IPA Love Story

IPA Love Story
04. kerja tugas


__ADS_3

pukul 19.00... tepat jam 7 malam teman-teman myka sudah berada di depan pintu rumahnya setelah dibukakan gerbang oleh satpam. mereka pun menekan bel rumah myka berulang kali membuat keributan.. myka pun membuka pintu rumah..


ceklekk


"eehh dobby.. mencet bel kaya orang kampung aja... lagi di kejar zombie ya lo pada ??" ucap myka geram😒.. teman-temannya hanya cengengesan 😅😁menampilkan deretan giginya tak berani membalas perkataan myka.


"ekheemmm... kaki gue pegel banget nihh" gumam try namun masih bisa di dengan myka


myka hanya memutar bola matanya jengah dan mempersilahkan teman-temannya masuk ke ruang tengah. disana sudah disiapkan karpet tebal untuk mereka duduk dan sebuah meja berkaki rendah dan cukup luas.


belum juga mereka membuka buku tugas febry berdehem lalu berkata "tenggorokan gue kering banget.. tadi abis kena angin malam.." ujar febry sambil memegang tenggorokannya.


"lo mau numpang minum atau mau ngerjain tugas sih.. kita juga belom mulai ngerjain tugasnya udah minta minum duluan" sambar myka namun tetap bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah dapur. ia meminta bi marni untuk membuat minum dan membawa beberapa camilan.


setelah itu myka kembali duduk bersama teman-temannya. mereka mulai mengeluarkan buku tugas dan beberapa buku pelajaran fisika. "myk lo udah kerja berapa nomor?" tanya ika. "gue baru ngerjain 4 nomor tadi sambil nunggu kalian dateng" jawab myka tanpa melihat ke ika karena sedang fokus mengerjakan soal lainnya.


"hmmm...tau gitu tadi kita datangnya jam 9 aja. pasti myka udah selesai kerja.. kita tinggal nyalin aja" sambung arjun tanpa merasa bersalah.


pleetakk


satu geplakan dari ina mendarat di kepala arjun yang duduk disebelahnya. "dasaarr ogeb. kalo ngomong suka seenak jidat. tu otak di pake buat ngerjain ni tugas. jangan cuma mesum doang yang diingat. heran guee bisa sekelas sama lo lo pada" ucap ina sambil menunjuk ke arah arjun dedy febry dan try.

__ADS_1


"yaelaah.. itu mulut apa ulekkan.. yang keluar pedes amat" sahut dedy sambil melihat ke arah ina namun di abaikan. myka edel dan ika hanya menggelengkan kepalanya enggan untuk menanggapi.


bi marni datang membawa nampan berisi gelas minuman dan beberapa cemilan.


"ini dia ni yang ditunggu-tunggu dari tadi" ucap try sambil mengambil gelas dan langsung meneguknya hingga setengah. "si bos taurus.. minum gak kira-kira. abis lari keliling GBK lo ??" ucap dedy sambil menggelengkan kepalanya.


"mana pesenan gue tadi?" tanya myka mengalihkan fokusnya dari soal tugas. "ini kanjenng ratu.. monggo di nikmati dulu" ucap arjun dengan logat jawa yang di buat-buat sambil meletakan plastik berisi gorengan.


"kalo gini kan aku jadi semangat ngerjain soal-soal fisika.. di kasih 100 nomor juga gue babat.. sampe ke gurunya juga gue babat abis 😏.. hahahaha🤣" ucap myka dengan wajah sumringah dan sedikit menyombongkan dirinya.


mereka terlihat serius mengerjakan tugas fisika. sesekali para cowo mengganggu cewe-cewe yang dibalas dengan pelotototan atau jitakan dan mereka hanya tertawa.. mengerjakan soal-soal fisika memang harus dibarengi dengan candaan. agar otak tidak kaku dan tidak mudah jenuh.


dengan kejeniusan myka dan dibantu oleh teman-teman cewe yang lain akhirnya tugas fisika pun selesai. dan para cowo mulai menyalin dengan gesit dan fokus. "dasar para batangan... bisanya cuma nyalin doang.." ucap myka sambil menatap para cowo yang sedang serius menyalin.


waktu menunjukan jam setengah sepuluh malam.. mereka sudah selesai mengerjakan tugas fisika. namun belum ada tanda-tanda mereka akan pulang.. mereka asik bercerita dan sesekali tertawa terbahak-bahak saat para cowo melontarkan beberapa lelucon.


saat sedang asik tertawa terdengar langkah kaki sesorang menghampiri mereka. "ribut-ribut gini mau ngerjain tugas atau apa." ucap papa thias dengan tegas dan ekspresi datar.😐


suasana yang awalnya ceria tiba-tiba berubah menjadi hening dan terkesan horor. "kalau sudah selesai kerja tugasnya lebih baik langsung pulang kerumah. ini sudah larut malam dan kalian harus ke sekolah besok." sambung papa thias masih dengan ekspresinya yang datar dan menatap mereka satu per satu.


"ii-iyaa om. ini juga kami mau pamit pulang"😯 jawab try terbata-bata. mereka pun bergegas merapikan buku-buku dan beranjak dari duduk nya.

__ADS_1


"selamat malam om. kami pamit pulang.. trima kasiih" ucap edel pamit mewakili teman-teman yang lain.


"iya. langsung pulang kerumah. jangan keluyuran lagi. hati-hati. salam buat orang tua kalian" jawab papa thias lalu pergi ke ruang kerjanya.


akhirnya mereka bisa bernapas lega😥 setelah papa thias masuk ke ruang kerja dan menutup pintu. "waah... gilaaa.. nyawa gue berasa udah ninggalin tubuh gue separoh."😱 ucap febry lebay. "myk.. bokap loo.. cuma ngomong doang tapi badan gue berasa remuk semua" ucap arjun sambil menatap myka.


myka hanya diam dan berusaha menampilkan senyumnya menanggapi teman-temannya. ika yang melihat ekspresi myka pun merangkul sahabatnya itu "udah gak usah di ambil hati.. bokap lo maksudnya baik.. ini emang udah kemaleman dan rumah kita juga jauh-jauh. jadi lo gak usah merasa bersalah atau malu sama kita. anggap aja ini latihan buat berhadapan sama guru matematika kita"😉 ucap ika sedikit bercanda untuk mencairkan suasana.


myka pun mulai tersenyum kembali dan mereka berjalan beriringan keluar dari rumah myka.


"cinta.. makasiih yah buat tugas sama makanannya " 🙄ucap arjun dengan senyumnya sambil memegang bahu myka. yang lainnya pun pamit dan mengucapkan trima kasih pada myka.


"iyaah.. sama-sama... kalian hati-hati yaah pulangnya.. anterin para cewe sampe ke rumah masing-masing duluan" ucap myka pada teman-temannya.


myka melambaikan tangannya saat kendaraan teman-temannya hendak keluar dari halaman rumahnya. ia lalu masuk kedalam rumah dan merapikan buku-bukunya di atas meja dan bergegas ke kamarnya.


di dalam kamar myka sedang berbaring di atas ranjangnya. mengingat kembali sikap papanya tadi membuat myka sedikit kesal. ia tahu maksud papanya baik tapi cara bicaranya yang membuat myka tidak enak hati. apalagi melihat ekspresi teman-temannya yang sedikit canggung.


ia takut kalau teman-temannya kapok untuk belajar di rumahnya lagi. karena hanya saat mengerjakan tugas myka dapat berkumpul dengan teman-temannya di luar sekolah. myka merasa bosan hanya menghabiskan waktunya di dalam rumah sendirian meskipun sebenarnya ada sang mama yang selalu menemaninya di rumah. namun rasanya berbeda jika bersama teman kelasnya.


✒✒✒✒✒✒

__ADS_1


kesempurnaan yang terlihat dalam diri myka sebenarnya hanya pandangan orang luar saja.. myka sendiri justru merasa bosan dengan hidupnya yang monoton. dan hal itu tidak di ketahui oleh papa thyas karena myka selalu menyembunyikannya di balik senyum dan keceriaannya. padahal tidak jarang ketika sendirian di dalam kamarnya myka sering menangis ketika melihat sosial media teman sekelasnya yang mengunggah foto-foto saat mereka jalan-jalan bersama atau sekedar nongkrong di rumah teman.


__ADS_2