Isekai No Cheat : Evolusi Death Monster [INC EDM]

Isekai No Cheat : Evolusi Death Monster [INC EDM]
Episode 31


__ADS_3

"Ghoul armor!"


"Kagune! "


Sebuah armor berwarna merah gelap muncul dan melindungi tubuhku diikuti dengan delapan Kagune.


Aku pun berjalan kearah hydra sambil menyeret sabitku, walau aku bilang berjalan tapi sedikit demi sedikit langkah ku semakin cepat.


Bergerak dengan cepat aku memotong dua kepala hydra sekaligus menggunakan sabitku, diikuti dengan tusukan kaguneku ke tubuh hydra.


RRRROOAAARRRRR----....


"berisik!! "


Hydra yg kesakitan mulai mundur kebelakang, dan tubuhnya terjatuh, tidak menyianyiakan kesempatan itu aku dengan cepat mengubah kaguneku menjadi pedang kemudian memotong kaki hydra, dan membuat dia berguling kesakitan.


ROOARRRRR.....


Mungkin karena dia sudah tidak memiliki mana lagi , hydra mulai menyerang ku mengunakan kepalanya dengan cara mengayunkan ya secara acara acak ke arah ku, tidak seperti sebelumnya, aku tidak menghindari serangan itu, melainkan memotong kepala- kepala yg menyerang ku. Walaupun sesekali kepala itu mengenai ku saat ini aku sedang mengaktifkan skill Ghoul armor, yg artinya serangan itu tidak terlalu berpengaruh padaku.


Hydra yg tadinya kesakitan kini lebih kesakitan lagi karena kepalanya terpotong-potong, ditambah mana nya yg sudah habis membuat regenerasi nya melambat.


"KOROSU!!"


Aku melompat keatas dan melesat kearah hydra dengan tatapan yg masih penuh dengan kebencian..


"Korosu... Korosu... Korosu... Korosu... Korosu.... Korosu.... Korosu..... Korou... "


Dengan Kagune dan sabitku aku mencabik-cabik hydra yg tidak bisa berbuat apa-apa itu, darah mulai menyembur dengan deras, walau begitu aku masih terus menyerangnya seperti seorang Psikopat yg sedang menyiksa korban nya.


"SHINEEEE!!! "


Ku akhiri serangan ku dengan menyalurkan seluruh mana dan kekuatanku pada sabitku, lalu membelah hydra yg terbaring lemah penuh darah ditubuhnya.


"Slashhhhh"


Roa------


Pertarungan berakhir. Hydra yg menjadi musuhku kini terbelah menjadi dua, segera setelah itu aku kehabisan mana.


Ghoul armor yg melindungi ku hancur bagai kaca, Kagune yg muncul dipunggung ku menghilang, lalu sabit yg ku miliki kini retak hampir hancur karena tidak kuat menahan kekuatanku.


Aku berjalan menjauh dari mayat hydra dan mendekat kearah Mio dan laura, tapi sebelum itu aku terjatuh karena kehabisan kekuatan.


Exp dengan jumlah sangat besar didapatkan...


Level up..


Level up...


Level up....


Level up.....


Mencapai level 100


Evolusi tersedia...


Memilih evolusi...


Memilih evolusi?, sebelumnya tidak ada hal seperti itu, jadi apa yg harus kulakukan...


Memilih evolusi..


- Arch Demon


- Vampire Disaster


Arch Demon dan Vampire Disaster?, menurut apa yg kutahu Arch Demon itu Ras yg dimiliki Raja Iblis dan yg pasti aku tidak mau menjadi iblis karena pasti akan berurusan dengan pahlawan. Sedangkan yg satunya Vampire Disaster?, aku sama sekali tidak tahu tentang ras ini, tapi yg pasti ini salah satu dari ras Vampire, Hemm...


Aaah, Kupilih Vampire Disaster saja lah, lagi pula vampire masih termasuk undead, walaupun bukan termasuk monster.


Dipilih - Vampire Disaster


Memulai evolusi...


Loading Coeg..


[Error]


Eh?!!


[Error]


[Error]


[Error]


[Error]


Error ditemukan....


memperbaiki sistem...


Mereset Status...


Memperbarui Status..


Status Diperbaharui


Mereset Skill...


Menghapus Skill...


Memperbarui Skill...


Skill diperbaharui ...


Mereset job...


Job terreset...


Mereset Level....


Level Tereset.


Memasukan nama...


"______"


Kuroki Rei

__ADS_1


Nama dimasukan "Kuroki Rei"


Menyelesaikan pembaruan... ..


Pembaruan selesai... .


Evolusi selesai...


Setelah itu. Cahaya gelap mulai mengelilingi tubuhku dan kesadaran ku mulai menghilang.



Aaaahh....  Kenapa mereka selalu menatapku seperti itu...


Hentikan!,  aku sudah bosan dengan tatapan itu,  tatapan mereka selalu saja memandangku rendah bagaikan sampah tidak berguna,  yg siap membusuk kapan saja...


Sekarang apa?


Kenapa hanya ada ruangan putih disini?


"Rei-kun"


Hemm


Aku melirik kesamping,  dan tanpa kusadari laura ada disana,  dia berdiri tersenyum padaku dengan kedua tangannya dibelakang dan memakai gaun One Piece berwarna putih polos.


"Laura, dimana ini? "


"Dimana?,  apa maksud mu Rei-kun bukankah kita selalu berada disini? "


Laura memiringkan kepalanya tanda tak paham dengan apa yang ku katakan.


"Eh! " mendengar ucapan laura aku hanya diam terpaku ditempat. Sedangkan laura berjalan mendahului ku,  kemudian menatap ke arah ku sambil tersenyum.


Aku pun hanya membalas senyuman nya,  kemudian berjalan mendekat,  tapi tiba-tiba  sebuah pedang menembus dada laura dari belakang.


Aku yg melihat itu langsung berlari ke arah nya,  tapi seakan-akan jarak antara laura dan aku sangat jauh,  entah secepat apa pun aku berlari,  aku tidak bisa mencapainya.


"I-itai........ Rei-kun.... To... Long"


Walau dia terus meminta tolong padaku aku tidak bisa menolongnya. Aku hanya bisa menatapnya tersiksa.


Dari mulut laura keluar darah merah segar menodai tempat putih, dimana kami berada,  diikuti darah mulai keluar dari dadanya yg tertusuk.


Laura kesakitan, aku tidak bisa menyelamatkan nya, aku terlalu lemah.


Duar...


Tempat putih tempat kami berada mulai hancur,  lantai yg kupijaki mulai runtuh diikuti tubuhku yang ikut jatuh ke bawah dimana hanya ada kegelapan disana.


"Mungkin,  inilah yg terbaik"


Aku hanya memandang kosong kedepan dan ikut terjatuh kedalam kegelapan,  setelah itu aku...


*****


Aku terbangun.


Perlahan kesadaran ku kembali,  akupun mencoba untuk membuka mataku yg terasa berat.


"Ah!, Rei kau bangun "


Mio?


Saat aku membuka mataku yg pertama kulihat adalah mio yang menatapku sedu, saat melirik kearah lain aku hanya bisa melihat sisa-sisa puing bekas pertarungan ku melawan hydra, mayat hydra juga ada disana.


Dengan perlahan aku bangkit dari tidurku, tapi langsung memegang kepalaku yg terasa sedikit sakit. Eh!,  sakit?,  setauku undead tidak bisa merasakan sakit,  ditambah aku memiliki resistance terhadap rasa sakit.


"Apa ini? "


Ketika aku mengangkat tanganku,  kini itu berwarna sangat pucat, memang saat aku masih menjadi ghoul kulit ku sudah pucat,  namun kini kulitku lebih pucat dari biasanya. Apakah karena aku berubah menjadi Vampire ya?


"Status"


Nama : Kuroki Rei


Race : Vampire Disaster


Level : 1


Hp : 99000/99000


Mp : 60000/60000


Exp : 0%


_______________________________________


Ability :


Str : 36900                Def : 10000


Int : 60000                MDef : 28800


Agi : 9999                 MAtk : 38990


Dex : 8190                 Luck : 999+


_______________________________________


Skill :


[Undead control]


[Slash]


[Summon tools Smith]


[Transmutation]


[Telepati]


[Intimidasi]


[Stealth]


[Gerakan bayangan]


[Death poison]


[Deathglare]

__ADS_1


[Summon zombie]


[Teleport]


[Drak lance]


[Illusion Slash]


[Illusion charge]


[Kagune]


[Ghoul armor]


[Manipulation water]


[Blood Arts]


[High Regenerasi]


[Blood Transfer]


[Blood Contrac]


[Charm]


[Dispel]


[Transformasi]


_______________________________________


Skill spesial :


[Appreisal]


[perkembangan cepat]


[ketahanan sihir suci]


[ketahanan sihir api]


[ketahanan matahari]


[ketahanan rasa sakit]


[search presence]


[super language]


[exp bonus 100%]


[Evil God Eye]


_______________________________________


Magic :


[Fire ball]


[Eind tornado]


[Earth ground]


[Wind Blade]


[Big bang]


[Meteor Strom]


[Darkness Magic]


[Shadow Magic]


_______________________________________


Job :


-


Ini?


Sekali lagi aku bertambah kuat.


Setelah melihat status ku aku kembali menatap kearah mio dan dia terlihat sedih.


"Mio,  dimana laura? "


Ketika aku menanyakan itu Mio terlihat tersentak,  dan meneteskan air mata.


Melihat dia seperti itu,  aku langsung merasakan perasaan yang tidak enak.


"Oi,  Mio, dimana laura?! "


"D-dia...... "


Tanpa melanjutkan kata-katanya,  mio menangis dengan keras,  aku yg melihatnya langsung berdiri dan mencari laura .....


Aku menemukan nya,  laura sedang tidur di bawah pohon,  akupun tanpa memperdulikan mio menangis segera berlari kearah laura yang tengah tertidur.


"Oi,  laura,  ayo bangun!,  aku sudah mengalahkan monster nya"


Saat sampai di dekat laura aku memanggilnya,  namun tidak ada jawaban.  Akupun sekali lagi mencoba memanggilnya.


"Laura!"


Sekali lagi tidak ada jawaban..


Akupun mendekat..


"La..ura"


Ketika aku tepat berada disampingnya,  aku sangat terkejut melihat laura terbaring lemas dengan punggung bersimbah darah.


Bruk..


Lututku terjatuh begitu juga dengan air mataku.  Mengulurkan kedua tanganku aku mencoba menggoyang kan tubuh laura sambil meneriakan namanya. Namun sama sekali tidak ada respon..


Tapi aku tidak menyerah dan terus mencoba membangunkannya. Sampai mio datang dan memelukku dari belakang sambil menangis.


"Re...i,  Laura-chan... Hiks.... Laura-chan.. sudah tewas... "

__ADS_1


__ADS_2