
Flashback
jeonghan pov
setelah mengatakan jika dia tidak akan ikut comeback kalau joshua tidak ikut juga dia langsung pergi dari dorm satu dan bergegas menuju dorm dua , dia langsung masuk ke dalam kamarnya , pikirannya kacau saat ini dia lebih memilih merebahkan tubuhnya di kasur dan menatap langi langit kamarnya .
air matanya mengalir tampa bisa di bendung , akhir akhir ini dia sering menangis dan dangat mempengaruhi kesehatannya karena itulah semua baju yang ia punya terasa longgar karena berat badannya menurun .
dia menangis sejadi jadinya membekap wajahnya pada bantal dia tak mau adik adiknya mendengar tangisannya , bantalnya basah karena air mata jeonghan yang tak bisa di bendung lagi ,
"kenapa akhir akhir ini aku selalu menangis ? tanya jeonghan pada dirinya sendiri tapi tetap menangis walau menyadari perubahan pada dirinya
"dan aku selalu menangisi shua " sambungnya lagi ,bicara sendiri
"kau sudah keterlaluan Joshuji ,, kau membalas semua perbuatanku dengan sangat kejam " kata nya semakin histeris
"aku tidak pernah menangis setelah menjadi member seventeen aku tidak pernah menangis , tapi jika aku menangis itu pasti karena mu " katanya lagi
"kenapa kau selalu membuat ku menangis uri joshuji ?" tuturnya di sela sela isakan tangisnya , dia kembali membenamkan kepalanya pada bantal dan kembali menangis pilu ,
jam sudah menunjukkan jam setengah lima sore , tenggorokannya sedikit kering karena menangis membuat haus , dia sama sekali tidak menyentuh makanan yang hoshi antarkan ke kamarnya tadi siang , dia keluar menuju dapur untuk mengambil air minum di lemari pendingin , dia mendapati beberapa member berkumpul di ruang tv dekat dapur , dia berusaha menutupi wajahnya , dia tidak mau adik adiknya melihat matanya yang sembap dan hidungnya yang merah .
tapi tiba tiba ponsel nya berdering , ada panggilan masuk , dia sejenak menatap nama seseorang yang terpangpang jelas di layar ponselnya , dia sedikit gelisah takut suara serak khas menangis akan di sadari oleh ibunya , ya yang menelfon saat itu adalah ibunya , sebelom mengangkat dia berusaha mengatur nafas dan suaranya dengan sedikit berdehem .
"ya eomma "
ia berbicara di ponsel dengan lebih ceria seperti biasa dia tidak mau ibunya kepikiran , dia membuat janji dengan ibunya , bahwa besok dia akan pulang . jeonghan kembali ke kamar dan menutup pintunya
__ADS_1
dia melangkah menuju meja belajar dia melihat foto foto yang di figora rapi dia meja belajarnya , dia melihat satu persatu foto itu dan tersenyum tapi senyuman itu belum hilang air matanya menyusul jatuh , dia memandangi fotonya ketika bersama joshua dengan mengenakan baju couple yang tidak pernah dia dan joshua publikasikan ke media sosialnya , jadi tidak banyak carat yang tau mengenai baju couple mereka .
di SEVENTEEN hanya jeonghan dan joshua yang sering mengenakan baju kembar , member yang lain tidak heran lagi jika evil twins ini mengenakan baju kembar , mereka tidak pernah mengunggah foto berdua di ig ataupun di weverse tapi masih saja ada carat yang sangat jeli yang menyadari kalau mereka banyak memiliki baju couple ataupun asessoris couple .
mereka tidak mau Shipper shipper mereka makin menggila , member Seventeen mempunyai akun ig atau weverse selain akun yang sudah resmi di setujui agensi , mereka masih punya akun pribadi masing masing , hanya ke tiga belas member lah yang tau akun akun pribadi member yang lain , gunanya aku pribadi mereka ingin tau apa yang penggemarnya bicarakan di group obrolan , mereka akan masuk dengan indetitas berbeda dengan menggunakan nama carat dan berbaur dengan carat yang lain ,
di situlah member seventeen mengetahui shipper shipper mereka seperti hoshi dan woozi , mingyu dan wonwoo , jeonghan dan joshua , jeonghan dan scoups , the8 dan jun , scoups dan woozi , vernon dan seungkwan , dk dan joshua , dk dan hoshi , dan masih banyak couple couple mereka , kadang yang lain malah mengumbar kemesraan sengaja ingin membuat para shipper mereka kegirangan
tapi berbeda dengan joshua dan jeonghan mereka memilih backstreet , dan tak mengunggah apapun ketika jalan berdua , karena mereka tau , penggemarnya punya berbagai cara untuk mengetahui mereka saat jalan berdua .
lamunan jeonghan seketika buyar ketika mendengar suara tangis dino dari luar kamar dia buru buru melangkah menuju pintu kamar ingin keluar belum juga membuka pintu dia tetap memilih diam ketika dino mengatakan sesuatu .
"tapi bagaimana jika shua hyung tidak kembali lagi karena marah pada jeonghan hyung dan scoups hyung" kata kata dino bagai di petir di siang bolong bagi jeonghan dia mundur pikirannya sekita membayangkan jika apa yang di katakan dino benar benar terjadi ,membayangkan saja sudah sangat menyeramkan baginya , dia diam sejenak .
"Aku harus menyusul joshua besok ke LA " kata jeonghan tampa berpikir panjang lagi , ia lupa memikirkan nasip group nya jika ia menyusul joshua ke LA otomatis dia akan ikut hiatus juga tampa sepengatahuan agensi
pagi pagi jeonghan sudah rapi dengan hoodie dan di lapisi jaket dari luar serta penyamaran seperti masker dan juga topi hitam , dia keluar kamar dan mendapati scoups sang leader itu menemani dino belajar , dia menatap jeonghan yang sudah rapi ,
"kau mau ke mana " tanya scoups penasaran
"aku mau pulang ,, ke rumah kemaren ibu ku menelfon menyuruhku untuk pulang " katanya berbohong , scoups melirik jun karena di dorm dua selain jeonghan jun juga tertua
"iya ,, kemaren ibunya jeonghan hyung menelfon dan menyuruhnya pulang " jawab jun , scoups kembali menatap jeonghan yang masih berdiri menunggu ijin dari sang leader , sebenarnya dia sangat takut jika leader garang itu tiba tiba tidak mengijinkannya ,
"baiklah ,, hati hati di jalan ,, kabari jika sudah sampai " kata scoups yang dari tadi mempertimbangkannya , senyuman jeonghan merekah seketika ,
"baiklah ,, aku pergi dulu ,, kalian jaga diri baik baik ya " kata jeonghan melangkah keluar dorm , dia menaiki taksi dari dorm ke bandara , tak ada yang mengenalinya ketika dia berjalan di bandara sendirian , sebenarnya dia sangat takut jika ada yang menyadari keberadaanya apa lagi jika sasaengnya yang mengenalinya bisa akan terjadi masalah ,
__ADS_1
dia menaiki pesawat sekitar jam sembilan dan sudah take of , dia merasa sangat tak nyaman karena dia biasa bepergian bersama para member , manager dan bodyguard yang akan memastikan keamanannya kini ia harus sendirian tapi ini adalah kusekwensi yang harus ia tanggung karena ini adalah pilihannya sendiri .
dia sudah landing di bandara internasional LA sekitar jam sembilan malam dalam perjalanan sebelas jam , agak sedikit bingung ketika dia sampai di LA karena menyesuaikan waktu di sana berbeda dengan di korea sekitar 16 jam lebih lambat dari korea , jika di korea jam 23.28 malam maka di LA jam 09.28 siang pada tanggal yang sama .
jeonghan memesan taksi dan mengarahkan sopir taksi ke daerah perumahan elit , dia berhenti di sebuah bangunan besar dan megah mungkin jika di diameter kan luar rumah dan juga halamannya sekitar 2 sampai 3 hektar , bangunan dengan nuansa klasik dan modern itu berdiri kokoh dengan tiga lantai .
ya rumah itu adalah milik joshua hong dari keluarga Hong yang kaya raya , ayah joshua adalah CEO dari perusaan raksasa di LA dan ibunya adalah dokter spesialis jantung , dan kedua orang tua joshua yang sukses hanya memiliki anak tunggal yaitu joshua yang akan mewarisi semua kekayaan kedua orang tuanya ,
dia memang terkenal irit di SEVENTEEN tapi jika sekalinya berbelanja maka merek dari brend terkenal dia akan membelinya walaupun harganya sangat mahal . semua member SEVENTEEN tau bahwa salah satu membernya adalah anak tunggal kaya raya pewaris satu satunya perusahaan raksasa yang juga mendirikan cabang di seoul , korea selatan ,
kekayaan joshua sudah terlihat ketika dia masih trainee , dia menghadiahkan sepatu merek terkenal dengan harga tak masuk akal pada hoshi sebagai hadiah ulang tahunnya , hoshi yang terharu mengatakan jika dia akan membalas hadiah joshua ketika dia sukses dan juga akan memberikan hadiah mahal pada joshua .
dan juga ketika syuting One fine day tahun 2015 , joshua kebingungan memasak nasi dengan panci , member yang lain mengatakan "apa kau tidak punya panci di rumah mu" joshua menggeleng dia menjawab dia tidak pernah masuk ke dapur karena ada pembantu yang akan mengurusnya dan juga jika di rumahnya mereka tidak memasak nasi dengan panci melainkan dengan reskuker ,yang waktu itu reskuker hanya di miliki orang orang kaya , jadi member seventeen menyoraki joshua "wah kau hidup dengan nyaman ya "
jeonghan menatap rumah yang taun lalu dia kunjungi bersama para member , jeonghan melangkah menuju pintu rumah dan menekan bel rumah , , , ,
,
,
,
,
,
,
__ADS_1