![Isekai No Cheat : Evolusi Death Monster [INC EDM]](https://asset.asean.biz.id/isekai-no-cheat---evolusi-death-monster--inc-edm-.webp)
Berlari kearah Hydra aku segera menebasnya mengunakan skillku.
"Illusion Slash! "
Tebasan ku berhasil mengenainya namun, itu tidak terlalu berpengaruh karena hydra bisa ber regenerasi.
Hydra yg menerima serangan ku langsung marah dan menyerang ku mengunakan ekornya secara bertubi-tubi.
"Sial! "
Aku berhasil menghindari serangan ekor itu, tapi serangan hydra tidak hanya itu saja, dari salah satu kepalanya muncul sihir air berbentuk tombak.
"Heh, maaf saja tapi sihir tidak berlaku dihadapan sabitku"
Hydra menembakan semua tombak airnya kepadaku, namun seperti biasa, tombak air itu langsung lenyap saat terkena sabit milikku. Hydra yg melihat sihirnya lenyap, terkejut dan tampak lengah.
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan emas ini aku dengan cepat, menebas tubuh hydra secara bertubi-tubi.
Pertarungan pun terus berlanjut, entah aku ataupun hydra saling menyerang tanpa henti.
*****
Satu jam kemudian....
Setelah saling beradu kekuatan entah itu aku ataupun hydra telah kehilangan banyak kekuatan.
akupun memutuskan mundur dan menjauh dari hydra untuk memulihkan kekuatanku.
Bahkan untuk berdiri saja rasanya aku sudah tidak sanggup, ditambah dengan tubuhku yg penuh luka, setelah itu aku mengecek status milikku dan hydra.
Nama : Kuroki Rei
Ras : High Ghoul (Unique Spesies)
__ADS_1
Lv : 93
Rank : A
Hp : 14200/57000
Mp : 1060/26000
Nama Monster : Hydra
Rank : S
Lv : 204
Hp : 46500/150000
Mp : 400/50000
Sial!!, dia lebih unggul dariku. Aku juga tidak menyangka kalau sabitku tidak bisa membatalkan sihir tingkat 5 keatas. Tapi karena dia terlalu banyak menggunakan sihir mpnya terkuras habis.
Sedangkan aku yg melihat hydra yg akan menyerang ku berusaha bangkit dengan mengunakan sabitku sebagai penyangga. Aku sebenarnya ingin menggunakan skill Kagune, tapi skill itu masih belum bisa digunakan karena karena batas penggunaannya. Karena itulah aku hanya bisa menggunakan sabit sebagai penyangga.
Namun seperti yg diharapkan, tubuhku tidak kuat lagi dan akhirnya kembali terjatuh ke tanah. Saat melihat kearah hydra sepertinya sihir miliknya sudah selesai dan bersiap menyerang ku.
Aaaah, apakah ini akhirnya, padahal aku sudah hidup bebas........... Maafkan aku Mio, Laura.....
Serangan angin hydra mengarah ke arah ku dan aku hanya pasrah, tapi ketika serangan itu tepat berada didepanku tiba-tiba laura muncul didepanku... Dan menghalangi serangan itu dengan punggung nya.
"La... ura?!! "
Serangan itu mengenai punggung laura dari punggungnya darah yg sangat banyak keluar, aku yg melihat itu langsung membelakkan mataku dan dengan segera menangkap tubuhnya yg jatuh ke arah ku.
"Re.... I-kun*cogh*" darah segar keluar dari mulut laura.
__ADS_1
"Laura kenapa kau melakukan ini?"
"Ha..ha..ha.. Kena..pa?...tentu..saja..itu...kare..... na... Aku.... Mencintai... Rei-kun.. " dengan ucapan laura yg terbata-bata, dia mengangkat tangan putih nya yg kini bersimbah darah dan mengelus pipiku dengan lembut. Akupun melepaskan penutup mataku.
"....ka..u.. Sangat... Tampan.... Re.. I-kun.... Walau hanya.... Sebentar.. Aku bahagia.... Menjadi... Ke kasih mu..-----"
Ucapan laura terhenti, tangan nya yg mengelus pipiku terjatuh, aku pun panik dan menepuk pipinya lembut, tapi tidak ada jawaban.
"Laura! "
"Laura bangunlah! "
Tes.. Tes... Tes..
Tetesan air mendarat di wajah laura, aku tidak menyangka kalau aku.... Menangis.
aku yg awalnya mengira ghoul tidak bisa menangis, tapi salah besar, nyatanya saat ini air mata jatuh di pipi ku.
aku yg awalnya mengira ghoul tidak memiliki perasaan, tapi salah besar, nyatanya saat ini aku merasa kan guncangan yg sangat besar didalam hati ku,
aku tidak tahu tapi, saat ini hatiku sedang dipenuhi dengan kekesalan karena tidak bisa melindungi laura, kesal karena aku lemah, dan kebencian.
Akupun tertunduk diam, dan tanpa kusadari Mio berada di belakang ku.
"Reii!! " ketika Mio sampai didepanku dia langsung terkejut melihat Laura bersimbah darah. Dia pun menutup mulutnya tidak percaya dan menangis.
Kuletakan laura yg lemas tak bergerak ke tanah dengan lembut, kemudian berdiri sambil memegangi sabitku dengan kuat.
"Mio, jaga laura! "
Akupun berjalan dengan hatiku yg penuh kebencian kearah hydra yg dari tadi tidak bergerak karena mananya yg sudah habis.
Dengan mata penuh kebencian aku menatap hydra itu.
__ADS_1
"AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU"