
Setelah berbincang banyak hal dan selesai makan mlm dika serta keluargaya pun berpamitan pulang karna hari sudah begitu larut.
"Pak angga kami pamit pulang ya"Ucap dika
"Ah iyah hati-hati di jalan pak dika"Ujar angga
"Iyah pak"balasnya
merekapun meninggalkan kediaman angga
"Angga aku ingin bicara padamu"Ujar kenara
"Ya kita bicarakan di kamar saja"balasnya
"Ana sayang masuk ke kamarmu mandi ganti baju terus tidur ya sayang"Ucap kenara pada ana
"Iyah ma pa aku masuk dulu yah dah"kata ana
kemudian kenara dan ana pun masuk ke dalam kamarnya dan berbincang
"Angga apa tak sebaiknya membiarkan ana masuk ke skolah kasian dia tidak punya teman"Ucap kenara
"Kenara kamu tau saya tidak bisa mengijinkan ana ke skolah itu karna banyak yang mau mencelakainya"Ujar angga
"Kau ini benar benar"Ucap kenara
"Sudahlah jangan membuat saya marah"Ujar angga
Kenara pun menyudahi omongannya sementara itu tanpa mereka sadari kehadiran ana yang mendengar perdebatan mereka membuat hati ana sedih.
__ADS_1
'jadi ana akan sekolah di rumah terus'Guman ana
ana pun berlari ke kamarnya dan megunci pintu kamarnya
"Papa kenapa jahat sama ana papa ga biarin ana ke skolah huhu ana pengen skolah pengen punya teman"Rintihnya sembari menangis melempar benda di sekitarnya kekacauan itu terdengar ke kamar angga dan kenara mereka pun bergegas ke kmar ana
"Angga ana kenapa ayok kita lihat"Ujar kenara cemas
"Iyah"
Angga dan kenara menghampiri kamar ana dan mengetuk ngetuk pintunya
"Ana sayang buka pintunya"Ujar angga
"Ana mau kesekolah pah ana ga mau homeschooling lagi ana mau sekolah normal"Ucap ana sembari menangis sesegukan
"Sayang kita bisa omongkan baik-baik buka dulu pintunya"Ucap kenara
"Sayang kita bicarakan baik-baik oke buka pintunya"Ujar angga
Ana pun mengalah dan membuka pintunya namun angga begitu terkejut melihat tangan ana yang berdarah karna memegang serpihan kaca
"Ana sayang tangan kamu terluka na"Ujar angga
"Ana mau skolah normal pah"Rintihnya
"Baiklah papa mengalah kamu boleh skolah biasa tapi di temani bodyguard"Ujar angga
"Yes ana bisa skolah normal"Ujar ana
__ADS_1
"Iyah sayang tapi tolong lepaskan kaca yang ada di tanganmu"Ucap kenara
"Ah iyah sakit huhu"Ana kembali menangis karna baru menyadari tangan nya berdarah
"Ana benar benar mirip sepirtimu kenara tidak mau kalah"Ujar angga
"Biarin ya sayang"Ucap kenara
angga dan kenara pun membersihkan luka ana
"Lain kali jangan kaya gini lagi"Ujar angga
"Baiklah papa"Balasnya
'Ibu dan anak sama saja sama-sama keras kepala membuat saya pusing'Gumam angga
keesokan harinya angga sudah mengurus semuanya dan ana pun masuk skolah
"Ana inget yang papa bilang jangan mau di ajak jalan sama orang yang tidak di kenal"Ujar angga
"Siap papa"balasnya
"Angga sejujurnya aku juga sedikit khawatir apalagi ana itu belum Beradaptasi dengn dunia luar"Ucap kenara
"Kita percayakan keselamatan ana pada Bodyguard nya"Ujar angga
"Jaga ana dengan baik"Ucapnya pada para bodyguardnya
"Baik tuan"Balas mereka
__ADS_1
Angga dan ana cukup sedikit tenang karna adanya para bodyguard yang menjaga ana dengan baik