Istri Setia Dari Klub Malam

Istri Setia Dari Klub Malam
Rencana Lina Dijalankan


__ADS_3

Waktu kuliah Agnes sudah usai.Kini Agnes akan pulang ke rumah Martha lebih dulu,sebab Martha memiliki urusan di kampus.Jadi Agnes pulang sendiri menuju rumah Martha.


10 menit kemudian....


Cukup lama Agnes sampai di rumah Martha,karena dirinya tidak menggunakan mobil Marta atau menggunakan transportasi umum tetapi melainkan jalan kaki.Yah maklum lama datang ke rumah Martha.


Kreak


Suara pintu rumah dibuka oleh Agnes.


"Untung udah pulang cepet,aku nonton drakor ah"kata Agnes selepas pulang.Agnes pun menyalakan televisi dan memilih chanel yang memutar drakor kesukaan.Sejak dirinya dipaksa bekerja di bar oleh ibu tirinya,dirinya tidak diperbolehkan untuk enak-enakan.Jadi otomatis Agnes tidak berkesempatan untuk menonton drakor kesukaannya.


"Hiks kasihan banget tuh ceweknya"Agnes terisak dan terhanyut cerita sedih drakor yang ditontonnya.


Tiba-tiba..


Kringgggg


Suara deringan telepon.


Agnes pun mengangkat telepon itu tanpa melihat nama kontak karena matanya masih fokus melihat drakor.


"Halo?"kata Agnes setelah mengangkat pangilan telepon.


"Masih halo-halo aja"sambar suara Lani disebrang.


"Kenapa lagi telepon?"tanya Agnes dingin.Lani yang disambut dingin seperti itu ingin marah,tetapi dia harus menahan amarahnya.


"Kamu ingin mengetahui kematian orang tuamu,lakukan perinrahku dulu"kata Lani dengan tersenyum seringai.


"Sebentar aku akan memikirkan dulu"kata Agnes sambil memutus sambungan telepon.Lani langsung marah.


"Berlagak terus saja"kata Lani ingin membanting hp,tapi dirinya harus menahannya.


"Mama,apakah dia sudah menyetujuinya?"tanya Angel manja.


"Si j@l@ng itu masih memikirkannya"jawa Lani.

__ADS_1


Telepon itu membuat Agnes tadi terbawa suasan drakor,kini menjadi bingung dan risau.Dia memikirkan apakah dia harus menyetujuinya agar mengetahui kematian orang tuanya atau menolaknya.Pilihan itu masih menghantui pikirannya


"Aku harus milih apa ya?"tanya Agnes kebingungan.Tiba-tiba dirinya mendapat sebuah ide.Dia mengambil ponsel dan menelepon Martha.


Kringg


Tiba-tiba suara deringan telepon masuk di ponsel Martha.Karena dasarnya Martha sibuk,jadi panggilan telepon itu tidak diangkat.


"Gak diangkat lagi"kata Agnes sebel sambil menelepon berulang-ulang Martha.Tapi ternyata nihil,tetap tidak dijawab.Agnes pun pasrah menelepon berulang-ulang Martha,dia pun memakai waktu untuk berpikir.Dan akhirnya...


"Baiklah aku sudah menentukan"kata Agnes sudah menentukan jawabannya sambil menghubungi nomer ibu tirinya.


"Bagaimana?"tanya Lani ketika dirinya mengangkat telepon.


"Aku akan melakukan perintahmu.Jika kamu tidak memberi tahuku setelah aku melakukan,aku akan membuat perhitungan denganmu"ancam Angel yang sebenarnya ketakutan,tetapi dia melawan ketakutan itu.


"Kamu mandilah dan pakailah baju yang nanti kukirimkan dan kirimkan lokasimu.Aku akan menjemputmu"kata Lani singkat.Setelah perkataan itu pihak Lani memutuskan sambungan telepon.Agnes mendengar itu segera menjalankan perintah itu.Sebelum dia masuk ke kamar mandi,Agnes mematikan televisi dan mengirimkan lokasinyalalu masuk ke kamar mandi.Cukup hanya 5 menit,Agnes sudah selesai mandi.Sesuai perkiraan Lani,tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.Agnes membuka pintu.


Dan ternyata itu adalah Lani.Agnes pun mempersilahkan ibu tirinya masuk.Setelah masuk Lani menyerahkan paper bag ke Agnes.Agnes membuka isi paper bag itu dan sangat terkejut.


"Sudah pakai saja"jawa Lani singkat.Mau tidak mau Agnes menuruti permintaan ibu tirinya itu.Setelah berganti baju,Lani menyuruh Agnes untuk make up.Karena dasarnya Agnes tidak suka make up,akhirnya dia memoleskan sedikit bedak dan lipstik tipis di bibirnya.Setelah selesai,mereka diantar oleh taksi yang dipesan Lani dan sampai didepan bar yang kelihatannya elite.


"Masuklah"kata Lani sambil mendorong masuk Agnes.Agnes pun masuk dengan tubuh gemetaran karena trauma dengan kegelapan dan bar.


Lani dan Agnes masuk ke bar itu.Ketika masuk,mereka dibisik-dibisik oleh pengunjung bar itu yang tergolong usianya om-om.


Lani pun berjalan menuju yang tampaknya bos bar itu.


"Ibu tinggal sebentar,ibu ditelepon Angel"kata Lani cuek sambil menjauh Agnes.Saat itu juga pria paruh baya mendekat.


"Hai baby,ayo ikut aku"kata pria paruh baya dengan senyum mesum.Agnes dengan waspada mengikuti pria baruh baya itu dan mereka sampai di ruangan dengan bertulisan nomor 514.Pria paruh baya itu pun mengetuk pintu itu.


Tok,Tok,Tok


"Masuk"sahut orang didalam ruangan itu.Agnes pun masuk karena didorong oleh pria paruh baya itu.Ketika Agnes sudah masuk,pria yang mukanya tidak dapat dilihat karena minim cahaya mendekat.Otomatis Agnes pun mundur.Tetapi segera ditarik oleh pria itu.Dengan cekatan tangan pria baruh paya itu mengunci pintu lalu memasukan kunci kedalam saku celananya.


Agnes pun ditarik oleh pria itu.

__ADS_1


"Baby,kamu sangat cantik"kata pria itu membisik di telinga Agnes.Agnes mendengar suara itu menduga dengan tepat bahwa pria ini adalah om-om,sebab suaranya persis dengan golongan usia om-om.Tangan nakal om itu segera meraba paha Agnes.Agnes mendapat perlakuan itu pun segera memberontak.Tapi apa daya,tenaga om itu lebih kuat darinya.Karena tenaganya tidak memadai,Agnes segera berteriak meminta tolong.


"Haha baby,kamu sangat lucu.Orang lain pasti tidak bisa menolongmu"kata om itu sambil mengelus paha mulus Agnes.Meskipun Agnes diberitahu oleh om itu,tetap dia berteriak meminta tolong.


"Tuan silahkan datang"hormat pemilik bar sambul membungkuk hormat dengan pelanggan yang merupakan pengusaha,mafia,dan psikopat yang terkenal kejam.Orang itu pun masuk.Tapi ketika dia masuk,dia sudah dimeriahkan oleh suara minta tolong Agnes.Cukup familiar suara minta tolong itu ditelinga dia.Dengan segera orang itu berjalan ke asal suara dengan diikuti oleh asisten dan bos bar itu.Karena tidak berani menegur orang itu,bos bar itu mengikuti orang itu sampai didepan ruangan nomor 514.


"Cepat buka"perintah orang itu dengan aura membunuh.Bos bar itu menyuruh batender yang kebetulan lewat untuk menggobrak pintu itu.


Brak


Om yang melecehkan Agnes menoleh.Dia sangat marah,tetapi sekaligus takut.Dihadapannya adalah bos mafia terkenal yaitu William Kenth Butth atau biasa dipanggil Kenth.Dengan ketakutan om itu mendekat ke Kenth.


"Ada yang bisa kubantu?"tanya om itu dengan nada gemetaran.


"Bisa.Tolong patahkan tanganmu"jawab Kenth dengan tatapan mematikan.


"Saya tidak bisa tuan"jawab om itu.


"Richard"panggil Kenth.Asisten Kenth pun langsung mengerti.Dia langsung segera mendekat ke om itu dan mematahkan tangan om itu dengan mudah.


Klak


Bunyi suara tulang patah.


Terdengar menyeramkan,tetapi suara itu adalah suara terindah bagi Kenth.


Kenth pun berjalan menuju Agnes yang meringkuk ketakutan.


Sania:


Hai pembaca👋👋


Mulai hari ini aku akan up terus.Biar kalian gak jadi penasaran.Tolong dukung karyaku ini.Aku sangat butuh banget dukungan kalian🥺🥺


Like,Komen,Vote,and Dukung karyaku.


...Salam~~~Sania...

__ADS_1


__ADS_2