Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Sandi apartemen


__ADS_3

Setelah masuk ke dalam apartemen, mata mala semakin membelalak saat melihat interior dalam gedung itu. sungguh benar-benar bagus.


" Astaga, ini panthouse atau istana ya" lirihnya dalam batin.


Setelah menyusuri lorong apartemen, bima membawa mala dan juga bibi flo memasuki lift agar segera sampai pada apartemen yang akan di huni mala selama di negara ini.


Ting...


5


Pintu lift terbuka, mereka keluar dali dalam lift dan kembali menyusuri lorong yang desainnya lebih indah dari pada sebelumnya.


" ya ampun. ini benar-benar seperti istana" batin mala lagi.


5 menit kemudian. akhirnya mala sudah sampai di depan apartemen dengan nomor 207. Bima memasukkan kode sandi apartemennya dan mempersilahkan mala juga bibi flo untuk masuk ke dalam.


" Mala, bibi flo, mulai saat ini kalian tinggal di apartemen ini. kalau perlu sesuatu tinggal panggil aku di apartemen nomor 210, atau bisa hubungi aku langsung ya mala," Bima menyodorkan sebuah kartu nama dengan tertulis nama Albima sunder. Direktur utama sunder corp.


" Baiklah bima, terimakasih. oia kalau boleh tau berapa perbulan biaya sewa apartemen ini, pasti mahal sekali ya. mana aku belum kerja lagi" ucap mala sambil membuang nafasnya kasar.


" Kamu tidak perlu pikirkan soal biaya sewa, kebetulan gedung apartemen ini milik keluargaku, kamu bisa tinggal di sini semau kamu."


Mendengar penuturan bima, mata mala kembali membelalak,


" Kamu yakin aku tinggal disini gak usah bayar sewa, Tapi..."


" Gak usah tapi-tapian. Kalau kamu adiknya andra. itu artinya kamu juga keluargaku. sudahlah, sekarang kamu istirahat, Nanti aku akan menyuruh seseorang untuk mengantarkan makanan kesini, kamu sama bibi flo pasti lapar kan." Pekiknya bima


" Tidak usah repot-repot bim" Sambung mala


" Tidak apa-apa mala. semoga kamu betah tinggal disini, oh iya untuk masalah kuliah. kamu gak usah khawatir, aku sendiri yang akan mengantar dan menjemput kamu. kalau begitu aku permisi dulu ya" ucapnya dan langsung melangkah keluar. namun langkahnya terhenti saat mala memanggil namanya.


Mendengar itu, Bima pun menghentikan langkahnya. dan kembali menoleh ke arah mala.


" Iya mala, ada apa? Apa kamu memerlukan sesuatu?" Tanya bima lembut

__ADS_1


" Tidak. tidak. Aku cuma mau bilang terimakasih atas semua bantuannya ya, aku gak tau harus membalasnya bagaimana"


" Tidak perlu berterimakasih, aku ikhlas kok, kalau gitu aku pergi ya. Assalamualaikum"


Setelah mengucapkan hal itu. bara benar-benar berlalu dari hadapan mala. Setelah punggung bima menghilang di balik pintu besi apartemen, mala memasuki ruangan yang akan menjadi kamarnya mulai hari ini.


Wanita cantik itu mengambil nafas panjang dan terdiam untuk beberapa saat, kemudian merebahkan tubuhnya pada ranjang yang ukurannya sangat besar, wanita itu menatap sekeliling sudut kamarnya, ruangan ini berdominasi dengan cat berwarna putih. Semua barang yang ada sini warnanya putih, lemari putih, seprei putih, gorden putih dan tak lupa juga cat pintunya juga berwarna putih. benar-benar bagus, dua kali lipat lebih bagus dari apartemen devan.


Setelah puas menikmati nuansa putih di dalam kamar, mala pun akhirnya mengambil baju ganti dan meninggalkan kasur yang super nyaman itu, Mala kembali di buat kaget dengan interior kamar mandinya,


Lain dengan cat dalam kamar, Untuk di kamar mandi ini berdominasi dengan cat campuran. antara warna coklat muda dan putih. Ada cermin ukuran besar dan juga lengkap dengan peralatan mandi lainnya, Bahkan di sana juga sudah tersedia beberapa macam sabun mandi dengan wangi yang berbeda.


" Ya ampun, ini apartemen benar-benar mewah. kamar mandinya saja seperti ini," ucapnya sambil geleng-geleng kepal


30 menit kemudian. Mala sudah selesai dengan ritual mandinya. wanita ini keluar dari dalam kamar mandi dan mengambil ponselnya di dalam tas. Namun wanita itu melupakan satu hal. dia lupa jika nomor ponselnya tentu saja tidak bisa di gunakan di negara ini, Mala menepuk jidatnya sendiri.


Mau tidak mau, wanita itu harus pergi ke apartemen bima yang ada di nomor 210. akhirnya mala keluar dari dalam kamarnya, wanita itu menggunakan baju oblong berwarna putih, dan celana hot pant.


Di luar ternyata sudah ada bibi flo yang lagi menyiapkan makanan yang di antar oleh orang suruhan bima.


" Iya bi, Oh iya bi, mala ke apartemen bima dulu ya, mala baru ingat jika kartu indonesia tidak bisa di gunakan di negara ini"


Bibi flo hanya mengangguk sopan. setelah itu mala keluar dari dalam apartemennya. Wanita cantik itu berjalan gontai menuju apartemen bima yang hanya berjarak 2 apartemen saja. Setelah tiba di depan apartemen mala mala berniat untuk mengetuk pintu, Namun pintunya telah terbuka terlebih dahulu.


Melihat mala berdiri di depan apartemen miliknya membuat bima mengerutkan keningnya.


" Mala, ngapain kamu kesini, kamu butuh sesuatu?" Tanya bima lembut


Wanita cantik itu cengengesan tak jelas, sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


" Hehe, iya bima, aku lupa jika belum beli nomor baru, bisakah kamu mengantarku untuk membelinya, soalnya aku mau hubungi kak andra, mau bilang bahwa aku sudah sampai" jawab mala sambil tersenyum


" Oh baiklah. Kita beli saja besok siang sekalian kamu pergi kuliah, Kalo masalah andra, kamu tenang saja ya. aku sudah kasih tau dia lewat pesan. soalnya aku telpon tidak ada jawaban, mungkin andra sedang istirahat. soalnya di indonesia kayaknya sudah pukul 01:00."


" Oh ya sudah terimakasih ya bima. kalau disini jam berapa ya?"

__ADS_1


"Jam 05:00 pagi, Kamu balik lagi ke apartemen, istirahat dulu. Nanti jam 13:00 kamu ada kuliah pertama" Jawab bima santai


" Baiklah. terimakasih ya bima. oh iya kalau boleh tau kamu mau kemana sepagi ini?"


" Eum, aku mau ke rumah orang tuaku, Aku baru dapat kabar jika ayahku sakit,"


" Baiklah, aku balik dulu."


Mala membalikkan tubuhnya dan segera melangkahkan kakinya untuk kembali ke apartemen miliknya. namun langkahnya terhenti saat tiba-tiba bima memanggil namanya.


" Ya ada apa bima?"


" 130820" pekiknya


Ucapan bima tentu membuat mala mengerutkan keningnya. apa maksud dari angka yang di sebutkan bima?


Bima yang melihat wajah bingung mala pun langsung memperjelas apa yang di maksud angka yang di ucapkan bima tersebut.


" Sandi apartemennya" jelas bima pada mala


Wanita itu pun tak menjawab, hanya mengangguk paham, setelahnya mala kembali melangkahkan kakinya ke apartemen yang dia tempati,


Saat ini mala sudah berada di dalam kamarnya. tadi sudah sempat makan bersama bibi flo, Wanita itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang akan menjadi bagian penting selama dia tinggal di negara ini. Setengah jam kemudian. akhirnya mala sudah terlelap dalam tidurnya. dengkuran halus sudah mulai terdengar. hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11:30 siang.


Di indonesia


" Rendi bagaimana soal gugatan cerai kamu" Tanya sandra pada rendi


"Mama tenang aja. rendi akan mengurus agar bisa di percepat"


" Baguslah, mama mau kamu secepatnya terlepas dari wanita sialan itu"


" Mama tenang saja ma"


Disaat rendi tengah berbincang dengan sang mama, Bapak grahama baru bergabung dengan menggunakan pakaian formalnya. Sebab pagi ini pria paruh baya itu akan mengadakan meeting penting di rumah sakit miliknya.

__ADS_1


__ADS_2