembully an yang aku alami, teman-temanku selalu mengejek fisikku, karena aku bertubuh gendut, mereka selalu menghinaku.


Yang lebih parah teman sebayaku malah mengancam akan memperkosaku jika aku tidak memberi dia uang.


Aku juga sering di bully karena ulah keluargaku, saat itu ayahku mabuk dan baku hantam dengan pamanku, nenek yang panik berteriak minta tolong, lalu orang sekampung langsung berkumpul menonton mereka bertengkar, sejak saat itu salah satu temanku selalu mengejeku anak pemabuk, padahal ayah diapun sama seorang pemabuk juga, bahkan bukan hanya anak sebayaku tapi orang dewasapun pernah membullyku, saat itu tanteku kehilngan hp, dan ternyata hp tanteku di curi oleh pamanku di situ ada seseorang yang memanggilku maling, padahal aku tidak ada sangkut pautnya dengan hp itu, pamanku yang salah dan aku yang menjadi korban pembullyan, bukankah tidak adil.


Ku juga pernah di sebut pengemis dan di jauhi oleh sepu-sepupuku sendiri, dan nenek mereka hanya diam saja mendengarkan aku di hina oleh cucunya.

__ADS_1


Pernah sekali aku sedang berjalan dan dan tiba-tiba kakak kelasku berteriak aku seperti ibu-ibu, hanya karena aku menggunakan jilbab panjang, ya aku akui itu jilbab ibu-ibu, tapi apa hak dia mengejekku sedangkan aku saja tidak kenal kepada dia, semua menghina diriku karena aku si miskin bukan orang berada seperti mereka.


Dulu ingin rasanya membalas semua perbuatan mereka kepadaku, aku selalu di salahkan atas hal yang bahkan tidak pernah aku lakukan sama sekali.


Pembullyan itu berlangsung selama 6 tahun dari aku mulai sd kelas 1 samai dengan lulus sd, dari situ aku trauma untuk sekolah dan sempat berpikir untuk tidak melanjutkan sekolah, tapi kakak ku bilang kalo nanti smp tidak akan terjadi lagi pembulian semacam itu, dan memang benar smp aku tidak merasakan pembullyan seerti saat aku masih sd.


Dampak dari pembullyan itu hingga saat ini masih belum hilang, aku masih menyimpan rasa benci yang teramat dalam keada orang-orang yang membully aku dengan seenaknya, tanpa memikirkan bagaimana perasaanku saat itu, yang hanya bisa menangis.

__ADS_1


Aku berharap kelak aku bisa menjadi orang yang sukses, agar aku bisa membuktikan keada semua orang yang pernah membullyku jika aku mampu lebih hebat dari mereka yang selalu merasa paling hebat sehingga dengan bangganya menghina orang yang lemah sepertiku.


__ADS_2