
Pukul 5 sore mereka masih didalam ruangan rahasia,song yuk yang sedari tadi menunggu zein keluar dari ruangannya belum juga keluar.
Song yuk : " apa dia bergadang semalam,jam segini belum juga bangun,mau dibangunin tapi aku yang akan kena semprot,,biarin ahk , lebih baik aku tinggal dulu dia sebentar " . Sambil berjalan meninggalkan lorong ruagan zein dan menuju lif .
Zein terbangun dari tidur siangnya ia melihat shera yang masih terlelap diatas lengannya.perlahan ia mengangkat kepala shera dan menarik tangannya agar lepas dari kepala kekasihnya.
shera menggeliat ketika kepalanya di taruh di atas bantal oleh zein.
Zein memakai handuk yang sudah tersedia didalam ruangan itu dan berjalan kekamar mandi membersihkan dirinya.setelah selesai ia keluar dari kamar mandi lalu memakai kembali pakaiannya.melihat shera yang masih tidur zein mendekati shera dan membangunkannya.
Zein : " sayang bangunlah ini sudah sore " . Mengelus pipi shera.
Namun shera belum juga bangun,mungkin karena terlalu kelelahan bermain cinta dengan zein sehingga ia masih terlelap.zein tak sampai hati membangunkan shera lagi, ia membiarkan shera tidur sampai ia bangun sendiri.zein keluar dari kamar rahasianya melihat apakah masih ada orang dikantornya lewat monitor cctv yang ada di labtopnya.
Zein : " mereka sudah pergi " . Menutup kembali labtopnya.
Zein menelfon song yuk untuk tidak usah balik kekantor karena dirinya masih ada urusan penting yang harus ia kerjakan dikantor.song yuk mengerti karena banyak berkas yang harus zein tanda tangan dan harus selesai malam ini.betul juga karena begitu banyak yang ia tanda tangan sehingga zein harus menginap di kantornya.
Tapi zein tidak lupa bahwa ada shera yang masih berada diruangan rahasianya dan tidak tau tempat membuka pintu keluar dari ruangan itu.kemudia zein masuk keruangan itu,dengan sangat terkejut ia melihat shera menangis disudut kasurnya.ia mendekati shera.
Zein : " hey,,kamu kenapa sayang ,,kok nangis,,? . Mengelus kepala shera dengan lembut.
Shera : " aku mau kekamar mandi tapi aku gak bisa jalan,disini perih sekali hiks,,hiks,, . Menunjukkan kepemilikkannya kepada zein.
zein : " maafkan aku yaa,gara-gara aku kamu sampai kesakitan seperti ini " . Mencium kening dan memeluk shera lalu ia menggendong shera kekamar mandi,memasukkan shera kedalam bathup.
Shera : " keluarlah biar aku sendiri yang membersihkannya " . Shera takut kalau zein akan menggempurnya kembali dikamar mandi.
Zein : " kenapa,,kau takut kalau aku akan menggempurmu lagi,,? .
Shera : " hhmmmm " . Menjawab zein dengan singkat.
Zein : " ha..ha..ha..aku tidak setega itu(mengusap kepala shera)
ya udah,,aku tunggu diluar yaa,nanti kalau sudah selesai panggil saja aku akan datang lagi " . Menutup pintu kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya dikamar mandi,shera berusaha mencoba untuk melangkah dengan sangat perlahan,walaupun sedikit perih ia tetap berjalan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk putih yang sudah tersedia diruangan itu.saat shera keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya dan memperlihatkan kaki jenjangnya zein menelan silvanya sebenarnya ia pingin melakukannya lagi denga shera tapi ia mengingat kondisi shera saat ini yang susah untuk berjalan.
Zein : " sayang,,kan masih sakit kenapa kau memaksakan diri untuk berjalan sendiri,,kan aku udah bilang tadi,,kalau sudah selesai kau bisa memanggilku lagi,,,! .
__ADS_1
Shera : " sshh,,ini sudah tidak terlalu sakit kok zein, aku juga tidak ingin selalu menyusahkanmu,,nanti ini akan sembuh sendiri kok " . Tersenyum sambil berjalan tertatih-tatih menuju kasur dan duduk ditepi kasur,matanya tertuju kepada pakaiannya yang berserahkan dilantai.
Dinegara lain dihongkong dion tiba-tiba menelfon shera,ponsel shera berdering.zein membantu mengambilkan ponsel shera yang ada di atas meja,lalu ia melihat ada tulisan honey yang tertulis didaftar panggilan itu.
Zein : " honey,,? Siapa dia,apakah dia kekasihmu yang ada di hongkong,,?.
Deg,,jantung shera berdetak kencang ia tak tau harus berbuat apa,disatu sisi ia sudah melabuhkan cinta dan dirinya kepada zein yang ada dihadapannya,dan sisi lain ia begitu merindukan dion kekasih lamanya.
Shera : " rijek aja,,aku sudah tidak mau berhubungan dengan dia lagi(memalingkan dan menundukkan wajahnya kelantai) buat apa pertahanin hubungan yang gak begitu jelas " . Meneteskan air mata.
Zein : " apa kau masih mencintainya " . Mengangkat dagu shera.
Tatitut... tatitut... tatitut...suara deringan ponsel shera
Zein : " dia masih menelfonmu sayang,apa aku angkat saja dan bilang kau sudah jadi milikku " .
Shera menggelengkan kepalanya menandakan bahwa jangan mengangkat telefon itu.zeinpun paham akan suasana hati shera.ia pun menaruh kembali ponsel shera dan mengnonaktifkan ponsel itu.
Shera : " zein apa kau sayang dan mencintaiku " ? .mencoba bangun dan berdiri .
Zein : " apapun rintangannya aku akan tetap mencintaimu apa adanya " . Meraih tubuh shera dan memeluknya.
Shera : " jangan pernah tinggalkan aku zein hiks,,hiks,,hiks,,aku tidak mau berpisah denganmu,sudah cukup derita yang aku alami saat bersamanya hiks,,hiks,,hiks,,aku tidak mau itu terulang lagi " . menangis dipelukan zein yang masih melilit handuk ditubuhnya.
Zein : " aku janji tidak akan jauh darimu,, cup " mencium kening shera. Apa kau terus menggunakan handuk saja,,aahk kau akan membangunkan joniku kalau kau terus berpenampilan seperti ini " .
zein mencoba menghibur shera dengan menggodanya.
Shera : " aahk,,kau ini aku gak bisa membungkuk mengambil pakaiannku,apa kau bisa menolongku ? . menunjuk pakaiannya dengan kepalanya kepada zein.
Zein : " apa kau bisa memakainya sendiri ? .mengambil semua pakaian shera yang berserakkan dilantai dan menyerahkan ke shera.
Shera : " semoga saja bisa " . Tersenyum mengambil pakaiannya dari tangan zein.
Dan pada saat ia mau memakai pakaian ia menatap zein yang masih melihatnya yang belum memakai pakaian.
Shera : " kenapa masih melihat,,sana balik badan dan jangan mengintip " .
Zein : " cik,,aku sudah melihat semua bagian ditubuhmu,apa lagi yang harus kau tutupi " .
__ADS_1
Shera : " tapi aku malu ayolah,,
Tanpa aba-aba zein langsung melepaskan handuk yang dipakai shera dan mencium bibir **** shera dan me****tinya sementara tangannya meramas-ramas dua bukit kembar shera,mersa ter***ng shera membiarkan zein menguasai tubuhnya, mereka melakukannya lagi sampai 2 jam berlalu.lagi-lagi mereka mandi bersama dibawah aliran air shower yang hangat.
Zein : " kita akan menikah bulan depan dan aku harap kau bisa melahirkan banyak kerurunan untukku " . Mengusapkan sabun ditubuh shera.
Shera : " tapi aku,,mmmmmm " .
bibirnya tidak bisa lagi berbicara karena zein menyumpalnya dengan bibirnya.
Sementara ditempat lain,di asrama kampus dion merasakan sesak didadanya karena shera tidak mau mengankat telefon darinya bahkan shera sudah tak bisa dihubungi lagi.bagai mana bisa dihubungi ponselnya sudah dimatikan oleh zein.
Dion : " ada apa dengan shera mengapa dia tidak mau mengangkat telefon dariku,,apa dia sedang sibuk,,? .
Kemudia dion menelfon vito adik shera yang laki-laki.tapi vito mengatakan bahwa kakaknya shera sudah 3 tahun bekerja jadi tkw di korea,dion terkejut mendengar ucapan vito dari seberang telefon.kemudian ia memutuskan sambungan telefonnya dengan vito secara sepihak.
Vito : " mm udah dimatiin ".
Mila ibunya melihat vito yang sedang kebingungan dengan menggeggam ponselnya.
Mila : " ada apa sayang,,siapa yang menelfonmu " .
Vito : " itu mah,,tadi kak dion menanyakan kak shera,tapi vito bilang kak shera ada di korea sedang bekerja jadi tkw disana.tapi setelah itu kak dion langsung mematikan sambungan telefonnya gak tau kenapa,vito juga bingung " .
Mila : " mungkin kakakmu sudah tidur sekarang kan perbedaan waktu di korea dan diindonesia sangat jauh, disana sudah malam dan disini baru siang dah biarin aja,biar mereka sendiri yang menyelesaikan masalah mereka.apa vito sudah selesai sholah ashar ? .
Vito : " sudah mah,tadi pas bagun tidur vito langsung sholat " .
Mila : " syukurlah " .
Ditempat lain di korea tepatnya didalam kantor lee zein wook.
zein dan shera sudah selesai berpakaian,zein mengajak shera keluar dari kantor itu untuk makan malam.walaupun hati shera sekarang ini sedang bimbang soal ajakan zein untuk menikah dengannya,karena soal agam yang di anut zein tidak sama dengan agama yang ia yakini.
Shera : " zein,,bisa kita bicara sebentar di tempat lain ? .memberanikan diri untuk menanyakan soal perkawinann mereka.
Zein : " kita maka dulu yaa,aku sudah lapar,, karena terlalu banyak cairan yang sudah keluar tadi " . Mengelus pipi shera dengan tangan sebelahnua memegang stir mobil.
Shera : " cihk,,baiklah " . Tersenyum simpul
__ADS_1
Mereka berhenti disebuah restoran yang megah dan sangat terkenal dikita itu.