
Rain masih dengan rasa kesalnya lalu saat mendorong pintu semua karyawan berbaris di depan menyambut.Rain sampai terkejut terheran heran pastinya.
"Kalian kenapa sih pada baris gini?mau ngerjain Aku yah?tanya Rain
Semua karyawan masih tertunduk diam dan hening termasuk Bu Ingrit manager mereka.
Rain pun masih belum melangkah dari depan pintu"Kalian kenapa sih tiba tiba jadi gagu gini"Rain tertawa tawa sambil menutup mulutnya
"Iihhh udahlah,geli Aku liat kalian kayak gini tau.Lagian heran deh Aku hari ini ketemu orang orang gagu,sampai sini kalian semua ikut gagu"terus menggelengkan kepalanya sambil tertawa
"Udahlah aaahhh"lalu saat hendak melangkah tiba tiba ada Pria tampan muncul dari dalam ruangan.
Rain langsung membelalakkan kedua matanya,hari ini benar benar dia bertemu dengan banyak lelaki idaman.
Pria tersebut menunduk lalu menyambut "Semuanya sudah di periksa dan ruangan di kosongkan Tuan muda"lalu Yohan menundukkan kepalanya hormat.
Rain yang baru pertama kali mendengar hal tersebut langsung tertawa kencang hahahhaa "*Apaan sih orang orang hari ini udah aneh semua yah."lalu tertawa kembali
Nayla yang sudah tidak tahan melihat kelakuan temannya yang begitu bodoh akhirnya memberi kode"Ituu ituuuu"sambil menunjuk menggunakan tatapan matanya
"Apaaan"Rain ikut berbisik
"Di belakang ituuu"tunjuk Nayla lagi*
Rain menoleh ke arah belakang langsung berteriak "Haaaaaa,Mama ada vampireeeee!"
Bu ingrit langsung menarik tangan Rain meminggir ke arahnya lalu menunduk hormat"Maaf tuan Muda"benar benar memasang wajah merasa bersalah pada Rey
Sejujurnya mereka ingin tertawa melihat tingkah Rain,tapi bernafas saja mereka takut untuk terdengar.
Setelah semua karyawan menyambut dan Bu ingrit menjelaskan pada Tuan Rey bahwa Rain adalah karyawan baru dari outlet x ini sehingga tidak mengetahui dirinya itu siapa.
"*Tolong maafkan saya Tuan tidak seharusnya karyawan di naungan saya berperilaku tidak sopan tuan"lalu Bu ingrit menunduk
"Hmm"gumam Rey lalu dia di persilahkan untuk duduk
"Mati Aku mati ya ampun"Rain menjadi ketakutan sendiri.
"Kamu gimana sih Rain dia itu Adiknya Big Bos"kata Bu Ingrit
"Tapikan Rain gak tau Bu gak sengaja.Dia kan cuman adiknya Boss bukannya Boss iyakan Bu berarti gak apa apalah sedikit"ujar Rain menenangkan dirinya
Bu ingrit hanya berbisik "Iya dia Adiknya Bos tapi lebih kaya dari pada Bos,kamu tau separuh dari perusahaan kita ini juga ada saham dia tau"ujar Bu ingrit yang masih degg degggkan
"Jadi gimana Bu?kan udah terlanjur"kata Rain
"Ibu nggak tau Rain apa yang bakalan kamu lewatin setelah ini Rain"wajah Bu ingrit begitu cemas*
__ADS_1
Lalu sekertaris yohan datang mengetuk pintu,Bu ingrit semakin terkejut dan mereka pun berbincang sebentar.
"*Rain,kamu kerjain Tuan Muda yah di depan dia minta kamu yang kerjain"panggil Bu ingrit di hadapan Yohan
Rain melangkahkan kakinya lalu terdengar Bu ingrit membisikkan sesuatu"Pokoknya Rain kamu kerjain bener bener yah"ujar Bu ingrit cemas*
Rain hanya mengangguk pelan
"*Duh kenapa sih ini cuman berdua,yang lain mana lagi gak biasanya salon sepi gini"ucap Rain dalam hati lalu mendekat pada Rain
Silahkan tuan berdiri dulu ikut saya ke wasbak untuk mencuci rambut anda"ucap Rain lembut berusaha tenang
"Kamu perintah saya yah?"suara Rey membentak
"Tidak tuan"jawab Rain singkat"jadi gimana kamu bisa Hair spa kalau rambut kamu* gak di cuci"gumam Rain dalam hati
"Kamu harusnya arahin saya,bukannya perintah perintah saya"bentak Rey
Rain masih sabar lalu memegang tangan tuan muda untuk di bantu berdiri
"Kamu apasih sentuh sentuh saya"lalu menghempaskan tangan Rain
Rain menghembuskan nafasnya pelan menahan sabar
"Ngapain kamu tarik tarik nafas gitu Hah?"melirik tajam ke arah Rain
"Ohhhh jadi begini yah kelakuan kamu di sini,bener bener gak sopan sama customer.Ingat yah customer adalah Raja"bentak Rey
Yohan yang sudah mengerti dengan tuannya hanya diam tidak bertindak,pastinya tuannya ingin mengerjai gadis ini.
"*Jadi tuan yang terhormat Anda mau saya seperti apa?"tanya Rain lembut dan tersenyum
"Kamu ngeremehin saya yah,saya ini lagi marah kamu masih bisa senyum"melotot ke arah Rain
Rain langsung berubah cemberut lalu diam.
"Kamu kenapa diam? jadi di sini kamu mau kerja atau mau liatin saya?"ujar Rey*
Rain menarik tangan Tuan Muda lalu mengarahkannya ke wasbak untuk mencuci rambutnya.Ntah kenapa tangan Rey juga menurut dan melangkah ke wasbak.
"Tuan tenang diem aja yah Tuan gak usah ngomel ngomel terus,mending Tuan jadi vampire lagi kayak tadi saya lebih suka sama Tuan dari pada rempong begini udah kayak customer emmak emmak India"celoteh Rain pada Rey
Rey pun menjadi patung kembali.
Rain mencuci rambut tuan muda dengan begitu lembut.Ntah mengapa dia menuruti Rain
"Udah tuan,mari duduk kembali ke kursi singasana Tuan"memegang tangan Rey kembali dan membawanya ke kursi
Rain mulai memijat kepala Rey dengan lembutnya dan di beri tambahan waktu ekstra pijatan oleh Rain sehingga membuat Rey tertidur.
__ADS_1
Rain melihat dari cermin"Nah gini dong anteng,imut banget sih boboknya"lalu tersenyum
Rain kemudian memasang stimer untuk rambut Rey lalu pergi mencuci tangannya.Terlihat Yohan duduk di sofa mengerjakan pekerjaannya dari laptop lalu Rain duduk menunggu 15 menit untuk steamer rambutnya.
"Ganteng sih tapi pemarah"Rain terus memperhatikan wajah Rey yang tertidur dengan senyuman
Setelah timer 15 menit berbunyi Rain berdiri di belakang Tuan muda dan melepaskan steamer dari kepalanya dengan berhati hati.
"*Tuan tuan bangun"bisik Rain ke telinga Rey
"Tuan Muda bangun"ucap Rain sedikit menambahkan volumenya
Rain terus memperhatikan wajah Rey yang tertidur,terlihat seperti sangat kelelahan.
Rain pun menusuk pipi Rey dengan jarinya untuk membangunkannya,namun Rey tak juga bangun"Ih si vampire sekali tidur lupa bangun*".Kemudian tiba tiba saja Rey memeluk tangannya saat Rain berhenti menusuk pipinya,sehingga tubuh Rain ikut tertarik ke depan seperti sedang memeluk Rey dari arah belakang.
"*Ya ampun,ihhhh bangun deh"pekik Rain sambil menggoyang goyangkan tubuh Rey menggunakan tangannya sebelahnya
"Iiihhhh bangun gak kamu,dasar modus mesum iiihhhhh"teriak Rain kesal di telinga Rey
"Ya udah okey biarin aja rambutnya gak di cuci cuci,ntar lagi juga rambutnya gugur karna botak."ucap Rain pelan
Rey langsung membuka matanya mendengar kata Botak."Kamu sengaja yah peluk peluk saya,goda godain saya iyaaa?"bentak Rey langsung
"Iihhh siapa juga yah,sorry kita beda server tipe aku itu bukan muka pucet"umpat Rain kesal
Rey langsung menatap intens ke Rain"Kamu bener bener yah,udah godain saya menghina saya lagi.Kamu bakalan dapat perhitungan tunggu aja"ujar Rey kesal
"Saya gak mau nunggu,maunya di tunggu"ucap Rain dengan wajah cemberut nya
"Udah ayo,mau di cuci gak rambutnya?kalau gak mau yah gak usah liat aja 10 menit kemudian rambut tuan auto botak"menatap lirih ke Rey*
"*Ya udah ayo"sekarang giliran Rey yang menarik tangan Rain
saat mencuci rambut nya Rain bertanya"gimana tadi rasanya tuan enak gak pijatan kepala saya?"berharap mendapat pujian
"Gak ada Rasa"berkata sambil dengan menutup mata.
"Hisss gak ada rasa,tapi tidur kayak latihan meninggal"gumam Rain*
"*Saya denger yah"ujar Rey
"Saya memang sengaja biar tuan muda denger"jawab Rain ketus*
Setelah selesai mencuci rambut Rain pun mengeringkan rambut Rey lalu merapikan tataannya.Setelah semua siap Rain tersenyum puas.
"Mmmm perfect"senyum Rain melihat wajah Rey
Rey kembali diam menjadi vampire.Setelah itu Rain kemudian pergi meninggalkan Rey untuk minum.
__ADS_1