Isekai No Cheat : Evolusi Death Monster [INC EDM]

Isekai No Cheat : Evolusi Death Monster [INC EDM]
Episode 20


__ADS_3

Setelah pertandingan selesai seperti kemarin aku langsung pergi guild untuk melaksanakan quest, aku ingin secepatnya naik rank, walau begitu aku mencoba agar tidak mencolok.


Beberapa menit kemudian aku sudah sampai di guild, lalu berjalan kearah papan quest.


"Hemm, disini hanya ada quest mencari tanaman dan pembantaian goblin"


Karena quest untuk petualang rank F hanyalah misi tingkat rendah, akupun pada akhirnya mengambil quest pembantaian goblin seperti kemarin.


Setelah mengkonfirmasi quest aku langsung berjalan kearah hutan untuk mencari beberapa goblin, sampai disana aku langsung menemukan seekor goblin.


Tapi dengan cepat aku membunuhnya, lalu mengambil telinganya. berjalan lebih kedalam hutan aku akhirnya menemukan beberapa goblin yg sedang bergerombol.


Para goblin itu menyadari bahwa ada yg mendekat dan langsung bersiaga. aku berjalan mendekati para goblin itu, lalu mengeluarkan katana milikku.


Gihihihi.....


Salah satu goblin yg membawa palu terbuat dari batu mendekat dan bersiap menyerangku, tapi dengan cepat aku memotong palu itu sehingga ujung batunya terlempar.


"Membosankan~"


Aku membelah tubuh goblin yg berada didepan ku, lalu berlari kearah para goblin yg lain, aku dalam sekejap mengalahkan mereka.


Setelah selesai mengambil semua telinga goblin, aku memutuskan untuk menelusuri lebih dalam hutan ini.


"Aku ingin tahu apa disini ada monster kuat?"


Saat sudah lumayan jauh kedalam hutan aku melihat sebuah rawa yg sangat indah dan mendekatinya.


Aku melepaskan topengku lalu membasuh wajahku dengan air dirawa itu, rasanya sangat segar dan seperti nya rawa ini mengandung mana yg lumayan kuat.


"Siapa yg berani menjejakkan kakinya di wilayah ku??"


Sebuah suara mengema di sekitar rawa itu, dan tiba-tiba di tengah rawa itu muncul pusaran air yg lumayan besar dan dari sana muncul sesosok makhluk yg memiliki tubuh manusia.


Saat seluruh tubuhnya terlihat ternyata dia adalah seorang wanita yg sangat cantik dia mempunyai rambut berwarna ungu, dengan pakaian bergaya Mesir, matanya berwarna ungu terang, dan memakai mahkota ular.


"Siapa...kau?"


"Aku yg seharusnya bertanya, berani sekali manusia seperti mu menjejakkan kakinya kewilayahku!"


"Kalau begitu perkenalkan nama saya Rei, saya hanyalah seorang petualang yg tidak sengaja berada ditempat ini, saya minta maaf karena telah menganggu anda, saya akan segera pergi dari sini"


"Hah, kau pikir kau bisa lari setelah berurusan dengan ku!?, namaku adalah Medusa aku penguasa rawa ini dan kau adalah manusia yg berani menjejakkan kakinya diwilayah ku aku pastikan kau tidak akan kembali dengan selamat!!"


"Huh~~, Sejujurnya saya ingin kembali tanpa harus menimbulkan masalah, tapi kalau kau memang ingin bertarung dengan ku aku akan menerimanya!"


Lagipula hari ini aku sangat bosan, jadi menerima tantanganya.


"Hah!, Kau sombong sekali, manusia!"


"Dan sekali lagi kuperkenalkan diriku padamu, namaku Rei aku bukanlah seorang manusia melainkan seorang Ghoul!"


"Ghoul?,...hahahaha... Makhluk yg lebih rendah dari manusia berani sekali menantang ku.....hahahaha..."


"Kalau begitu, makhluk rendahan ini akan mengalahkan mu!"


Aku tersenyum kearahnya, dan dia langsung marah karenanya,


"Berani sekali kau mengejekku!!"


Aku bersiap mengeluarkan katana ku dan siap menyerangnya.


Aku menyiapkan katana ku untuk menyerangnya, saat aku menatap nya dia mengeluarkan sebuah cambuk dan melasat kearah ku.


"Mati kau Ghoul!!"


"Hahahaha....kaulah yg akan mati!!"


Haaaaaaa....


Di menyerangku mengunakan cambuknya, tapi aku berhasil menghindar nya.


Cambuk itu mengandung sihir petir jadi kalau aku mengenainya akibatnya padaku akan sangat fatal.


Aku menghindar kesamping lalu melompat kearahnya dan saat sampai didepan ya tiba-tiba dia mengeluarkan sihir api untuk menyerangku.


Aku tidak sempat menghindari sihir itu dan pada akhirnya terpental kebelakang dan menghantam pohon dengan sangat keras.


Senjata yg kubawa saat ini bukanlah senjata yg memilki efek dispel didalam nya jadi tidak bisa membatalkan sihir.


Untuk sekarang aku tidak bisa mengerakan tubuhku dan terkapar di tanah, akupun memutuskan untuk melihat status milik Medusa itu.


Nama : Medusa

__ADS_1


Rank : A


Lv : 85


Hp : 30000/30000


Mp : 11300/12500


'padahal kami sama-sama rank A tapi, seperti nya dia lebih kuat dariku'


"Tapi, walau dia lebih kuat aku tetap akan memenangkan pertarungan ini!"


Aku mencoba berdiri dengan katana ku sebagai penyangga, lalu bersandar pada pohon di belakangku.


"Apa hanya segini saja kekuatanmu?, Ghoul"


"Berisik!!"


Aku menggunakan skill teleport ku dan berpindah kebelakang nya.


"Dimana dia?"


"Disini!!"


"Na-nani?"


Aku menendang punggungnya, tapi perlindungannya lumayan keras sehingga dia tidak terpental terlalu jauh, tapi setelah itu dia langsung berbalik dan mencabukku.


Dengan skill gerakan bayangan aku berhasil menghindarinya keatas dan mencoba menebas kepalanya, namun dia dengan mudah menghentikan gerakan pedangku hanya dengan jarinya.


"!!"


"Mati kau!!"


Sekali lagi dia melemparku jauh hanya dengan satu tangan nya, saat terlempar aku menerjang beberapa pohon dan berguling di tanah, dan terhenti karena tertahan oleh pohon yg sangat besar.


"Guh.."


Dari mulutku keluar darah dengan warna merah kehitaman, setelah itu aku langsung bangkit kembali.


"Kali ini aku akan serius!!"


Aku memasukan kata aku ke penyimpanan, lalu mengeluarkan sabit dengan warna merah dan hitam.


"Hahahaha... Serangan mu itu percuma saja Ghoul!"


Dia menyiapkan sihirnya lalu menembakannya padaku.


"Apakah benar......."sihir Medusa berada tepat dihadapan ku, Namaun saat menyentuh sebitku sihirnya langsung menghilang"....begitu!!!"


Medusa tidak sempat menghindar dan akhirnya terkena sayatan sabitmu tepap di dadanya, darah keluar dari sana berwarna hitam seperti oli.


"Agh.... Aku lengah, tidak ku sangka senjata itu membatalkan sihir!.."


Dia berbicara sambil meletakkan tangannya di dadanya yg terkena sayatan.


"Sudah kubilang kan Jang------"


Aku berniat mendekatinya dan bersiap memukulnya tapi aku langsung terkejut karena ternyata kedua tanganku telah menjadi batu.


"Huh?!, Apa ini?"


"Ahahahaha..... Kau telah terkena kutukan ku, sekarang kutukan itu akan menyebar dan kau akan menjadi batu seutuhnya... Sekarang bagaimana?, Kau tidak akan bisa menyerangku!"


Saat aku menatap si Medusa dia tersenyum padaku, tapi itu adalah senyuman dimana ketika orang melihatnya mereka akan ketakutan, ya itu adalah senyuman seorang pembunuh.


Luka didada Medusa mulai menghilang perlahan, dan sekarang aku harus mencari cara agar tanganku kembali seperti semula.


"Kalau begitu kuhancurkan saja tangan ini!!"


Aku memukulkan kedua tanganku kebatu, karena kalau hancur tanganku bisa tumbuh lagi, tapi itu tidak seperti yg kuharap kan. Saat aku memukulkannya kebatu bukan tanganku yg hancur melainkan batu yg kupukul lah yg hancur berkeping keping.


"Percuma saja!, Tubuh yg telah terkena kutukan ku tidak akan bisa dihancurkan, walaupun itu dengan pedang suci sekalipun!, Dan lihatlah sepertinya kakimu juga mulai terkena kutukan ku"


"Sejak kapan aku terkena kutukan ini?!"


"Hahaha.... Kutukan itu telah berada didalam tubuhmu sejak kau melihat mataku!"


'cih!, Apa yg harus kulakukan?!'


Saat aku berfikir bagaimana aku bisa lepas dari kutukan ini aku hanya menemukan satu cara, yaitu membunuh si Medusa.


Itulah yg kupikirkan tapi aku saat ini aku sama sekali tidak bisa menggerakan tangan dan kaki ku.

__ADS_1


Ketika aku sedang berfikir tentang semua itu aku menyadari tiba-tiba Medusa sudah berada di depanku, dan langsung memukul perutku, aku terpental jauh karena pukulannya dan sekali lagi menghantam pohon.


"Summon Zombie"


Ini kedua kalinya aku menggunakan skill itu, dan seketika setelah aku mengucapkan skillnya tanah yg berada di depanku mulai keluar kabut berwarna hitam dan dari sana muncul para zombie berwarna hijau dengan tubuh membusuk.


"Serang dia!"


Para zombie itu mulai menyerang Medusa menuruti perintahku, tapi itu sama sekali tidak berhasil karena Medusa langsung mengalahkan zombieku dengan satu serangan.


"cih... Itu tidak berhasil........apa yg harus kulakukan......"aku berfikir keras dan pada akhirnya menyadari satu hal yg mungkin bisa mengalahkan si Medusa itu.".....ya, aku pasti bisa mengalahkan nya!!"


"Kagune"


Delapan ekor berwarna merah keluar dari punggungku, aku menggunakan empat ekor untuk berdiri dan empat lainya sebagai senjata.


"Apa itu?"


Aku bisa melihat wajah terkejut Medusa saat dia melihat kagune milikku.


'apa dia belum pernah melihat ini sebelumnya ya?'


Aku berteleport kedepannya medausa dan dengan cepat menyerangnya, dia sempat menghindari serangan ku dengan cara melompat keatas, tapi aku langsung mengubah salah satu ekorku menjadi pedang dan langsung menyerangnya.


"Gah!!... Bagaimana bisa?!!"


Aku melompat keatas Medusa dan langsung melemparnya ketanah, saat menghantam tanah dari mulut Medusa keluar darah, tapi itu belum cukup untuk mengalahkannya.


Aku meluncur dan langsung menusuk jantung Medusa, dia mencoba melepaskan ekorku dari jantungnya dengan kedua tangan, tetapi aku langsung menusuk kedua tangan itu.


"Mari kita lihat sekarang siapa yg akan kalah?!!"


"Hiiii.... To-tolong lepaskan aku!"


"Lepaskan?, Kau?,.... Jangan pernah bermimpi itu akan terjadi!"


"A-ampuni aku.....!!!"


Dia mulai mengeluarkan air mata, dan menangis tapi aku tidak merasakan rasa iba sedikit pun padanya, lalu pada akhirnya aku menusuk kepalanya dan dia langsung mati.


Exp +10000


Level up..


Level up..


Level up..


.


.


.


Mencapai level 80 mendapatkan skill [Skill Steal]


.


.


Mencapai level 90 mendapatkan skill [manipulasi water]


Karena aku mendapatkan jumlah exp yg sangat banyak level ku meningkat pesat, dan tinggal beberapa level lagi aku akan berevolusi.


"Tunggu, apa aku masih bisa berevolusi?, Atau mungkin ini evolusi terakhir ku?"


Saat dia mati kedua tangan dan kakiku langsung menjadi seperti semula, aku berdiri dari tubuh si Medusa lalu berjalan menjauh dengan kagune yg belum ku nonaktifkan.


"Agh..... Ini pertama kalinya aku selelah ini!"


Brukk.....


Aku menjatuhkan tubuhku ketanah yg ditumbuhi rerumputan dan berbaring disana dengan santai, tapi setelah itu aku bangun dan berjalan mendekati rawa.


Saat melihat sosoku saat menggunakan kagune ternyata, kedua mataku berubah menjadi hitam dengan pupil berwarna merah dan muncul beberapa retakan disana.


"Mata ini sangat menakutkan!, Sebaiknya kututupi!"


Aku mengambil topeng yg kusimpan lalu memakainya, setelah itu membersihkan seluruh tubuh dan pakaian ku di rawa itu.


Setelah selesai membersihkan seluruh nya, aku langsung menyelam ke dasar rawa dan mengambil harta yg ditinggalkan Medusa, dan saat sampai di sana ternyata terdapat sebuah gua, mungkin itu adalah sarang Medusa.


Disana aku menemukan banyak harta seperti emas, Mirtil, berlian, permata dan beberapa senjata.

__ADS_1


Setelah itu aku langsung pulang kepenginapan,tapi sebelum itu aku membakar mayat Medusa.


__ADS_2