
Hari ini Geisha tak melihat Ali di kantor, Geisha pikir Ali sedang cuti, ada perasaan lega tak melihat Ali. rasa yang masih ada yang membuat Geisha tak nyaman setiap hari harus berinteraksi dengan Ali.
jam makan siang tiba, Geisha bergegas pergi ke kantin untuk makan siang. asyik menikmati makanan yang ada di meja, Geisha di kaget ada wanita paru baya menghampiri nya.
"apa kabar kamu Ge?," sapa wanita paru baya itu, sontak Geisha kaget dan tak menyangka dia bertemu lagi dengan orang ini.
"baik, tante,"jawab Geisha. "saya boleh duduk di sini?," seru wanita paru baya itu. dengan anggukan Geisha menjawab tak mengeluarkan kata.
" kamu masih ingat janji yang dulu kamu ucapakan?," seru Husna wanita paru baya yang tak lain adalah ibu Ali, dengan tegas Geisha menjawab
"iya saya tidak pernah lupa akan janji itu, kenapa tante menanyakan ini lagi?,".
Husna bercerita bahwa Ali menolak di jodohkan dengan wanita pilihan nya, alasannya adalah masih mengharapkan Geisha mau menerima cintanya.
sontak Geisha tersenyum kecut pada Husna.
"maaf tante, anda salah tempat,saya nggak pernah memberikan harapan untuk Ali,asal tante tau sebentar lagi saya mau menikah jadi tante tenang saja tidak sudah kuatir, saya akan selalu menepati janji yang sudah saya ucapkan," sahut Geisha sambil berdiri meninggalkan Husna. Geisha tidak mau Husna melihat air matanya jatuh maka dari itu dia memilih pergi.
"dasar tidak sopan,kamu memang tidak pantas jadi menantu ku," gerutu Husna meninggalkan kantin tersebut.
flashback on
pulang sekolah Geisha gadis periang yang selalu bahagia, dengan mengayuh sepedanya bernyanyi ria di tengah jalan agar tidak terasa capek, di tengah jalan dia di hadang oleh seorang perempuan. "hei tunggu,kamu Geisha kan?," seru perempuan itu sambil berteriak agar Geisha mendengarnya. sontak Geisha berhenti dan menghampiri perempuan tersebut.
"iya te ada apa?," sahut Geisha sambil memainkan sepadanya.
"saya mamanya Ali," jawab Husna memperkenalkan diri. Geisha langsung tersenyum menyapa dan menjabat tangan Husna tapi dengan gerakan cepat langsung di tolak oleh Husna.
"jauhi Ali, dia sangat menyukai mu dan saya tidak mau itu," kata Husna penuh emosi.
__ADS_1
"maksudnya apa te,saya tidak mengerti", sahut Geisha.
"Ali sangat mencintai kamu, dan saya tidak mau itu,dia sudah saya jodohkan dengan anak teman saya, jadi saya mohon jauhi Ali, agar dia mau saya jodohkan dengan wanita pilihan saya," geram Husna.
"saya janji akan menjauhi Ali, dan tenang saja sampai kapanpun saya tidak akan menerima cintanya Ali, pegang janji saya tante karena saya tidak akan mengingkari nya," spontan Geisha menjawab tanpa ragu dan pergi meninggalkan Husna.
Air mata tak terbendung jatuh di pipi Geisha, memang menyukai Ali, tapi Geisha sadar diri derajatnya tidak sama dengan Ali, dia hanyalah gadis biasa dari keluarga yang sederhana, sedangkan Ali adalah anak dari juragan empang yang terkenal kaya di desanya.
Dari sejak itu, janji yang dia ucapkan akan terus dia sematkan dalam hati hingga akhir hayat.
flashback off
Di lain tempat Ali terbaring lemah dengan infus yang tertangkap di tangan nya, dia drop kesehatan nya menurun akibat pertengkaran dengan sang mama. Ali menolak untuk dijodohkan dengan gadis pilihan mamanya, dia dengan tegas menolak karena dia yakin Geisha juga mencintai nya, Ali akan tetap berusaha untuk mengejar cintanya.
Geisha memakin menatap kan hatinya untuk Farhan, sejauh ini Farhan dan keluarga nya tak pernah memandang nya sebelah mata, ya walaupun Geisha tau keluarga Farhan jauh lebih dari keluarga Ali.
" mas sibuk nggak hari ini," ucap Geisha di sebrang telpon.
"ada apa sayang?, tidak hari ini jadwal agak longgar," jawab Farhan.
"aku mau pulang mas, kangen sama ibu," seru Geisha. langsung di jawab ok oleh Farhan sambil menutup telpon.
jam 4 sore Farhan sudah ada di kantor cabang tempat Geisha bekerja, semau staf dan karyawan menunduk hormat pada atasannya tersebut. Farhan langsung masuk ke ruangan Geisha, sontak semua karyawan di ruangan tersebut kaget secara tiba-tiba bosnya datang. Farhan menarik kursi dan duduk di sebelah Geisha.
"kenapa mas duduk di sini? malu mas di lihat orang-orang," gerutu Geisha tak dihiraukan oleh Farhan.
setengah jam menunggu akhirnya Geisha selesai, mereka berdua langsung bergegas keluar ruangan, semua mata tertuju pada pasangan kekasih itu, cantik dan ganteng sangat cocok, komentar salah satu karyawan.
" besok awal pekan aku harus menyiapkan surat pengunduran diri," kata Geisha masuk dalam mobil, setelah tau bawa Farhan adalah pemilik perusahaan Farhan tak lagi jemput Geisha dengan motornya.
__ADS_1
"kamu yakin mau resign secepat ini sayang??," jawab Farhan Penuh dengan kelembutan.
"iya aku mau fokus urus kamu aja,"seru Geisha sambil terkekeh geli dengan ucapannya sendiri.
Dengan senang hati Farhan menyambut perkataan Geisha, secara tidak langsung Geisha sudah siap menjadi istrinya.
"besok mama sama papa mau kesini,buat lamar kamu sayang, kamu sudah siap menjadi nyonya Farhan?," tanya Farhan pada Geisha yang hanya dibalas dengan seulas senyuman.
keesokan harinya keluarga Farhan sudah sampai kerumah Geisha, rumah yang sederhana, penuh dengan kenyamanan. semua keluarga sudah berkumpul di ruang tamu, membicarakan rencana baik mereka, dan telah di sepakati oleh dua belah pihak bahwa acara pernikahan akan di langsungkan 2 minggu lagi.
setelah acara lamaran selesai, keluarga Farhan sudah pulang termasuk Farhan. Geisha masuk dalam kamar nya,dia termenung akan keputusan yang dia ambil, dengan lirih mengucapkan kata maaf untuk Ali.
Hari senin telah tiba saatnya Geisha masuk kerja, dengan penuh semangat karena hari ini dia akan mengajukan surat pengunduran diri. tidak ada yang tau akan rencana Geisha termasuk Ali.
Ali berangkat kerja walaupun masih agak pucat, dia memaksakan diri untuk berangkat kerja, rasa kangen yang membuat nya semangat bekerja.
Geisha semakin acuh dan tak peduli akan hadirnya Ali di ruangan kerja. Geisha sudah mengunci hatinya untuk Ali, egois memang Ali yang tak tahu apa-apa tapi menanggung akibat dari perbuatan sang mama.
Ali yang merasa di cuekin dan tak dianggap keberadaan di ruangan tersebut akhirnya mengeluarkan suara, yang membuat semua kaget.
" Ge apa sebenarnya salahku ke kamu, sampai kamu tega seperti ini ge?!," sontak semua mata tertuju pada Ali.
"aku hanya menjaga hati dan perasaan seseorang, jadi tolong lupakan aku, terimalah takdir ini," jawab Geisha penuh dengan penekanan.
Hancur sudah perasaan Ali, melihat orang yang dia cintai selama ini menolak mentah-mentah di depan orang banyak, Geisha langsung keluar ruangan untuk mencari udara segar, air matanya terus mengalir tak bisa di cegah.
"maafkan aku Al, mungkin ini yang terbaik buat kita," batin Geisha, yang tak mungkin melawan Restu dan mengingkari janjinya sendiri kepada ibu Husna.
tinggal kan jejak ya teman-teman reader, vote,like dan komen ya biar author makin semangat up nya. terimakasih 😘😘😘
__ADS_1