JIHAN Best Friend

JIHAN Best Friend
Yang kau buat sendiri


__ADS_3

flashback again


jeonghan hanya menatap punggung joshua ketika idol ganteng itu menaiki anak tangga rumahnya , jeonghan kembali mengobrol dengan dady joshua , setelah sepuluh menit joshua datang dan duduk kembali di tempatnya semula .


"apa kalian bertengkar ?" tanya sang dady karena sikap mereka agak aneh , mereka sama sekali tidak saling bertegur sapa , yang ada dady joshua hanya melihat jeonghan yang selalu melirik putranya yang cuek .


"aa tidak kok ded " kata jeonghan canggung


"tidak ada apa apa kok dad" sambung joshua


"lalu kenapa sikap kalian aneh , kalian tidak saling bicara , biasanya kalian seperti sepasang kekasih jika berkunjung ke sini , kenapa sekarang sikap kalian berubah" kata dady


"ah itu tidak benar dady " kata jeonghan


"baiklah " kata dadynya , mami joshua sudah selesai memasak makanan untuk jeonghan


"jeonghan_ah kau pasti lapar kan ,, ayoo mami sudah menyiapkan makanan untuk mu sini " panggil mami joshua pada jeonghan , jeonghan pun menurut dan memeluk mami joshua. di seventeen semua member sangat dengan dengan kedua orang tua member yang lain , tapi jeonghan dan mami joshua itu seperti ibu dan anak kandung , mereka sangat dekat sekali jadi jeonghan tidak canggung untuk memeluk ibu joshua , ibu joshua menitipkan putranya pada jeonghan karena jeonghan adalah sahabat dekat joshua , setiap bulannya pun orang tua joshua rutin mentransfer uang ke rekening jeonghan .


bukan berarti orang tua joshua membayar jeonghan untuk menjaga putranya melainkan mereka sudah menganggap jeonghan adalah putra tertuanya , jadi orang tua joshua seperti mempunyai kewajiban untuk memberikan uang jajan untuk jeonghan sama seperti pada joshua tapi dalam jumlah yang berbeda .


"nak ,, sini temani jeonghan makan , mami juga sudah menyiapkan cemilan untuk mu " kata maminya menyuruh joshua menemani jeonghan makan di ruang makan , joshua hanya menurut saja


joshua duduk di depan jeonghan , tampa sekalipun melihat ke arah jeonghan , dia mulai mengemil ,


"ayo nak ,, mami hanya masak ini , habiskan ya , setelah makan istirahatlah mami sudah menyuruh ART menyiapkan kamar mu ok,, mami tinggal dulu ya !" kata mami joshua yang langsung meninggalkan mereka berdua di meja makan dengan mengelus kepala mereka berdua seperti ia mempunyai dua putra , jeonghan mempunyai kamar sendiri di rumah joshua , berbeda dengan semua member mereka akan seperti bergantian menggunakan kamar ketika menginap di rumah joshua tapi tidak dengan kamar jeonghan yang hanya boleh di tempati jeonghan saja .


"baiklah mom aku akan menghabiskannya " jeonghan pun memakan makanannya , dia melirik joshua yang mengemil sambil bermain ponsel .


"kau tidak makan "? tanya jeonghan

__ADS_1


"aku sudah tadi ,, makanlah aku akan menunggu " jawab joshua , jeonghan tersenyum tipis , dia makan tapi matanya tidak terlepas dari joshua ,


"aku merindukan moment seperti ini ,, makan dengan di temani mu itu sudah sangat membuatku bahagia" lirihnya dalam hati


joshua sadar bahwa jeonghan terus saja menatapnya tapi dia berusaha tidak peka dan melanjutkan acara ngemil nya , setelah selesai makan jeonghan terbiasa akan membawa bekas piring yang ia gunakan dan mencucinya .


"jangan lakukan itu di sini ,, ART akan melakukannya , sudah tinggal saja di sini ,, kau pasti capek istirahatlah " kata joshua dengan nada canggung , tampa menunggu jeonghan menjawab nya joshua meninggalkan jeonghan , jeonghan pun berlari mengejar joshua dan mengekor di belakang , mereka menaiki anak tangga rumah bersebelahan tapi tak ada yang saling bicara , jeonghan hanya menatap joshua tampa berani mencairkan suasana ,


mereka sampai di lantai dua joshua langsung menuju kamarnya meninggalkan jeonghan yang masih terpaku , dan kemudian melangkah menuju kamarnya juga .


**


pagi hari nya mereka berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi , mereka saling mengobrol setelah menyelesaikan sarapan mereka .


"ded ,, coba lihat putra putra kita ,, merek benar benar sangat mirip ya ka "? tanya mami pada dady joshua , dady joshua memperhatikan kedua putra nya itu


"iya ya mam ,, mereka sangat mirip kalau yang belum mengenal mereka pasti di kira beneran kembar , pantesan shipper kalian menjuluki twins ,, dady lupa nama julukan kalian "kata dady


"ah iya jihan dady lupa ,, " kata dady , berbeda dengan jeonghan yang sangat bahagia dan tersenyum , joshua malah memasang wajah datarnya tampa senyum .


"oya dady dan juga mami akan pergi ke acara resepsi kolega dedy di kapal pesiar mungkin kami akan menginap di sana satu malam , kalian tidak apa apa kan kami tinggal berdua " kata dadynya , joshua langsung menatap kedua orang tuanya , sementara jeonghan hanya mengangguk menyanggupi


"aku tidak masalah kok ded ,, kalian bisa bersantai di sana dengan nyaman " kata jeonghan


"baiklah ,, setelah ini kami akan berangkat ,, joshua ,, kau ajak jeonghan jalan jalan ya , " kata maminya meminta joshua untuk mengajak jeonghan jalan jalan , joshua hanya mengangguk sambil meminum jus , sejak kedatangan jeonghan joshua seperti menjadi sangat pendiam dan tidak tersenyum sama sekali .


kedua orang tua joshua sudah berangkat , kini tinggal mereka berdua di rumah besar itu , jeonghan turun dari lantai dua ke lantai dasar mencari sosok manusia manis itu berada , dia menyapu seluruh ruangan tapi tidak menemukan joshua , dia melangkah ke luar di mana kolam renang besar itu di bangun di luar rumah , dia tersenyum ketika melihat laki laki yang ia cari sedang duduk santai di kursi tepi renang .


jeonghan menghampiri joshua yang terlentang sambil memejamkan matanya , jeonghan duduk di samping tubuh kekar milik joshua , joshua tidak menyadari kedatangan jeonghan karena telinganya di sumbat headset dia sedang mendengarkan lagu kesukaannya ,

__ADS_1


jeonghan terus menatap wajah joshua dia menyangga dagunya dan senyuman itu terus tersungging di bibirnya ,


"Shua_ya,, aku merindukan mu ,, aku merindukan saat saat seperti ini , entah perasaan apa yang mengotori hatiku ,, aku mencoba menghapus semuanya agar persahabatan kita tetap murni tapi semakin aku mencoba menjauh semakin aku sangat terikat pada mu '" kata jeonghan dalam hati


"berhenti menatap ku seperti itu " kata joshua tampa membuka matanya , jeonghan tersadar dan membenarkan duduknya


"kau sudah bangun "? tanya joshua


"aku ini sangat peka , kau lupa itu " joshua duduk dan hendak berdiri untuk meninggalkan jeonghan , tapi tangan jeonghan menangkap tangan joshua membuat joshua menghentikan langkahnya


"kenapa kau terus menghindar dari ku " kata jeonghan tepat di belakang joshua , joshua memutar tubuhnya menghadap jeonghan dengan wajah datar nya , benar orang yang sering tersenyum ketika menampakkan wajah dinginnya akan sangat menakutkan ,


"coba katakan sekali lagi ! ,, jeonghan_ah ,, apa aku belum cukup sabar menghadapi mu ,, jangan uji kesabaran ku ,, kau belum pernah melihat ku marah kan ? " kata joshua dingin menatap mata jeonghan , jeonghan kaget bukan main dia baru melihat wajah joshua yang seperti ini .


"shua_ya kenapa kau bersikap seperti ini pada ku , kau membuat ku takut" kata jeonghan menatap manik mata joshua dia sedikit takut


"takut ,, sikap ku ini adalah buatan mu sendiri jadi jangan merasa takut " kata joshua menusuk hati jeonghan


"shua_ya berhenti menyakitiku terlalu dalam ,, aku sudah tak sanggup lagi " kata jeonghan memelas


"aku hanya melakukan semua keinginan mu ,, aku pulang bukan cuma sekedar ingin hiatus tapi aku benar benar tidak akan kembali ke seoul " joshua penuh penekanan , bagai di sambar petir jeonghan saat itu , benar kekhawatirannya itu dia tidak berniat kembali ke seoul


"a a a apa yang kau katakan ,, kau ingin meninggalkan SEVENTEEN ??


,


,


,

__ADS_1


,


__ADS_2