Isekai No Cheat : Evolusi Death Monster [INC EDM]

Isekai No Cheat : Evolusi Death Monster [INC EDM]
Episode 17


__ADS_3

"Yo, kau tidak apa-apa?"


Itu adalah kata ku untuk menyapa perempuan yg ada di depanku.


"Kau siapa?!"


"Sudah lama ya, apa kau masih ingat aku?"


"Tapi aku belum pernah bertemu dengan mu?"


Dia terlihat ketakutan saat melihatku dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Em....Eto.. aku yg pernah menyelamatkan mu dari serigala tanduk... Apa kau ingat?"


"Eh?!, Ja-jadi kau yg menyelamatkan ku!"


Dia terkejut, tapi sekarang tidak terlihat ketakutan lagi.


Saat itu dia mencoba berdiri dari tempat nya tidur, tapi aku langsung menahan nya dan menyuruhnya kembali duduk.


Dan setelah itu Avi kembali sambil membawa minuman.


"Onee-chan?!"


Dia kaget melihat kakaknya bangun dan langsung memeluknya, sambil menangis.


"Avi"


"Laura onee-chan"


Sepertinya nama gadis itu Laura.


"Onii-chan, bagaimana bisa padahal Avi belum memberikan obat ke onee-chan?"


"Iyaah, aku hanya menggunakan sedikit skill ku padanya!"


Aku memalingkan wajah sambil menggaruk pipiku yg tidak gatal dengan jari telunjuk.


Hah, tidak ada gunanya untuk berbohong jadi kukatakan saja yg sebenarnya.


"Onii-chan, terima kasih"


Avi melompat memelukku, dengan mata penuh air mata.


"Sekali lagi aku berterima kasih telah menolongku"ucap Laura.


"Tidak, aku senang skill ku bisa berguna"


Rumble... rumble..growl..


"Apa kau lapar Avi?"


"Emm"ucapnya Avi malu.


"Aku hanya punya daging bakar, apa kau mauh"


"Ehh, kami tidak bisa terus merepotkan mu!"ucap Laura berusaha menolak.


"Sudah tidak apa-apa"


"Onii-chan, arigatou"


"Oke"


Aku mengeluarkan daging minotaurus dari penyimpanan ku, lalu membakarnya menggunakan sihir api.

__ADS_1


Dan beberapa saat kemudian akhirnya daging yg kubakar matang, aku Memotong nya menjadi tiga bagian dan memberikan dua lainya kepada Laura dan Avi.


"E-em... Apa ini padahal hanya daging bakar bagaimana bisa seenak ini?"ucap Laura kagum.


"Onii-chan hebat!!"


"Ahahahaha... Itu hanya daging minotaurus yg pernah kukalahkan"


"Eh!??, Minotaurus?, Bu-bukankah ini daging dengan kualitas tinggi, apa tidak apa-apa diberikan kepada kami?"ucap Laura.


"Tidak apa-apa, aku juga tidak berniat menjual nya"


"Terimakasih" ucap Laura pelan.


"Satte, aku harus segera kembali ke penginapan"


Karena besok ada pertandingan lagi jadi aku memutuskan untuk beristirahat.


"Ehh!.. kenapa onii-chan buru-buru!?"


"Avi, sudahlah!"


"Ehh!"


"Besok aku ada pertandingan jadi aku harus beristirahat, kalau kalian sempat kalian bisa melihat pertandingan ku!"


"Baiklah"


Setelah itu aku keluar dari rumah itu kemudian pergi keguild untuk mengkonfirmasi questku.


Sesampainya di guild aku langsung pergi kemeja responis.


"Permisi aku ingin mengkonfirmasi questku!"


Aku mengeluarkan 6 telinga kanan goblin lalu menyerahkannya pada responis itu.


"Baiklah, dengan ini quest anda selesai!"


Oh iya, mungkin aku bisa bertanya soal aura yg kurasakan kemarin.


"Anu, aku mauh bertanya, apa di guild ini ada orang yg sangat kuat?"


"Orang yg sangat kuatkah?....tolong tunggu sebentar!......... Ah ada, beberapa hari yg lalu ada penyihir perempuan yg sangat kuat mendaftar di guild"


"Apa kau tau namanya?"


"Maaf, saya tidak tahu"


"Begitu ya"


Setelah itu aku kembali ke penginapan dan langsung beristirahat.


Aku bangun dan langsung pergi mandi ,kemudian langsung mengenakan perlengkapan ku.


Seperti biasanya sarapan hari ini hanya daging dan roti kering, aku bergegas menghabiskan makanan itu dan pergi meninggalkan penginapan.


Aku berjalan kearah tempat turnamen diadakan. jalan yg kulalui sangat ramai tapi entah kenapa aku mendapati diriku diperhatikan oleh orang-orang yg berada disini.


'apakah aku terlalu mencolok karena mengunakan armor ini?'


Aku melirik beberapa dari orang yg melihatku, dan sepertinya mereka tidak melihatku, tetapi melihat sabit yg berada dipunggungku.


'Mungkin sabit ini terlalu mencolok, yah~ lagipula warna Mirtilnya masih terlihat jelas!'


Berjalan dengan cepat aku berjalan kesalahan satu lorong diantara pertokoan.

__ADS_1


"Tempat apa ini?"


Semakin masuk kedalam aku melihat satu toko disana, karena penasaran aku mendekat ke toko tersebut.


"Oooh. Ternyata toko senjata!, Tapi kenapa berada disini?"


Sebuah toko dengan lambang dua kapak disilangkan, walaupun toko itu berada di tempat sepi, toko itu tampak terawat dengan sangat baik.


"Tunggu dulu!, Mungkin aku bisa membeli senjata baru, lagipula sabitku ini sangat mencolok!"


Aku memutuskan untuk masuk kedalam toko tersebut.


Klinting....


Suara pintu toko saat terbuka.


Didalam berbagai senjata dipajang, ada yg diletakan di tembok dan ada juga yg diletakan di tanah begitu saja.


"Senjatanya banyak sekali!"


Aku mendekat kesalah satu senjata disana, sebuah pedang satu tangan berwarna perak dengan ukiran yg sangat indah, ini sangat berbeda dengan sabit yg kubuat.


Saat memegang ujung pedang itu, jariku langsung tergores karena nya, tapi dalam sekejap luka itu menghilang.


"Selamat datang"


Sebuah suara terdengar di belakangku, saat aku melirik kearah nya, ternyata dia adalah seorang pria separuh baya dengan kain yg diikat di kepalanya dan beberapa luka diwajahnya.


"Apa anda pemilik toko ini?"


"Iya, kau benar namaku Grayson, apakah kau ingin membeli senjata?, Kami memiliki senjata bagus disini!"


"Benar aku memang memutuskan untuk membeli senjata, tapi kalo boleh tanya berapa kisaran harga senjata disini?"


Beberapa hari ini aku sedang tidak punya banyak uang, dan uang yg tersisa miliki hanya 3 koin emas, yg ku curi dari manusia saat aku menjadi skeleton.


"Hemm....kalo senjata dengan kualitas terbaik bisa sampai 100 koin emas, tapi kalau kualitas rendah harganya hanya 5 koin emas!"


"5 koin emas kah~"


"Tapi tenang saja, karena kau adalah pelanggan pertama setelah berminggu-minggu aku akan memberimu diskon 50%, bagaimana?"


"Benarkah!!"


"Tentu saja, karena diskonnya 50%, jadi harganya 4 koin emas!"


"Oi, bagaimana itu disebut diskon 50%, apa kau mauh menipuku!!?"


"Ahahahaha..... Cuma bercanda, jadi bagaimana apa kau tertarik?"


"Hemm.... Tapi kalau aku membeli senjata rendahan itu pasti akan mudah rusak........Eto..... Apa ada senjata bekas tapi masih bisa digunakan?"


"Senjata bekas?...ah.. ada kau bisa melihatnya di sana!"


Grayson-san menunjuk kearah tong yg berisi beberapa senjata disana.


Aku mendekati tong itu, disana ada beberapa senjata rongsokan, aku mengambil salah satu senjata disana, yaitu sebuah kapak.


Senjata itu sudah berkarat dan terlihat sangat rapuh, saat aku mencoba membenturkannya ketembok, dan itu sama sekali tidak tajam.


"Huh~, hanya ada rongsokan disini!"


Aku mencari lebih dalam diantara senjata rongsokan itu, dan disana aku melihat sarung senjata berwarna hitam.


Senjata itu lumayan tersangkut, jadi aku menariknya, dan saat senjata itu berhasil kutarik ternyata itu sebuah katana berwarna hitam.

__ADS_1


__ADS_2