
Seperi biasanya pagi ini Rain di jemput oleh Aldi.Di depan rumah pun sudah terdengar suara motor,Rain segera keluar menghampiri Aldi.
"*I*ni motor siapa" tanya Rain
"Ini motor Putra" jawab Aldi
"Kok sama kamu?motor kamu mana?" tanya Rain lagi
"Itu lagi di service jadi ku tinggal di bengkel" jawab Aldi
Lalu Aldi menghidupkan motornya dan mereka pun berangkat.
"Kita sarapan dulu yah" ujar Aldi lalu memberhentikan motornya di depan sebuah restoran
"Hari ini kita telat yah Rain,ada yang mau aku bicarain penting dan panjang yah yahhh" Aldi membujuk Rain
Akhirnya Rain mengangguk mengiyakan.
Aldi memulai percakapan mereka "Besok Aku cuti Rain" lalu menatap Rain
"Loh kok mendadak cuti sih" tanya Rain
Aldi pun menjelaskan "Iyaa soalnya Mama aku sakit jadi Aku harus pulang ke Kota D buat jengukin Mama,sekalian Aku juga mau bicara sama Mama dan keluargaku tentang rencana pernikahan kita" lalu tersenyum pada Rain
"Ohh gitu,ya udah gak apa apa.Oh yah ntar malem kamu ke rumah Aku yah soalnya Tante nanyain kamu,harusnya sih tadi pagi dia nyuruh kamu mampir" lalu meminum minumannya
"Okey ntar malam Aku ke sana'" Aldi menganggukkan kepala nya. "Oh yah Rain bisa pinjem Hp kamu gak?" sambung Aldi
Rain langsung memberikan ponselnya pada Aldi tanpa bertanya untuk apa
Aldi kemudian membuka laman browser dan terlihat mengetikkan sesuatu lalu menunjukkan gambar ke Rain dan menjelaskan tentang Konsep pertunangan,Konsep undangan,tempat pre-wed dan Konsep pernikahan.Aldi menjelaskan semua kepada Rain.Sementara Rain hanya diam mendengarkan Aldi.
"Gimana Rain kamu setuju gak" tanya Aldi
Rain hanya menganggukkan kepalanya "Iya Aku ikut mau kamu aja" jawab Rain tak begitu semangat
Aldi pun menatap Rain lagi "Gimana kalau pernikahan kita di adakan di hotel xx kan itu hotel itu naungan perusahaan tempat kerja kita juga,perusahaan itukan bersejarah buat kamu sama Aku.Tanpa perusahaan mereka membuka di bidang Salon juga tentu Aku gak bisa ketemu sama kamu Rain" lalu memegang tangan Rain
Rain langsung melepaskan tangan Aldi dan ponsel Rain pun berdering.Rain langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Kamu sama Aldi yah sekarang?" tanya Putra yang menelfon
"Hm yah" jawab Rain melihat ke arah Aldi
__ADS_1
"Kok lama sih,Aku suruh Aldi bangunin Aku kalau habis dari anterin kamu tapi kelamaan. Aku udah siap terus nungguin dari tadi.Gimana sih udah telat ini" ketus Putra Kesal
"Iya iyaa" jawab Rain
"Buruan sekarang" lalu Putra mematikan panggilannya
"Udah yok Di anterin Aku,lagian Putra juga nunggu lama.Nanti aja di bahasnya" ujar Rain lalu keluar dari restoran lebih dulu.
Sesampainya di tempat kerja Rain langsung berurusan dengan Tika
"Kenapa kamu telat?pacaran aja terus" cetus Tika
Rain hanya diam tak menggubris
"Nih tanda tangan form telat kamu" lalu memberikan selembar kertas pada Rain
Rain pun menanda tanganinya dan memberikan kertas tersebut pada Tika kembali.Namu saat hendak beranjak pergi tiba tiba Tika membuka suaranya
"Gimana Rasanya dapat bekas,secarakan Aldi dari sana ke sini" lalu tersenyum sungging
"Maksud kamu apa?" Rain mengerutkan dahi nya
"Udah gak usah pura pura polos lah" tersenyum licik
"Gak punya etika banget sih kamu ngomong sama orang yang lebih dewasa" sambil menunjuk wajah Rain
"Kalau mau di hargai setidaknya kamu juga harus bisa dong menghargai orang lain,meskipun kamu lebih tua atau lebih muda" ketus Rain
"Keterlaluan yah kamu,sok sok mau ngajarin Aku.Udah gak usah sok lah kamu itu gak lebih dari seorang perusak hubungan orang" memasang mimik tak suka pada Rain
Rain yang mendengarnya pun begitu emosi "Kamu gak usah sok tau yahh" pekik Rain
Nayla yang baru selesai mengerjakan customernya segera menghampiri Rain ke depan "Kenapa? Kok kamu teriak beb" tanya Nayla lalu memegang bahu Rain
"Bilangin tuh ke temen kamu yang gak punya sopan santun,gak usah sok lah jadi orang Pelakor aja sombongnya minta ampun.Ingat yah dia itu gak lebih dari seorang ******" lalu memicingkan senyumannya
"Kamu bilang apaaa???" wajah Rain begitu merah padam tak terima harga dirinya terbawa langsung menarik rambut Tika "Kamu boleh yah gak suka sama aku gak apa apa,tapi bisa gak kamu gak perlu hina harga diri Aku.Kamu juga perempuan,bisa jadi Aku yang kamu hina ini lebih suci dari pada kamu tau gak" teriak Rain
Nayla segera berlari memanggil manager mereka sementara Rain dan Tika masih terus beradu mulut.Rain pun belum melepaskan tangannya dari rambut Tika.
Bu ingrit tiba dan langsung melerai mereka
"Ada apa kalian seperti anak kecil bertengkar?" tanya Bu Ingrit
__ADS_1
Rain pun menjelaskan semuanya.
"Gak kok Bu,dia yang diluan menarik rambut saya tiba tiba" bantah Tika
"Nggak kok Bu,kalau gak percaya tanya aja sama Nayla" lalu melirik ke Nayla
"Kamu jelaskan Nayla" pinta Bu Ingrit
Nayla pun menjelaskan semuanya mulai dari awal dia mendengar teriakan Rain sampai akhir mereka menjadi bertengkar.
"Gak Bu dia itu bohong Bu mereka kan berteman otomatis dia bela temennya pasti Bu" sangkal Tika lalu menatap Nayla dan Rain tajam
"Ya udah mending Ibu putar CCTV sekarang Bu" pinta Rain
"Ya sudah kalau begitu,Rain kamu boleh masuk dan kamu Tika udah di kasir aja tenang" tegas Bu Ingrit
Nayla dan Rain pun masuk ke ruang staf
"Kamu gak apa apa kan Rain?" tanya Nayla
"Gak apa apa kok beb,ayolah kerja di luar ada customer" lalu menarik tangan Nayla keluar
Setelah selesai bekerja Bu Ingrit kembali memanggil Rain di situ pun ada Tika.
"Ayo tika kamu katakan pada Rain "Bu Ingrit melirik ke arah Tika
Tika mengelurkan tangannya "Rain aku minta maaf yah sama kamu" lalu Tika menunduk
"Iya gak apa apa kok" Rain membalas uluran tangan Tika dan tersenyum "Tapi kenapa kamu gak suka sama Aku sejak dari awal Aku di sini?" tanya Rain
"Iya Aku gak suka sama kamu alasannya bukan karna hubungan kamu sama Aldi. sebenarnya itu cuma alasan Aku buat cari gara gara ke kamu biar kamu gak betah berada di Outlet ini" lalu Tika menghembuskan nafas nya pelan.
"Sebenarnya Aku gak suka kamu di sini karena Aku sering denger atasan muji kamu terus karna meskipun kamu stylist tapi kamu juga marketing nya jago dengan kamu di pindahkan ke sini pendapatan outlet makin meningkatkan.Sebelum kamu ke sini Aku bisa menjual produk dengan banyak tapi atasan tidak pernah sekali pun memuji Aku.Setelah kamu di sini aku merasa tersaingi karna penjualan kamu lebih banyak di banding Aku padahal jelas jelas ini pekerjaan Aku di bidang marketing" sambung Tika lalu menunduk merasa bersalah
"Aku ngerti maksud kamu,tapi kamu gak perlu cemburu hanya karna itu karna yang perlu kamu tau rezeki tidak akan pernah tertukar" Rain tersenyum dan mengelus punggung Tika
"Makasih yah Rain kamu emang baik,beda dengan apa yang di bilang sama Sasa" lalu mereka berdua saling berpelukan
"Kan tak kenal makan tak sayang,tak sayang maka tak cinta" ucap Rain
Lalu mereka pun tertawa di ikuti dengan Bu Ingrit
"Udah kan,kalian gitu dong harus kompak biar outlet kita jadi nomer 1 dari cabang lain.Ibu lega kalian udah baikan,pokoknya pertengkaran kalian tadi jangan sampai orang lain tau yah cukup kita berempat aja.Soalnya di sini banyak dinding berbicara takutnya sampai ke teling atasan" tambah Bu Ingrit
__ADS_1