
Weekend Adalah Hari Dimana semua Orang Libur, Hari Yang Menyenangkan Bagi Kaum Yang Memiliki Pasangan. Yang Jomblo Terima Nasib Sajalah.
"sayang Nonton yuk." Ajak Maira.
"Go sayang." Jawab Riyan Melajukan Motor Ninjanya Kearah dimana Letaknya Moll.
,,.
sedangkan di sebuah Bandara, Laki-laki Tampan Berkemeja Putih dengan Kacamata Hitamnya Baru Menuruni Pesawat dan Berjalan Menuju Letak Mobil Mewahnya.
Drt,drt.
"Hallo."
??
"Hmm, saya sudah Sampai." Ucapnya.
??
"saya Kesana." Ucapnya Lagi.
Tut.!
"Langsung Ke Kantor." Printahnya.
"Tapi Tuan, Nyonya besar sudah-."
"Ke kantor." Geramnya Menatap Tajam Asistennya.
"Baik Tuan Muda." Ucap Rudi Menurut.
Sesampainya di Kj Company, Laki-laki itu disambut sopan Oleh Para Karyawannya.
__ADS_1
"Selamat Datang Tuan Muda Alfarhan Ray Andara." sambut Kevin Sahabat Sekaligus Orang Kepercayaan Keluarga Andara.
"Baik." Jawabnya singkat seraya duduk du kursi kebesarannya.
"Akhirnya Perusahaan Maxiom Menawarkan Kerja sama dengan Perusahaan Kj, Apa Rencana Anda Selanjutnya." Ucap Kevin.
"Cukup Melakukan Apa Yang Saya bicarakan Kemarin, Kamu tidak Lupa Kan." Ucapnya dengan Lirikan Tajamnya.
"Baik tuan Muda." Ucap kevin Mengangguk.
Laki-laki Yang Kerap dipanggil dengan Nama Tuan muda Farhan, Laki-laki Belasteran indo-london. ia Bukanlah Laki-laki dingin bak es balok, dia Hanya Perlu Melakukan itu Untuk sebuah Pengakuan. walau di dalam lubuk hatinya sangat Menyakitkan karna selalu Membuat orang Tersayangnya Menderita.
"Masih ingat Pulang tuan muda." Tegurnya.
"Bukannya Anda Yang Menyuruh saya Pulang." Ucapnya Datar.
"Hem, Ternyata sikapmu belum berubah tuan Muda. Aku Adalah Orang tertua disini, Aku juga Adalah Nenekmu satu-satunya. Tapi Kamu seolah-olah Tak Mengenalku dan Menganggapku seperti Orang Asing." Ucap Oma Ayuna.
"Katakan saja." Ucapnya.
Farhan Melangkah Ke lantai dua, dimana letak kamarnya berada. Berhadapan dengan Omanya Membuat Pikirannya Berkelayang Kemana-mana.
"Benci itu Akan Pudar Nak, Rasa Benci itu Akan Menghilang. Tunggu sedikit Lagi." Guman Oma Ayuna.
Flashback ON.
Marisha Aliece. Prempuan Yang Sangat Dicintai Farhan, Hingga dimana Waktu Kejadian Marisha Kepergok Melakukan Hubungan intim Bersama Laki-laki Lain diketahui Farhan.
Marisha. Model Yang sedang Naik Daun dengan Nama Besar Andara, Prempuan Yang terkenal sopan Dan Kalem. Tidak sombong Dan Baik. Ternyata ia Menyimpan Rasa dendam Pada Keluarga Andara, ia Berusaha Menjatuhkan Nama Andara Melalui Pewaris Andara satu-satunya yaitu Farhan. Namun Lewatnya waktu yang ia Lalui Bersama Farhan Membuatnya ia Nyaman Berada di sisi Farhan, Membuatnya Enggan Kehilangan Farhan dan Melupakan Dendamnya.
Namun diwaktu itu, Keadaannya Benar-benar Mengancamnya. ia berusaha Memutar Otak Agar Farhan Tetap disisinya dan Menjauhkan Farhan dari Keluarga Andara. sehingga ia Menggunakan Nama Ayuna sebagai pelindung dari Kemarahan Farhan.
Dia Menganggis sambil Melakukan Berhubungan Intim, Tanpa Aba-aba Farhan Langsung Mendaratkan Bogeman Untuk Pria Yang berani Menyentuh Marisha. ia Membabi buta, ia Benar-benar Akan Membunuh Pria itu jika Marisha Tak Mencegahnya.
__ADS_1
"sudah Farhan, jangan Memukulnya Lagi." Cegah Marisha.
"Kenapa Ha, Kamu suka Berhubungan Dengan dia." Bentak Farhan.
"Aku hanya prempuan Lemah Farhan, Tenagaku dan Tenaganya Tak Akan sebanding." Ucapnya Menangis.
"Brengsek." Umpatnya seraya Memukul Pria Itu.
"Cukup Farhan, Nanti dia Meninggal." Cegah Marisha.
"Apa kamu sadar Apa yang dia Lakukan Marisha." Bentak Farhan Lagi.
"saya Minta Maaf Tuan, saya cuma disuruh." Pengakuannya.
"siapa." Ucap Farhan dengan Tangan Mengepal.
"Nyonya Ayuna, saya butuh uang Makannya Saya Menyetujuinya." Ucapnya.
Flasback OF.
semenjak Waktu itulah Sikap Farhan Berubah, Laki-laki hangat dan Ceria itu Mendadak berubah dingin dan Cuek.
Tok,tok.
"Tuan Muda, Maaf Menganggu Istirahat Anda." Ucap seseorang dari balik pintu.
Ceklek.
"Ada Apa." Tanyanya Datar.
"Nyonya besar Tak sadarkan diri Tuan Muda." Ucapnya.
"APA." Farhan Berlari Menuruni Anak Tangga, Menganggkat Tubuh Nyonya Ayuna dan Membawanya Ke rumah Sakit.
__ADS_1
"Aku Masih Tidak Menyangka Oma Akan Melakukan ini, Aku ingin Tak Percaya Tapi sikap Oma Kepada Marisha seolah Meyakinkan Aku Untuk Mempercayainya." Batin Farhan Memperhatikan Wajah Terlelap Oma Ayuna.
END.