
Lalu sekertaris yohan datang mengetuk pintu,Bu ingrit semakin terkejut dan mereka berdua berbicara sebentar.
"Rain,kamu kerjain rambut Tuan Muda yah dia minta kamu yang kerjain" perintah Bu Ingrit pada Rain
Rain melangkahkan kakinya tanpa sepatah kata.lalu terdengar Bu ingrit membisikkan sesuatub"Pokoknya Rain kamu kerjain bener bener yah" ujar Bu ingrit cemas
Rain hanya mengangguk pelan
"Duh kenapa sih ini cuman berdua,yang lain mana lagi gak biasanya salon sepi gini" ucap Rain dalam hati lalu mendekat pada Rey
"Silahkan tuan berdiri dulu ikut saya ke wasbak untuk mencuci rambut anda "ucap Rain lembut dan sopan
"Kamu perintah saya yah?" suara Rey meninggi
"Tidak tuan" jawab Rain singkat "jadi gimana kamu bisa Hair spa kalau rambut kamu gak di cuci" gumam Rain dalam hati
"Kamu harusnya arahin saya,bukannya perintah perintah saya" ujar Rey
Rain masih sabar lalu memegang tangan Rey untuk di bantu berdiri
"Kamu apasih sentuh sentuh saya" lalu menghempaskan tangan Rain
Rain menghembuskan nafasnya pelan menahan sabar
"Ngapain kamu tarik tarik nafas gitu Hah?" melirik tajam ke arah Rain
"Jadi tuan maunya gimana?Ini salah itu salah semuanya salah.Ya udah Tuan aja paling bener saya yang salah,jadi mending tuan ganti hair staylis yang lain" ujar Rain kesal
"Ohhhh jadi begini yah kelakuan kamu di sini,bener bener gak sopan sama customer.Ingat yah customer adalah Raja" bentak Rey
Yohan yang sudah mengerti dengan tuannya hanya diam tidak bertindak,pastinya tuannya ingin mengerjai gadis ini.
"Jadi tuan yang terhormat Anda mau saya seperti apa?" tanya Rain lembut dan tersenyum
"Kamu ngeremehin saya yah,saya ini lagi marah kamu masih bisa senyum" melotot ke arah Rain
Rain langsung berubah cemberut lalu diam.
"Kamu kenapa diam?jadi di sini kamu mau kerja atau mau liatin saya?" ujar Rey
Rain menarik tangan Rey lalu mengarahkannya ke wasbak untuk mencuci rambutnya.Ntah kenapa tangan Rey juga menurut dan melangkah ke wasbak.
"Tuan tenang diem aja yah Tuan gak usah ngomel ngomel terus,mending Tuan jadi vampire lagi kayak tadi saya lebih suka sama Tuan dari pada rempong begini udah kayak emmak emmak India tau"celoteh Rain sambil menggosok rambut Rey
Rey pun menjadi patung kembali.
Rain mencuci rambut tuan muda dengan begitu lembut.Ntah mengapa dia menuruti Rain.
"Udah tuan,mari duduk kembali ke kursi singasana Tuan" memegang tangan Rey kembali dan membawanya ke kursi di depan kaca.
Rain mulai memijat kepala Rey dengan tangan lembutnya "Bagaimana tuan apakah pijatannya sudah cukup?" tanya Rain tersenyum dan tangannya terus memijat
"Gak ada rasanya tau gak" jawab Rey cetus
Rain menarik nafasnya berusaha sabar,dan menambahkan tekanan di pijatannya "Bagaimna tuan?" tanya Rain kembali
"Masih kurang" jawab Rey datar
Rain begitu geram ingin menggetuk kepala Rey dan menambahkan tekanannya serta sedikit agak menarik narik rambut Rey "Hmm,rasain kamu kepala batu" gumam Rain tersenyum miring
__ADS_1
Rey membuka matanya yang terpejam "Kamu sengaja yah mau rusakin rambut saya,kalau marah kamu ngomonglah" ujar Rey melirik Rain dari kaca
Rain hanya diam dan memijat kembali dengan lembutnya.
Rain melihat ke arah cermin "Nah gini dong anteng,imut banget sih boboknya" lalu tersenyum melihat Rey yang telah tertidur karna tak lagi protes
Rain kemudian memasang stimer untuk rambut Rey lalu pergi mencuci tangannya.
Terlihat Yohan duduk di sofa mengerjakan pekerjaannya dari laptop,Rain duduk menunggu 15 menit untuk steamer rambut Rey.
"Ganteng sih tapi pemarah" Rain terus memperhatikan wajah Rey yang tertidur dengan senyuman
Setelah timer 15 menit berbunyi Rain berdiri di belakang Rey dan melepaskan steamer dari kepalanya dengan berhati hati.
"Tuan tuan bangun" bisik Rain ke telinga Rey
"Tuan Muda bangun" ucap Rain sedikit menambahkan volumenya
Rain terus memperhatikan wajah Rey yang tertidur,terlihat seperti sangat kelelahan.
Rain pun menusuk pipi Rey dengan jarinya untuk membangunkannya,namun Rey tak juga bangun "Ih si vampire sekali tidur lupa bangun" guman Rain pelan
Kemudian tiba tiba saja Rey memeluk tangannya saat Rain berhenti menusuk pipinya,sehingga tubuh Rain tertarik ke depan seperti sedang memeluk Rey dari arah belakang.
"Ya ampun,ihhhh bangun deh" pekik Rain sambil menggoyang goyangkan tubuh Rey menggunakan tangan sebelahnya
"Iiihhhh bangun gak kamu,dasar modus mesum iiihhhhh" teriak Rain kesal di telinga Rey
"Ya udah okey biarin aja rambutnya gak di bilas,ntar lagi juga rambutnya gugur jadi botak" ucap Rain lirih
Rey langsung membuka matanya mendengar kata Botak "Kamu sengaja yah peluk peluk saya,goda godain saya iyaaa?" bentak Rey
"Iihhh siapa juga yah,sorry kita beda server tipe aku itu bukan muka pucet" umpat Rain kesal
"Saya gak mau nunggu,maunya di tunggu" ucap Rain dengan wajah cemberut nya
"Udah ayo,mau di cuci gak rambutnya?kalau gak mau yah gak usah liat aja 10 menit kemudian rambut tuan auto botak" menatap lirih ke Rey
"Ya udah ayo" sekarang giliran Rey yang menarik tangan Rain menuju wasbak
saat mencuci rambut nya Rain bertanya "gimana tadi rasanya tuan enak gak pijatan kepala saya?" berharap mendapat pujian
"Gak ada Rasa" berkata sambil dengan menutup mata.
"Hisss gak ada rasa,tapi tidur kayak latihan meninggal" gumam Rain
"Saya denger yah" ujar Rey
"Saya memang sengaja biar tuan muda denger"jawab Rain ketus
Setelah selesai mencuci rambut Rain pun mengeringkan rambut Rey lalu merapikan tataannya.Setelah semua siap Rain tersenyum puas.
"Mmmm perfect" Rain senyum melihat karyanya di kepala Rey.
Rey kembali diam tak berekspresi seperti sebelumnya.Rain pun beranjak ke ruang staf untuk minum,sedari tadi Rain menahan hausnya.
Saat rain masuk mengambil air minumnya semua anak terrlihat masih tegang sekaligus penasaran.
"Kok kamu santai aja sih Beb" tanya Putri
__ADS_1
Rain diam lalu meminum minumannya
"Koko ganteng udah pergi yah beb? heboh Angel
"Gimana beb masih di luar yah dia?kok kamu beruntung sih bisa pegang calon jodoh aku" ujar Ana
"Kok di tanyain diam aja,mentang mentang situ yah berbunga bunga" ejek Nayla
1,,,,2,,,,,3 hitung Rain dalam hatinya lalu suara walkie talkie memanggil nya "Rain sekarang kamu kedepan yah"
Rain langsung melangkah ke depan,pastinya sudah membawa kesabarannya.
"Rain kamu bantu bawa koper Tuan muda ke lantai dasar menuju pelabuhan horizon,kapalnya sudah menunggu.Anggap saja itu sebagai permintaan maaf kamu karna sudah tidak sopan terhadap Tuan Muda" ujar Bu Ingrit dengan tatapan tidak enak pada Rain
Rain hanya diam mengangguk.Rain di beri koper besar masih tetap diam tak protes,sungguh Rain memang sudah tau bahwa dia akan di kerjai oleh si vampire ini.
Tuan muda dan juga sekertaris Yohan berjalan di depan sementara Rain hanya mengikuti dari belakang,meskipun koper yang di tariknya lebih berat dari tubuhnya Rain tetap diam dan bersabar.
"Ya tuhan ternyata Drakor beneran ada di dunia nyata,apa itu Tuan Muda Hehh" lalu menatap Rey dari belakang dengan tatapan tertajamnya.
"Ini lagi sebelahnya sama aja,udah kayak Yeong di the king sok sok stay cool.Intinya semuanya muka pucat" lalu mendelik menatap ke arah Yohan.
"Ngapain coba Aku bawain koper ini,hiisssss isinya apaan sih baju setoko yah" keluh Rain yang terus menggerutu dalam hatinya.
"Syukur deh kamu pergi lama dari kota ini kalau perlu gak usah balik lagi" gumam Rain yang begitu kesal
Rain terus saja diam mengikuti kedua orang tersebut yang di panggilnya vampire,saat sampai di pelabuhan Rain menyerahkan koper tersebut dan meninggalkan dua vampire tersebut tanpa sepatah kata pun.
"Ya ampun syukur deh dia udah pergi"Rain tersenyum senang.
Saat Rain kembali semua karyawan menginterogasi Rain.
"Gimana Rain tuan muda dia galak gak?" tanya Agus
"Terus terus dia bilang apa aja Rain?Dia bisa senyum kan" tanya Tika
"Beruntung banget sih kamu bisa nyentuh tuan muda yang ganteng nya gak tertolong" ucap Angel dengan penuh senyuman
"Dia pertama kali ke sini tau beb,meskipun sering lewat di depan kalau dia kembali ke apartemen nya tapi gak pernah mampir ke sini.Sekali mampir yang nyentuh pertama kamu" cemberut Nayla tidak rela
Rain terus memandangi mereka semua
"Rain jawab" kompak mereka semua.
Rain masih saja diam dengan wajah datarnya dan menatap wajah bingung mereka satu persatu.
"Kayaknya dia udah ketularan tuan muda deh" ujar Ana.Karna Rey memang tidak pernah mengeluarkan suaranya lagi pula mereka hanya melihat Rey dari kejauhan.Jangankan mendengar suaranya,melihat senyumannya saja tidak pernah selalu saja wajah tanpa ekspresi tapi kelihatan cool.
Rain masih menatap mereka dengan ekspresi kosongnya "Berati tadi mereka sama sekali gak tau apa yang terjadi sama aku dan tuan muda" ucap Rain dalam hati.
Nayla beranjak ke hadapan nya "Rain kamu kesambet yah" lalu menggoyang goyangkan tubuh Rain
Rain masih diam dan semua hening masih menatap ke arah Rain,akhirnya setelah seperkian lamanya Rain sudah tidak mampu menahan tawanya tersebut dan tertawa lepas.Teman temannya semakin bingung dan mengira Rain kesurupan.
"Hahahahaha,,,memang enak Aku kerjain" Rain tertawa senang
"Huuuuuu" sorak teman teman Rain
"Jadi gimana dek?" tanya Amri yang masih serius penasaran
__ADS_1
"Yah gak gimana gimanasih,dia baik kok malahan tadi ketawa ketawa bareng Aku.Makanya aku dari bawah karna dia minta aku anterin dia" ujar Rain tersenyum bangga.
Bu Ingrit yang tahu segalanya dengan apa yang terjadi hanya menggelengkan kepalanya.