IPA Love Story

IPA Love Story
02. yang terDalam


__ADS_3

.... kediaman Myka ...


pagi hari mama Arumi yang telah selesai menyiapkan sarapan bergegas ke kamar sang putri yang masih terlelap...


cekkllek.. pintu kamar terbuka


"sayang bangun udah pagii.. nanti telat ke sekolah" ucap mama Arumi sambil mengusap rambut Myka. Myka yang sudah mulai sadar pun membuka matanya perlahan dan melihat sang ibu yang duduk di pinggir ranjangnya. menampilkan senyum dan suara khas baru bangun tidur Myka menyapa mamanya. segera ia bangun dan langsung menuju ke kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya.


setelah dirasa penampilannya sudah rapi dengan seragam putih abu-abu dan make up tipisnya, Myka pun keluar dari kamarnya yang berada di lantai dua dan turun ke ruang makan.


disana sudah terlihat papa Thias dan mama Arumi sudah duduk di meja makan sambil ngobrol. "selamat pagi kesayangannya Myka yang paling romantis sedunia๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜‰" sapa Myka dengan penuh keceriaan mengundang senyum yang juga ceria dari kedua orang tuanya.


Myka mendudukan dirinya di samping papanya kemudian menerima sepiring nasi goreng sosis yang diberikan oleh mama. mereka pun mulai sarapan dengan sesekali bersenda gurau mendengar cerita dari sang putri.


selesai sarapan Myka pamit pada kedua orang tuanya tak lupa mencium pipi mereka masing-masing. ia bergegas menuju Lamborghini hijau kesayangannya yang sudah disiapkan oleh mang dadang ART dirumahnya.


butuh waktu sekitar 25 menit membelah jalanan kota jakarta untuk sampai ke SMAN 2 Jakarta.


setelah memarkirkan mobilnya Myka bergegas keluar dan menghampiri teman-temannya yang sedang nongkrong dekat parkiran.


"Morniiiiing bocah-bocahku yang tampangnya ngeselin minta di tampolllll๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†" sapa Myka sambil merangkul Ika sahabatnya yang sudah menampakan senyum menyambut sahabatnya. sedangkan yang lainnya menatap Myka dengan wajah yang kesal ๐Ÿ˜’ setelah mendengar sapaan dari Myka.


ada Arjun Febry Edel Try Rikard dan Dedy yang selalu setia menunggu di parkiran agar bisa masuk ke kelas barengan. hal tersebut sudah biasa mereka lakukan dan para siswa pun sudah terbiasa melihat para siswa XI IPA 1 yang berjalan bergerombolan melewati koridor sekolah yang cukup panjang karena kelas mereka berada paling belakang tepatnya di belakang deretan kelas IPS.

__ADS_1


sampai di kelas mereka duduk di bangkunya masing-masing dengan posisi arjun dan dedi di sudut paling belakang.. depan merka ada Myka dan ika. try dan febry tepat di sebelah arjun sedangkan ina dan edel menduduki tempat paling depan.


drrrtt..ddrrrtt.. drrrrrttt..bel pelajaran pertama di mulai.


sepanjang pelajaran para siswa dengan serius mendengarkan penjelasan dari pak piter guru kimia yang sering di panggil Papi oleh para siswa jurusan Ipa. saat sedang memperhatikan para murid yang sedang mencatat, pak pio melihat febry yang sedang tertawa namun tanpa mengeluarkan suara.


pak pio pun melemparkan spidolnya tepat mengenai kepala febry. febry yang terkejut pun langsung tunduk setelah melihat spidol yang mendarat di kepalanya dan tahu bahwa spidol itu milik pak pio.


"kenapa kamu tertawa ??. apa ada yang lucu ??" tanya pak pio sambil berjalan mendekati meja febry.


siswa lainnya menghentikan aktivitas mencatatnya dan mengalihkan pandangan ke arah TKP . Febry yang gelagapan saat di hampiri pak pio pun berusaha mencari alasan.


"mmm anuu itu papi.. sebenarnya sya tidak sedang ketawa. saya sedang menahan sakit tadi karena kaki saya diinjak sama try" jawab febry tentu saja berbohong. try yang mendengar namanya disebut hanya diam menahan mulutnya agar tidak membantah yang justru akan membongkar kebohongan febry.


flashback on


febry yang sedang mencatat menoloh ke arah try yang memanggilnya pelan. "ada yang lucu" bisik try ke febry sambil menunjuk ke arah jamal yang duduk di depan. febry melihat ke arah yang ditunjuk try dan seketika wajahnya merah karena menahan tawa agar tidak meledak.


jamal yang sedang serius mencatat tidak sadar bahwa baju yang disisipkan kedalam celana seragamnya ternyata masuk ke lapisan terakhir yaitu celana dalamnya dan menampilkan tulisan SPIRIT di karetnya.


dia melakukannya tanpa sadar karena terburu-buru setelah dibentak oleh salah satu guru yang berjaga di depan gerbang sekolah untuk menertibkan para siswa yang hendak masuk ke sekolah.


*flashback off

__ADS_1


"anjirrrr*.. itu anak **** ato apa.. pake baju seragam isi dalam di dalam celana dalam... hahahahaha..." tutur febry saat mereka sedang duduk di kantin sambil menunggu pesanan mereka.


Myka yang tidak tau apa-apa menunjukan wajah bingung sedangkan try hanya tertawa terbahak-bahak saking lucunya membayangkan penampilan jamal tadi. febry pun menceritakan apa yang dilihatnya tadi pada Myka edel ika arjun dan dedi.


sontak mereka pun ikut tertawa bahkan ika sampe menitikkan air matanya saat tertawa dan membayangkannya apa yang baru saja didengarnya.


rikard baru saja bergabung dengan mereka membawa beberapa mangkok mie kari pesanan teman-temannya hanya menggelengkan kepalanya melihat teman-temannya yabg tertawa terbahak-bahak tidak peduli dengan susana kantin yang ramai.


saat sedang menikmati mie sambil di selingi dengan candaan datanglah jamal menghampiri meja mereka. "ekkheeemm.. jahat ya lo semuaaa.. ke kantin gak ngajak gue... senang ya lo pada ngetawain gue".. ucapnya sambil mendudukan diri di samping myka.


mereka hanya tertawa melihat tampang jamal yang sedih dibuat-buat. myka yang kasihan melihat jamal yang sering dibully oleh teman-temannya hanya senyum sambil menegur mereka agar berhenti tertawa.


"sudahlaah... kasihan jamal di ketawain mulu dari tadi.. lidahnya udah hampir abiis kegigit gara-gara namanya kita omongin terus dari tadi" bela Myka yang membuat tawa mereka sedikit mereda.


jamal yang mendengar pembelaan dari myka pun tersenyum ke arah myka. ika yang melihatnya langsung melemparkan tisu bekasnya ke arah jamal "jangan geer lo.. myka cuma mau minta di bayarin mienya dengan cara yang manis" ujar ika sambil menyesap es tehnya.


Myka yang mendangarnya hanya tersenyum ke arah jamal menampilkan deretan gigi putih dan gingsulnya yang membuatnya terlihat sangat manis di mata teman-temannya.


jamal pun hanya membalas senyum Myka sambil berjalan ke arah kasir untuk membayar makanan myka karena memang hal ini sudah biasa dilakukannya untuk membayar jajan myka.


padahal myka mempunyai uang yang cukup untuk membayar sendiri jajannya, tapi ia membiarkannya saja karena melihat jamal yang dengan senang hati membayarkannya. namun sesekali myka juga mentraktir temannya yang satu itu agar ia tidak meresa terbebani.


waktu istirahat pun selesai dan mereka kembali ke kelas... seperti biasa mereka berjalan bergerombol melewati lapangan tengah dan koridor kelas lainnya karena memang letak kantin yang cukup jauh membuat mereka harus melewati jalan yang panjang untuk sampai ke kelas.

__ADS_1


__ADS_2