
"Gila sih nar kok bisa laki lu itu nikah sama cewe ga ada ahlak kaya gitu"ujar nabila
"Udah lah nab jangan bahas manusia itu mls gue"Balas nara
"Iyah sorry nar"
"Udah ayok balik"
"Apa balik kan baru datang"
"Aku ga mood kerja"
"Yaudah ayok"
di rumah baru angga
"Sayang"Ujar aura
"Ada apa"Balas angga
"mas angga aku benar-bebar kesal"ucapnya
"Mengapa?"Tanya angga
"Aku tadi jalan-jalan habis itu mampir ke restoran terus pesan minuman eh playan nya malah numpahin ke aku terus aku tegur eh ternyata yang punya restorannya dateng"ucapnya
"Lalu"Balasnya
"Dan asal kamu tau aja ternyata pemilik restoran itu adalah mba kenara"ujarnya
"Lantas apa hubungannya dengan kemarahan mu"balas angga
"Dia mempermalukan aku depan umum mas aku benar-bebar sakit hati huhuhu"Ujarnya sambil brekting sedih
"Apa keterlaluan sekali dia"
__ADS_1
"Iyah mas"
"Aku akan pulang ke rumah kenara sekarang"ujar angga dengan wajah yang di penuhi amarah
"Jangan mas aku tau mba nara ga suka aku jadi lebih baik lupakan saja"
"Aura jika dia di diam kan bisa-bisa dia akan makin menginjak kita"ujar angga
'hahha rasain tuh kenara aku bakal buat kamu makin di benci mas angga dan mas angga selamanya akan menjadi milik aku hahha'guman aura dalam hati
"Ga papa mas aku iklas ko"ucap aura
"Aku akan tetap kesana"ujar angga ia pun langsung berangkat menuju kediaman kenara
kediaman kenara
angga yang sudah sampai di rumah kenara pun segera memasukan mobilnya ke halaman rumahnya yang luas dan indah
"Kenara"ujarnya
"Apa sih ngga ga usah teriak-teriak gitu kali"Ucap kenara yang kesal dengan teriakan angga
"oh kau datang karna istri kesayanganmu itu"balas nara
"Jawab pertanyaan ku"
"Iyah aku memarahinya karna di sudah merendah kan playan ku aku tidak suka jika ada orang yang merendahkan seseorang padahal diri nya jauh lebih rendah dari playan itu"ucapnya
"Tetap saja kau salah"
"Angga dimatamu aku itu memang selalu salah yang berharga dan yang paling benar dimata mu hanya aura"Ucap kenara lalu meninggalkan angga
kamar kenara
"sekejam ini kah takdir ku tuhan apa salahku aku mencintai dia aku selalu sabar menghadapinya dan sikapnya yang kasar hanya kepada ku tuhan salahkah aku jika aku mencintai suamiku sendiri apakah aku harus mengakhiri rumah tangga yang baru ku bangun ini aku lelah dia tidak pernah adil padaku tak pernah menghargai aku yang selalu ada untuknya"lirih nya satu persatu butiran bening mengalir dari matanya membasahi pipinya yang bersih putih
__ADS_1
angga POV
"Apakah aku terlalu kasar padanya apa sikapku ini menyakitinya maaf kan aku kenara kau lah yang membuat ku jadi seperti ini dari kecil aku hanya menganggap mu sebagai adik saja aku memang pernah ingin menikahi mu tapi itu hanya ucapan ku waktu kecil dulu"Gumamnya
...----------------...
"Bik kenara sudah keluar"tanyaku
"Belum tuan nyonya blum keluar sedari tadi"balasnya
"Oh"
Aku pun penasaran dan khawatir dengan ya hingga membuat diriku terdorong untuk menemuinya
'Tok tok tok
"Kenara"Ucapku namun tak ada sahutan darinya
"Nar"Ucapku kembali
"Kenara"Ujarku aku mulai khawatir takut dia kenapa napa pun langsung tergerak untuk mendobrak pintu kamar nara yang keras dan sulit untuk ku buka
'Brukkk
setelah aku paksa dobrak akhirnya pintu itu pun terbuka
"Kenara"Ujarku aku kaget saat melihat wanita yang aku campakan terbaring di lantai yang dingin
"Bibi"Ujarku
"Ada apa tuan"Ujarnya
"tolong panggil kan dokter kemari kenara pingsan"ucapku
"ya tuhan ko bisa"
__ADS_1
"Cepat panggil dokter"Ucapku lagi
"Ba..baik lah tuan"Balasnya