
aku dan nabila akhirnya berhenti bicara dan menyantap makanan yang tadi kami pesan namun di sela makan kami betapa terkejutnya aku melihat pemandangan yang tidak mengenakan mataku ya di situ ada angga dan ke kasihnya aku hanya bisa pura pura tidak lihat dan untung saja bila tidak tau yang ada di meja sebelah kami adalah suamiku.
"Nar lu kenapa"ucapnya membuyarkan lamunan ku
"ah gue ga papah ayo lanjut makan abis ini gue mau ke restoran"Ujar ku
"ngapain tumben ke sana"
"Udah lama aja ga ke sana"
"Oh oke"
aku pun memokuskan tatapan ku pada makanan tanpa meririk meja di sebelah ku angga yang sudah menyadari kehadiranku sedari tadi kini dia sengaja beradegan mesra di hadapanku.
"Sayang makan nya pelan pelan dong nanti keselek"Sindirnya
"Lah yang aku makannya pelan ko"
"Oh ya mungkin aku salah lihat hha"Ujarnya aku tau ucapannya itu tertuju padaku
"Sayang kamu kapan mau nikahin aku"Ujar wanita itu seketika membuat aku tersedak
"Secepatnya"
'uhuk uhuk '
"Nar lu kenapa"tanya nabila
"Ah tidak barusan ada virus lewat"jawabku
"Apa virus mana virusnya"
__ADS_1
"Gada udah ilang"
"Bikin kaget aja lu nar"
"Nabila udah yuk gue harus cepet cepet udah di tunggu sama orang"ucapku yang sudah kesal dan tak tahan lagi dengan sindiran angga
"siapa?"tanya nabila
"Pacarku"Ujarku membuat angga meliriku seketika
"Apa lu kan udah nikah"Tanya nabila
"Emang kenapa kalo udah nikah lu pikir kalo gue udah nikah ga bisa selingkuh apa"ujarku menyindir angga terlihat raut wajah angga yang kesal namun di tahan
"cakep nar emng kita tuh sebagai cewe harus gerak cepat supaya kalo di tinggalin ada pelampiasan hha"Ujar nabila yang mendukung ku
"hahah iya lah"Jawabku kami pun sudah selesai dan aku langsung membayar makanan yang kami makan dan pergi
di mobil
"Hah prasaan lu aja kali bil"Ujarku
"serius gue ngeliat tadi cowo meja sebelah kaya nya ga seneng denger omonganlu"Ucapnya
"Hah yakali ngga mungkin"
"Ah lu mah"
masih dalam perjalanan aku dan nabila sudah berhenti bicara.
'kenapa hatiku rasa nya sakit saat wanita itu mengucapkan kapan angga akan menikahinya hatiku hancur walau pun pernikahan ini karna perjodohan tapi aku adalah istrinya kenapa dia selalu melukai hatiku ingin rasa nya aku menyerah sebelum bertarung'gumam ku
__ADS_1
selang beberapa menit kami pun sampai di restoran milik ku aku masuk dan langsung di sapa oleh para kariawanku
"Siang bu nara"sapa salah satu kariawan
"Siang juga"balas ku aku pun masuk ke ruang kerjaku di ikuti asistenku nabila
"Huh ga banyak orang tau kalo si model cantik ini ternyata adalah pemilik Ken Restoran"ujar nabila ya memang hanya orang terdekat ku saja yang tau aku pemilik restoran yang cukup terkenal di kotaku dan beberapa kota lainnya yang mereka tau aku hanya model biasa dengan penghasilan kecil
"ya untuk apa banyak orang tau jika banyak orang tau maka mereka akan mendekat tanpa ketulusan"jawabku
"Bener juga sih"jawabnya
selesai aku mengurus beberapa urusan di restoran aku pun langsung keluar dari restoran bersama dengan nabila,nabila pun melajukan mobilnya mengantar aku pulang sesampainya di rumah aku di kejutkan dengan ssok pria yang ternyata angga
"Angga"ucapku pelan
"ya ini aku"Ujarnya
"oh"
"Kenara aku tidak suka jika kau bermain dengan pria lain di belakangku"ujarnya memegang tangan ku dengan erat
"oh ya aku tidak boleh bermain dengan pria lain lalu kamu bebas bisa dengan kekasih mu itu hah itu ga adil buat aku angga"ucapku membuat angga marah dan semakin mempererat ganggaman nya
"Aku sudah katakan beberapa kali itu berbeda aku akan menikahinya 2 minggu lagi"Ujarnya yang mengiris hatiku
"lepas tangan aku menikahlah dengannya dan ceraikan aku"Ucapku yang tak bisa menahan air mataku lagi
"Hah mimpi aku tidak akan menceraikan kau jangan terlalu berharap"Angga pun melepas kan genggamannya aku pun berlari menuju kamarku dan menguncinya
'tuhan sesakit ini kah mencintai orang yang tidak mencintaiku dan salahkah jika aku memintanya menceraikan aku'gumamku
__ADS_1
'mah pah maafkan kenara yang mungkin tidak bisa untuk mempertahankan rumah tangga ini'
aku yang tak henti menangis ya siapa yang tidak bingung dengan pemikiran pria seperti angga yang tidak mencintai tpi tidak mau melepaskan.