
Hari ini Rain begitu bersemangat untuk pergi bekerja karna Aldi cowok paling tak di sukai olehnya tidak muncul lagi di hadapannya sehingga semangatnya makin bertambah.
Hari ini Rain pun berpenampilan simple dengan make up naturalnya sungguh cantik dan menggemaskan,kulitnya yang putih di balut dengan pakaian berwarna putih membuatnya makin sempurna di tambah lagi senyum nya yang imut dengan gigi kelincinya serta bulu matanya yang lentik membuat Pria bersiul saat melihatnya.
Di tempat kerjanya hari ini Big Bos nya memiliki tamu istimewa dari Negara S dan akan bertemu dengan Bu Zhao selaku CEO di perusahaan nya akan bertemu tamunya di apartemennya.Sebelumnya Bu zhao sudah menginfokan ke outlet xx tempat Rain saat ini bekerja untuk mengantarkan tamu nya tersebut ke apartemen miliknya.
Outlet xx berada di tengah kawasan Kota,di sampingnya ada Hotel mewah bintang lima,ada restoran,pusat perbelanjaan,apartemen milik Bosnya dan di belakang nya terhubung langsung dengan pelabuhan horizon menuju negara lain dan hanya untuk para CEO juga kalangan atas.Jadi Salon tempat Rain bekerja bukan sembarangan salon,semua Customernya pun berasal dari berbagai negara dan orang orang penting.
Bu Ingrit yang telah menerima info tersebut tersebut segera memanggil Rain ke depan.
"Rain Ibu minta tolong boleh yah dek" ujar Bu Ingrit
Rain tersenyum "tolong apa bu?" tanya Rain
"Sebentar lagi tamu Bu zhao datang ke sini minta di antarkan naik ke apartemen,kamu tolong antarkan yah karna Ibu lagi buat laporan sekarang" dengan wajah memelasnya
Rain lalu mengangguk mengiyakan "Baik Bu" ujar Rain tak enak menolak
"Makasih yah dek" Bu ingrit langsung tersenyum lalu menjelaskan letak unit apartemen Bu zhao dan memberikan kartu izin untuk masuk ke dalam apartemen.
Tamu tersebut sudah datang,seorang Pria dewasa berjas hitam ditemani dengan dua orang Pria berbadan tinggi dan besar.Tanpa basa basi lagi Rain langsung mengantarkan tamu tersebut menuju lift dan Rain memencet angka 15.
Rain hanya tersenyum pada Tamu tersebut dan tak berbicara,tamu tersebut pun hanya diam dengan wajah datar.Lift terus berjalan naik,Rain terus berpikir bahwa orang di sebalahnya sepertinya adalah patung.
Lalu setelah sampai ke lantai 15 Rain mengarahkan tamu tersebut menuju pintu unit Bu Zhao,setelah memencet bell dan mempersilakan tamu tersebut masuk Rain segera pergi.
Sambil menunggu pintu lift terbuka Rain mulai dengan pikirannya "Hmm,dasar yah boss boss semuanya sama,mukanya datar gak ada ekspresi.Bersuara pun gak ada,orang kek bilang makasih gitu" gerutuh Rain dalam hati.
Saat pintu lift terbuka di dalam ada sosok pria tampan,Rain segera masuk ke dalam lift dan di sana hanya ada mereka berdua.
Rain terus memandang wajah pria tersebut "Ganteng sih tapi sama aja mukanya datar" lalu tertawa tawa kecil
"Ya ampun kayak nya cowok ini berkedip pun nggak" Rain menggeleng gelengkan kepalanya.
"Tinggi,Putih bersih gak ada bulu di muka,bulu matanya ya ampun lentik,imut manis gemes deh" ujar Rain dalam hati lalu tersenyum kembali dan terus memperhatikan pria tersebut
"Dia ganteng banget sih,tapi dari mukanya itu gak punya ekspresi sama sekali.Udah kayak vampire aja,apa jangan jangan dia beneran vampire yah" mata Rain lalu melotot sendiri
"Ehh tapi kalau vampire sih gak apa apa aku rela di gigit" lalu kembali tersenyum.
__ADS_1
Rain terus memperhatikan wajah itu selang beberapa saat terus melamun lift pun berbunyi Ninggg.
Rain segera bangun dari halusinasi nya lalu melihat Pria tersebut berjalan satu langkah lebih dulu,Rain mempercepat langkahnya mendahului Pria tersebut.
Saat terus melangkah Rain merasa ada yang aneh "Kayaknya nih cowok ngikutin Aku deh" masih berjalan dan sesekali menoleh ke arah belakang
"Okey tenang Rain kalau kamu berenti mendadak terus dia berhenti juga berarti Fiks dia ngikutin kamu" fikir Rain di kepalanya
Lalu Rain menghentikan langkahnya saat menuju tempatnya bekerja,saat hendak memasuki pintu kaca pertama Rain mendadak menghentikan langkahnya dan benar saja pria tersebut ikut berhenti.
"Hey kamu ngikutin Aku yah?" tanya Rain curiga
Pria tersebut hanya diam.
"Kamu bener ngikutin aku iya kan,ngaku deh" ujar Rain kembali
Pria tersebut masih saja menatap datar.
"Kamu gak bisa ngomong,iyaa yahh?" ejek Rain
"Emang dasar yah Gang muka pucat gak punya ekspresi muka datar gagu gak bisa ngomong,ganteng ganteng tapi gak ada suara" ujar Rain pada Pria tersebut.
Rain yang tidak sanggup dengan rasa penasarannya pun mendekatkan wajahnya pada Pria tersebut lalu berjinjit dan menusuk nusuk pipi pria tersebut dengan telunjuknya dan memastikan bahwa pria tersebut memiliki nafas dan ternyata masih bernafas.
"Syukurlah ada nafasnya Aku kira dia vampire beneran terus aku darah sucinya" kata Rain dengan suara pelan yang masih bisa di dengar oleh pria tersebut.
Dan akhirnya Rain berbalik kembali ke depan terus melangkah dan tidak memperhatikan bahwa di depannya bukanlah pintu melainkan dinding kaca.
"Aauuucchhhh sakit" pekik Rain sambil mengelus jidat nya
Pria tersebut pun hanya diam dan melanjutkan langkahnya
"Iiihhh bukannya tolongin kek,ini masih aja jalan" benar benar membuat Rain kesal sehingga lupa akan sakitnya dan jidatnya yang memerah.
Rain kembali melangkah mendahului pria tersebut,Rain masih dengan rasa kesalnya lalu saat mendorong pintu semua karyawan berbaris di depan menyambut.Rain sampai terkejut terheran heran pastinya.
"Kalian kenapa sih pada baris gini?mau ngerjain Aku yah?" tanya Rain
Semua karyawan masih tertunduk diam dan hening termasuk Bu Ingrit manager mereka.
__ADS_1
Rain pun masih belum melangkah lebih dalam "Kalian kenapa sih tiba tiba jadi gagu gini" Rain heran namun masih tertawa melihat semua orang tertunduk melihatnya.
"Iihhh udahlah,geli Aku liat kalian kayak gini tau.Lagian heran deh Aku hari ini ketemu orang orang gagu,sampai sini kalian semua ikut gagu" Rain menggeleng sambil tertawa
"Udahlah aaahhh gak lucu" lalu saat hendak melangkah tiba tiba ada Pria tampan muncul dari dalam ruangan.
Rain langsung membelalakkan kedua matanya,hari ini benar benar dia bertemu dua lelaki idaman.
Pria tersebut menunduk hormat "Semuanya sudah di periksa dan ruangan di kosongkan Tuan muda" lalu Yohan menundukkan kepalanya hormat.
Rain yang baru pertama kali mendengar hal tersebut langsung terbahak "Hahahha apaan sih orang orang hari ini udah aneh semua yah" lalu tertawa kembali
Nayla yang sudah tidak tahan melihat kelakuan temannya yang begitu bodoh mengisyaratkan kode "Ituu ituuuu" sambil menunjuk menggunakan tatapan matanya.
"Apaaan" Rain ikut berbisik
"Di belakang ituuu" tunjuk Nayla lagi
Rain menoleh ke arah belakang langsung berteriak "Haaaaaa,Mama ada vampireeeee!"
Bu ingrit langsung menarik tangan Rain meminggir ke arahnya lalu menunduk hormat "Maaf tuan Muda" benar benar memasang wajah merasa bersalah pada Rey
Sejujurnya mereka ingin tertawa melihat tingkah Rain,tapi bernafas saja mereka takut untuk mengeluarkan suara.
Setelah semua karyawan menyambut,Bu Ingrit menjelaskan pada Tuan Rey bahwa Rain adalah karyawan baru dari outlet x sehingga tidak mengetahui tentang Tuan Muda.
"Tolong maafkan saya Tuan tidak seharusnya karyawan di naungan saya berperilaku tidak sopan tuan" lalu Bu ingrit menunduk
"Hmm" jawab Rey datar
"Mati Aku mati ya ampun" Rain menjadi ketakutan sendiri.
"Kamu gimana sih Rain dia itu Adiknya Big Bos" kata Bu Ingrit menarik Rain ke dalam ruangan
"Tapikan Rain gak tau Bu gak sengaja.Dia kan cuman adiknya Boss bukannya Boss iyakan Bu berarti gak apa apalah sedikit" usaha Rain ingin menenangkan
Bu ingrit hanya berbisik "Iya dia Adiknya Bos tapi lebih berkuasa dari pada Bos,kamu tau separuh dari perusahaan kita ini juga ada saham dia tau" ujar Bu ingrit yang masih degg degggkan
"Jadi gimana Bu?kan udah terlanjur" kata Rain polos
__ADS_1
"Ibu nggak tau Rain apa yang bakalan kamu lewatin setelah ini Rain" wajah Bu ingrit begitu cemas
Lalu sekertaris yohan datang mengetuk pintu,Bu ingrit semakin terkejut dan mereka berdua berbicara sebentar.