
Di sebuah taman sekolah SMA Glati 08. seOrang gadis berparas cantik duduk d bawah pohon besar bersama ketiga sahabatnya, Sarah, indri dan iLa. Menikmati Cerita Canda Hangat.
"Guys Pulang sekolah Ngemoll Yuk, Permak Wajah Sama Shoping-shoping." Ucap indri.
"Gas Pol Ajalah Kalo Gue." Ucap Sarah.
"Meluncur Guys, Baru Dapet Transferan dari Bokap." Ucap ila Menunjukkan Kartu Atmnya.
"Sorry, Gue Gak Bisa ikut." Ucap Maira Tersenyum.
"Kebiasaan nih Anak, Palingan Lo Mau Jalan sama Kak riyan." Ucap sarah.
"Lo bucinnya Parah Amat ra, Belum Pernah ditinggal Kawin sih." Ledek indri.
sedangkan ila, ia Hanya diam Mendengarkan Lontaran Para sahabatnya.
"Ra." panggilnya, Keempat Gadis itu Menoleh ke Arah Pemilik Suara.
"Gue Gak Bisa Terus Diginiin, Gue Gak bisa Liat Lo sama Kak riyan Berdekatan. gue iri Dengki ra, Gue jomblo. Nyeeeeesss Banget Ketulang-tulang." ucap Indri Dengan Dramanya.
"Lebay lo." Ucap sarah Mendaratkan sentilan di Kening indri.
"sayang, sorry Nanti Pulang sekolah Gak bisa jalan. Mama Minta ditemenin Kamu kerumah Mbah Uti, Sekalian Ngenalin Calon Mantu." Ucap Riyan Dengan Senyumannya.
"Jiiiaaaah, Meleleh Gue." Saut indri.
"iiiih Pacarku Gemesin Ya Kalo lagi Malu-malu Gini." Ucap Riyan Mencubit Gemas Pipi Maira.
__ADS_1
"Kok Panas Ya Jadi Obat Nyamuk." sindir sarah.
"Hmm, Gerah Nih sar. Bantu Kipasin Gue Dong, Berasa Abis Marathon nih gue." Ucap Indri Mengibas-Ngibaskan Tangannya.
sedangkan ila, ia Mencoba Kuat Dan Tabbah Melihat Adegan Live romantis di depannya Yang Mampu Menusuk Jantung Hingga ke Usus Buntu.
"eh iya sorry, Lupa Kalo Ada Kalian." Ucap Riyan Membuat sarah dan indri Melotot.
"Lo pikir Kita Patung Pajangan, Bener-bener Ngejak Gelud Gue Lo." Ucap sarah.
"Gue serahin dunia sama lo berdua, Plis Pertemukan Jodoh Tersempurna buat gue. Biar Gue Gak iri Dengki mulu." Ucap indri sad.
"Yeeeee para Jomblo, Canda Jomblo." Ledek Maira.
"Tega Lo ra, Teganya.. Teganya.. Oh teganya." Ucap Indri Mendrama.
"Udah Bubar-bubar, Bell Abis ini Bunyi. Yok Balik kelas Masing-masing." Ucap sarah Mengakhiri.
"Sorry La, seharusnya Lo gak kayak gini sama Sahabat lo. Lo tega Nikung sahabat Lo sendiri, Gimana Kalo lo yang diposisi dia." Ucapan Yang Terus tergiang-giang di pikiran ila, ia sudah Coba Merelakannya. Tapi ia Juga Tak bisa Terus Menerus Menyiksa Hatinya. Memaksa Untuk Menghapus Nama Dan Rasanya.
,,.
sepulang sekolah, Riyan Mengantar Maira Pulang kerumahnya Untuk Berganti Baju Dan Meminta izin Ke Orang Tua Maira.
"Aku siap-siap dulu ya." Pamit Maira Yang Mendapat Anggukan Riyan.
"Diminum dulu Nak." Ucap Bunda Jeje Mendaratkan segelas Air Jus.
__ADS_1
"Trima Kasih Tante." ucap Riyan Mengangguk Pelan.
"Gimana Kabar Mama Kamu, Sehat." Tanya Bunda Jeje.
"Alhamdulillah Mama sehat Tante." Jawab Riyan Tersenyum.
"Titip salam Ya sama Mama Kamu." Ucap Bunda Jeje.
"Nanti Riyan Sampai'in Tante." Ucap Riyan Tersenyum.
Setelah Berbincang Dan Meminta izin Bunda Jeje, Riyan Langsung Gas Membawa Maira Ke rumahnya.
"Assalamualaiku Mama, Liat nih Riyan Bawa Siapa." Ucap Riyan sedikit Teriak.
"Waalaikum salam, aaaaa sayang. Mama Kangen Banget sama Anak Gadis Mama Yang Satu ini." Ucap Mama desi Memeluk Hangat Maira.
"Hehehe, Mama Sehat." Tanya Maira.
"Alhamdulillah sehat sayang, Ayo duduk." Ucap Mama desi.
"Loh Bang Lucky."
"Masih inget sama Abang ra, Gimana Tambah Cakep Gak." Ucapnya Menaik Turunkan Kedua Alisnya.
"Gak Ada duanya, Abang Lucky Tetep Nomer satu." Ucap Maira Mengangkat Kedua Jempolnya.
"Terus Aku."
__ADS_1
"Kamu Nanti." Ucap Maira, Riyan Melirik sinis Abangnya Yang selalu Tebar pesona.
END.