
setelah sepupu dan juga bibi nya selesai makan, dewi pun segera membereskan meja makan tempat bibi dan juga sepupu nya makan tadi. setelah selesai, dewi lebih memilih pergi bekerja lebih awal tanpa sarapan. karena selera makan nya sudah hilang mengingat kata-kata bibi nya tadi. di sepanjang perjalanan menuju ladang tempat dewi bekerja, dia lebih banyak melamun. dewi melamunkan nasib dan juga penderitaan yang di alaminya semenjak ke dua orang tuanya meninggal. sehingga di tengah lamunan nya, tanpa sadar dewi menabrak seseorang. seorang laki-laki yang mempunyai badan yang tidak terlalu tinggi, namun memiliki badan yang kekar, dan otot-otot yang tampak terlihat dengan bagus dan kulit yang hitam karena sering terpapar matahari. mungkin karena pekerjaan nya yang selalu mengerjakan pekerjaan berat. ya, dia adalah Roy. seorang pekerja kuli bangunan di tempat juragan. yang mempunyai ladang tempat dewi bekerja. Dan seorang yang sudah lama diam-diam menaruh hati pada dewi.
"kamu kenapa wi?, kamu sakit yah?
"enggak kok roy aku tidak sakit, aku hanya mengantuk saja." ucap dewi berbohong.
" oh ya sudah, lain kali kamu hati hati yah, kalo kamu ngerasa kamu gak enak badan, kamu izin aja sama juragan"
"iya aku gak apa apa kok, aku baik baik ajah, makasih yah." sambil dewi beranjak meninggalkan roy.
roy pun membalas ucapan dewi dengan sedikit senyum di bibir nya. dia berharap suatu saat dia akan memiliki hubungan spesial dengan dewi.
***********************************
sementara di tempat lain dafhin yang sudah sampai di kantor nya dengan tepat waktu. ini juga merupakan kebiasaan yang selalu di lakukan nya selama memimpin perusahaan papanya. bersama dengan sekretarisnya berjalan menuju ruangan. sesampai nya di ruangan nya, sekretaris nya pun memohon izin untuk beranjak dari ruangan nya. belum sempat sekretarisnya keluar dafihn memanggil deni sekretaris nya
__ADS_1
"den"
"saya pak"
"tolong kamu buat dan susun hasil pertemuan kita dengan pak gunawan kemarin, dan segera antarkan ya."
"baik pak, kalau begitu saya permisi dulu pak (sambil menunduk)"
setelah sekretarisnya pergi dafhin bersandar di kursinya menghela nafas panjang, dia memikirkan kata-kata mamanya tadi pagi.
sesampai di meja makan dafin duduk sambil memebrikan senyum lebarnya pada mamanya yang sudah menunggu dari tadi, dan juga menandakan semangat nya untuk memulai aktivitas yang baru di pagi hari.
"pagi ma" (sembari memberikan kecupan di kening perempuan yang sudah melahirkan nya itu)
"pagi" jawab kayla ( dengan ekspresi yang yang lesu)
__ADS_1
"lah kenapa ma? mama sakit? kok kaya gak bersemangat gitu?" ( dafhin dengan wajah yang bingung)
"tidak apa apa nak"
"apa yang mama pikirkan? tidak biasanya mam seperti ini!"
"kemarin mama bertemu dengan teman teman arisan mama"
"lalu?" (dafhin)
"mereka bercerita tentang menantu mereka dan juga cucu mereka, tentang kelucuan cucu mereka, tentang memantu mereka juga, mereka memamerkan kelucuan cucu mereka. dan disana cuman mama yang belum memiliki itu semua" ( sambil menunduk lesu dengan air mata yang sudah berkaca-kaca."
"maaf kan aku mah" (dafhin)
" hanya itu kalimat yang selalu kamu lontarkan setiap kali mama membahas masalah ini" (sambil membuang muka dengan pelan).
__ADS_1
dafhin pun tertunduk dengan menhembuskan nafas panjang. dia tidak bisa menjawab apa apa. karna hal ini merupakan kelemahan nya. hanya kata MAAF yang selalu di katakan.