Jatu hati kepada pelayan cafe

Jatu hati kepada pelayan cafe
Episode 4


__ADS_3

sambil memegang tangan anak nya, melihat dengan tatapan serius dan sedikit sendu, " nak menikah lah dengan anak teman mama, umur nya tidak jauh beda dengan mu, dia orang nya juga pintar dan lulusan luar negeri sama dengan kamu".


"maaf mah tapi kita sudah pernah membicarakan ini sebelumnya aku akan mencari pasangan hidup ku dengan caraku sendiri, dan aku akan mencari perempuan yang benar-benar mencintai ku dengan tulus dan apa adanya, tanpa memandang status ku ma".


"iya mau sampai kapan nak mama tunggu?. sampai nanti mama udah gak ada? (dengan nada penekanan)"


" ma jangan bicara seperti itu ma, doakan aja aku segera mendapatkan nya".


dengan nada yang sedikit ketus " percuma juga mama berdoa kalo kamu nya gak mau berusaha".


"iya ma aku sedang berusaha mencari yang terbaik dan yang paling tepat ma! aku tidak mau kejadian sebelum-sebelumnya terulang lagi ma"


"iya mama akan tunggu. tapi mama juga tidak mau dengan perempuan yang asal usul nya tidak jelas, harus ada bibit, bebet, bobot nya, dan juga bependidikan".


dafhin menghembuskan nafas kasarnya lagi. "mah mamah lupa kejadian sebelum nya seperti apa?. mereka yang berpendidikan tinggi, dengan bibit, bebet dan bobot nya yang jelas, tapi apa? mereka juga memanfaatkan aku dan keluarga kita kan mah?. bahkan ada juga yang mendekati ku hanya ingin menjatuhkan kan perusahaan papa kan mah?"


"yah tapikan" (belum sempat kayla menjawab anaknya, sontak susilo memecah perdebatan yang sangat sengit antara anak dan juga istrinya itu)


"wah makanan nya enak nih, tumben makanan nya enak yah? , beda dari biasanya"


"udah biasa kali pah makanan nya kayak gini" kayla menjawab suaminya dengan perasaan sebal.

__ADS_1


" udah mah aku udah lapar dari tadi" ucap susilo.


"dafhin pimpin doa nak" (susilo)


'iya pah"


flash back off


dengan kepala yang yang masih medongak keatas sambil memandang langit-langit ruangan nya dengan pandangan yang kosong, sontak dafhin kaget dengan keberadaan  deni sekretaris nya yang sudah berdiri dari tadi sambil  memegang berkas yang di perintah kan bos nya tadi.


dengan nada suara yang sedikit menekan "kenapa kamu sudah berada disini? kenapa tidak ketok pintu dulu sebelum masuk?."


"maaf pak tapi saya sudah ketok pintu dari tadi, tapi bapak tidak jawab saya, akhirnya saya masuk pak" ucap deni sekretarisnya sambil mendukkan kepala.


"maaf pak ada lagi yang ingin saya sampaikan, tadi pak chandra telfon saya kata nya beliau ingin bertemu dengan anda weekend ini pak".


"kenapa dia telfon kamu, kenapa dia tidak telfon saya?"


"maaf pak tapi sedari tadi pak chandra sudah telfon bapak, tapi bapak tidak menjawab telfon pak candra"


sontak dafhin langsung mengambil handphone nya yang berada di atas meja, dan melihat beberapa panggilan tak terjawab dari candra.

__ADS_1


"ya sudah kamu boleh pergi sekarang"


"baik pak permisi" (sambil menundukkan kepala).


setelah itu dafhin pun langsung menelfon candra.


"halo bro" jawab seseorang dari seberang sana."


"halo can apa kabar? maaf tadi aku tidak jawab telfon mu."


"gak papa bro santai ajah, kabar ku baik"


"syukurlah,"


"kalo kabar sahabat ku yang satu ini tanpa aku tanya pun aku sudah tau jawaban nya" dengan wajah yang tersenyum di seberang sana.


dengan senyum di bibir dafhin, "lalu untuk apa kau menelfon ku?"


"aku hanya rindu dengan sahabat ku yang sudah hampir 2 tahun tidak bertemu"


dengan senyuman dafin menjawab " oke kita ketemu dimana?"

__ADS_1


"di cafe xxx" jawab seseorang dari seberang sana".


"ok sampai ketemu disana"


__ADS_2