Janji Kita

Janji Kita
-


__ADS_3

Setelah resign, Geisha langsung berkemas untuk pindah ke kampung halamannya, dia tidak mau berlama-lama tinggal di kosan. lebih baik cepat pulang tinggal lagi bersama ibunya, karena kalau sudah menikah pasti ikut suaminya.


pov Geisha


Akhirnya sampai juga di rumah, capek banget perjalanan yang begitu melelahkan. langsung masuk kamar dan setelah itu mandi. setelah selesai mandi, aku menghampiri ibu yang sedang masak untuk makan malam


Melihat ibu dengan sorot mata bahagia, iya ibu mana yang tak bahagia ketika anaknya akan menikah dengan laki-laki seperti mas Farhan. dalam hati aku sudah berjanji pada diriku sendiri akan sepenuhnya mencintai suamiku nantinya dan akan melupakan Ali.


sebagai wanita aku berpikir secara logis, aku sangat mencintai Ali, tapi ibunya menentang apabila aku dan Ali menjalin sebuah hubungan, di hina dan di rendahkan, aku tak mau kalau sampai ibuku mendengar anaknya dihina. lebih baik ku buang jauh-jauh rasa ini untuk Ali.


Sedangkan keluarga Farhan menerima ku dengan kedua tangan mereka, keluarga Farhan tidak mempermasalahkan status sosial keluarga ku, tak memandang rendah. sangat bertolak belakang dengan keluarga Ali, padahal kalau dilihat dari segi kekayaan jauh lah di bandingkan dengan keluarga Farhan.


Hari pernikahan ku semakin dekat, tinggal menghitung hari, segala persiapan sudah mencapai 80 persen.


menjalani masa pingitan, terasa lama. ya dua minggu aku di pingit tidak boleh bertemu dengan Farhan, ya walaupun bisa telpon, tapi ya nggak bisa menghilangkan rasa kangen ku.


Di rumah sudah rame, tetangga dan keluarga datang untuk membantu berjalanannya acara


pernikahan ku, maklum di desa tingkat sosial masih tinggi, gotong royong nya dan kekompakan para warga sekitar sangat lah kental.


segala persiapan sudah dilakukan oleh para perewang (istilah Jawa orang yang membantu acara) ,baik pria maupun wanita mereka mengerjakan menurut keahlian masing-masing.


pernikahan memang di selenggarakan di rumah ku. hanya keluarga dan teman dekat saja yang di undang, aku tak mau banyak mengundang orang. cukup keluarga, teman dan rekan bisnisnya mas Farhan.


Hari semakin jadi rumah ku semakin rame, keluarga yang rumahnya jauh pun berbondong-bondong datang, semakin banyak orang semakin membuatku nervous.


nada dering ponsel ku berbunyi, tertera nama Manda teman kantorku.

__ADS_1


"hallo man ada apa?," sapa ku di balik telpon. Manda langsung menyahut sambungan telpon,


"kamu pindah kost ya Ge?, kemarin aku ke kosan kamu,tapi Bu kost bilang kamu pindah,"


"memang ada apa man?," tanya Geisha


"ini ada barang kamu ketinggalan Ge,"


"biar sudah man kapan-kapan aku ambil, makasih ya,". Geisha menutup telponnya.


Hari yang sangat melelahkan, padahal belum hari H, aku kagum atas kekompakan para tetangga membantu suksesnya acara pernikahan ku, para tetangga dan keluarga besarku sejak seminggu yang lalu.


DEG-DEGAN iya kini yang ku rasa, satu hari lagi aku sudah resmi menyandang status sebagai seorang istri, tak menyangka ini ujung menantian cintaku walaupun belum sepenuhnya aku mencintai mas Farhan, aku yakin cinta bisa tumbuh dengan sendirinya karena sudah terbiasa dan tentunya nyaman.


*******


mas Farhan mengucapkan janji sakral dengan penuh khidmat, sekarang aku sudah sah menjadi seorang istri. dan aku berjanji akan mengabdikan hidupku untuk suami dan anak-anak ku kelak.


serangkaian acara berjalan lancar dan khidmat. aku memang tak mengundang teman kantor karena lokasi nya jauh, aku menikah dikampung halaman ku.


seminggu telah berlalu waktunya aku pindah ke kota ikut suamiku, aku sedih harus meninggalkan ibu dan adikku lagi, sudah kewajiban ku ikut suami.


perjalanan yang lumayan melelahkan, akhirnya aku sampai di apartemennya mas Farhan, aku bergegas membereskan barang-barang ku. mas Farhan sudah sibuk dengan laptop nya, sibuk mengecek pekerjaan yang seminggu ini dia tinggalkan.


"mas makan yuk,aku sudah masak nanti dilanjutkan lagi kerjanya", mas Farhan mengangguk dan menutup laptopnya.


" besok aku mau ke kantor cabang ya mas, ambil barang aku ada yang ke tinggalan," seru ku sambil menikmati makan malam bersama suami.

__ADS_1


Hari ini aku ke kantor di antar sama mas Farhan, semua karyawan dan para staf tunduk hormat atas kedatangan pimpinan pusat, aku ke ruangan kerja ku dulu, aku menemui Manda untuk mengambil barang ku yang ketinggalan,.


"hai Man," sapa ku pada Manda. di sisi lain Ali menatap ku dengan tajam. aku tak menghiraukan Ali, mungkin dia geram atas sikap ku pada nya.


sampai akhirnya mas Farhan masuk ke ruangan ku karena menunggu ku terlalu lama,


"sayang ayo kita pulang!," seru Farhan


semua mata tertuju pada Farhan, tak terkecuali Ali.


"iya mas sebentar,ini masih beres-beres," sahutku.


"Tunggu maksudnya apa ini?," tanya Ali padaku.


"Ge please, kasih aku kesempatan untuk membuktikan cinta aku," kata Ali yang membuat semua orang terkejut di ruangan ini.


Hening seketika,


"saya sudah menikah dengan mas Farhan satu Minggu yang lalu." seru ku,


semua yang ada di ruangan tercengang, mendengar ucapan ku, terlebih Ali sangat syok mendengar nya, matanya memerah rahangnya mengeras, pertanda dia menahan emosi.


Akhirnya aku pamit pada semuanya, dari pada semakin panas saja hawa di dalam kantor karena perang dingin, antara aku dan Ali. sedangkan mas Farhan masih bingung atas semua kejadian yang tak terduga.


Ayo jangan lupa vote,like dan komen ya agar author lebih semangat lagi up nya.


selamat menunaikan ibadah puasa, semoga lancar sampai lebaran nanti, terimakasih atas dukungannya 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2