IPA Love Story

IPA Love Story
11. ngidam mangga


__ADS_3

sesuai rencana, myka dkk pergi ke rumah ina sepulang sekolah. kendaraan mereka memasuki halaman rumah ina yang cukup luas. baru saja keluar dari mobilnya, ika sudah histeris melihat pohon mangga yang berbuah lebat.


"inaaa... mau mangga" rengek ika dengan wajah memelas. sedangkan yang lainnya turun dari kendaraan masing-masing dan duduk di teras rumah ina.


"tarik napas dulu kali ikaa.. baru juga nyampe udah minta mangga.. kaya bumil lagi ngidam aja" ucap myka.


"iyaah..iyaaah... gue kan cuma seneng aja.. udh lama gak makan mangga" sahut ika yang sudah ikut duduk di teras bergabung dengan teman-temannya.


saat di sekolah tadi myka mengajak teman kelasnya untuk main dulu ke rumah ina. sebagian menyetujuinya sedangkan sisanya pamit pulang duluan karena ada urusan masing-masing. dan disinilah mereka yanag sedang duduk lesehan di lantai. ada myka ika edel in arjun febry jamal iko try dedy eman rikard dan ina sebagai tuan rumahnya.


ina langsung masuk ke dalam kamarnya untuk berganti baju dengan pakaian rumahan. selesai berganti baju ia langsung ikut bergabung di teras. baru saja ingin duduk, ia sudah di cegah oleh ika.


"inaaa... petik mangganya dulu" perintah ika dengan tidak tahu malunya.


"lo nyuruh gue manjat? gak lihat lo ni pohon udah kaya nyentuh langit?. kan ada para pejantan. kenapa gak suruh mereka aja" ina mulai lesal dengan permintaan ika yang tidak pada tempatnya. tapi memang seperti itukan ika.. suka tidak pada tempatnya. seperti warga +62 yang membuang sampah🤷‍♀️🚯


"wajarlah ika minta lo yang manjat. itukan passion lo ina. tenang aja nanti gue kasih pisang yang banyak buat lo" sahut try yang sedang asik main game online di hpnya.


bukkhh


tendangan dari ina tepat di paha try membuatnya terjungkal hingga hpnya ikut terhempas.


"woee... nyet... belum move on dari pertandingan tadi yaah... main tendang-tendang aja.. lo kira gue bola"


"emang lo punya bola kan? bola duaa..hahahahahaa" sambar iko yang sedari tadi fokus dengan hpnya tapi tetap mendengarkan pertengkaran dua makhluk di depannya.


akhirnya eman pun mengalah. ia langsung bangun dari duduknya dan berjalan ke arah pohon mangga. sejenak menengadahkan kepalanya menatap puncak pohon mangga. memperkirakan tingginya pohon mangga tersebut. namun melihat buah mangga yang bergelantungan seakan menggoda eman untuk memakannya. setelah komat kamit entah apa yang diucapkannya, eman memeluk pohon tersebut dan mulai memanjat. ika pun berlari mendekati pohon mangga dengan hati gembira. menunggu buah mangga yang akan di jatuhkan oleh eman.

__ADS_1


dengan kaki yang mulai bergetar dan jantung yang rasanya sudah tidak berada di tempatnya. eman sudah berada di atas pohon mangga. berdiri di sebuah dahan sambil memeluk erat pohonnya. istirahat sejenak sambil mengumpulkan sisa-sisa tenaganya. eman menggoyangkan dahan mangga dengan kakinya cukup kuat membuat buah mangga yang bergelantungan jatuh berhamburan.


ika yang berada di bawah pohon langsung berlari tanpa arah menghindari buah mangga. dengan tubuh yang pendek dan bulat membuat gerakannya kurang lincah. beberapa buah mangga menimpuk kepala dan punggungnya. myka dan yang lainnya pun hanya menertawakan ika yang sudah menjauhi pohon mangga sambil mengusap kepala nya.


setelah dirasa buah mangga sudah banyak yang jatuh eman pun turun dari pohon mangga. edel dan in membantu ika memungut buah mangga sedangkan myka dan ina pergi ke dapur mengambil pisau dan baskom. tidak lupa membawa garam cabe rawit dan gula merah.


jamal dan dedy bertugas mengupas mangga dan arjun membuat bahan cocolannya yaitu cabe, garam dan gula merah yang dihaluskan. mereka pun mulai memakan mangga yang sudah dikupas dan potong kecil-kecil sambil membahas pertandingan tadi.


"cewe-cewe IPS 5 ganas juga yah. ngebayangin mereka main futsal tadi gue jadi ngeri sendiri" febry memulai pembicaraan


"di lapangan aja kaya gitu. apa kabar pas di dalam kamar" sambung dedy dan di ikuti dengan tawa para cowo. seperti itulah kalo bercanda dengan para cowo terutama dedy eman dan arjun. pastikan akan menyinggung ke arah 18+.. tidaaak... 21+ tepatnya.


"coba aja tadi kita mainnya gak pake helm. udah gue jambak tuh rambut kebanggaannya si sasha. main futsal kaya orang kejar ayam." sahut ina yang merasa gemas mengingat pertandingan mereka tadi.


"liar banget mereka. gue ngerasa kaya nonton zombie maen futsal tadi" sahut ika sambil asik menikmati mangga muda yang menimpuknya tadi.


ika hanya tertawa sambil mengusap kepalanya yang ditimpuk tadi. ia masih lahap menghabiskan potongan-potongan mangga di hadapannya. mencocol sedikit ke sambal buatan arjun dan memasukannya ke dalam mulut. rasa asam dari mangga muda tersebut memberi sensasi nikmati tersendiri dilidah ika. myka dan yang lainnya bahkan sudah menyerah tidak sanggup lagi menambah kadar asam lambung mereka.


mangga di baskom sudah habis. minuman dingin yang sediakan ina tadi sudah tandas tak bersisa. myka dan teman-temannya pun pamit pulang ke rumah masing-masing. teringat akan pesan dari papa thias, myka meminta iko untuk mengantarnya pulang ke rumah. tanpa berpikir panjang iko menyetujui permintaan myka.


myka melajukan mobilnya pulang ke rumah di ikuti dengan iko di belakangnya, menggunakan motor supra kesayangannya yang sudah di modif.


waktu menunjukan pukul setengah tujuh malam mereka berdua tiba dirumah myka. myka tutun dari mobil dan masuk ke dalam rumah disusul iko namun ia berhenti di depan pintu masuk.


"malam pah." sapa myka menghampiri papanya yang sedang duduk di ruang tengah sambil memainkan hpnya.


"malam sayang.. sama siapa pulangnya" jawab papa thias

__ADS_1


"sama teman pah. dia ada di depan."


"ayo kedepan" ajak papa thias dan mereka berdua pergi menemui iko


"malam om" sapa iko sambil membungkukan sedikit badannya


"iyaah.. silahkan duduk" balas papa thias. mereka bertiga duduk di teras.


"nama kamu siapa?"


"nama saya iko om. saya teman kelasnya myka. maaf om myka pulang terlambat. soalnya tadi habis pulang sekolah kita ke rumah teman dulu" jawab iko panjang lebar.


"hoo... baiklah. terima kasih sudah mengantarkan anak om dengan selamat"


"iya om.. sama-sama. kalau begitu saya pamit yah om. sudah malam soalnya"


"iyaah.. silahkan.. kamu hati-hati yaah.. titip salam untuk orang tuamu" ucap papa thias. sambil menepuk pelan bahu iko. myka dan papanya masih berdiri di teras melihat iko yang sudah melajukan motornya keluar dari halaman rumah.


"teman kamu sopan sekali" kata papa thias pada myka.


"iya pah. dia ketua kelasnya myka. orangnya baik pah. sering bantuin myka kalo dimintai tolong."


"hmmm.. bagus itu" ucap papa thias menggantung. membuat myka bingung sendiri tidak tahu makna kata bagus yang diucapkan sang papa.


"ayo ke dalam. kamu langsung mandi yah.. sebentar lagi mau makan malam" ajak papa thias dan mereka masuk ke dalam rumah.


"sepertinya dia anak yang baik. orangnya juga sopan dan cukup bertanggung jawab. semoga mereka bisa dekat dan dia bisa menjaga myka dengan baik" batin papa thias mengingat kembali sosok iko yang baru ia temui hari ini.

__ADS_1


__ADS_2