
Sementara di perusahaan aditama grup terlihat seorang pria tampan sedang fokus dengan komputer dan berkas berkas di hadapan nya. Tok.. Tok... Tok... Terdengar suara ketukan pintu. "masuk" perintah pria tampan itu. "assalamualaikum my bro" ucap seorang wanita sambil berbaur kedalam pelukan pria itu yg sudah berdiri dari duduk nya dan menyambut sang wanita dengan senyuman yg menyempurnakan ketampanan nya. "walaikumsalam my sista". Jawab pria itu. "lia kangen mas dirga..". Rengek wanita itu kepada dirga. "tumben banget kangen biasa nya mas di lupain sama kamu". Jawab nya sambil memasang wajah cemberut dan melepaskan pelukan nya dari wanita itu. "ihhh yg suka lupa itu kan mas dirga, tiap aku kesini pasti mas nya lagi rapat". Memasang wajah cemberut juga. "hahahaha maaf kan mas dirga ya de jangan cemberut gitu ah tambah jelek kamu". Ejek dirga. "mas dirga tu yg jelek buktinya ampe sekarang masih jomblo aja. Udh tua juga hahahaa". "wahhh udah mulai berani ngejek dia, awas kamu ya gk mas tambahin uang jajan nya". Ancam dirga. "hahahaha ampun mas pisss damai kita" Jawab gadis itu. "kamu kesini ada perlu atau kenapa gitu?" tanya dirga. "tadi nya aku mau ngajakin temen aku si acha ke mall mas tapi dia lagi mager jadi gk jadi deh, terus dari pada aku pulang di rumah bt ya udah aku kasini aja gangguin mas kerja hehe" jelas delia. "hmmm kamu tu ya jadi inget mas cuma pas lagi bt aja huuu dasar gadis jelek". Jawab dirga sambil menarik hidung delia. "sakit mas dirga ihh". Teriak delia karna merasa hidung nya sakit. Lalu dirga tertawa senang melihat kelakuan adik nya. "andai semua orang tau betapa indahnya tawa dan senyum kamu mas. Sampai kapan kamu akan bertahan dalam dinding pembatas yg kamu bangun untuk menutupi perasaan mu" ucap delia di dalam hati sambil memperlihatkan tawa nya pada dirga.
__ADS_1
Flasbek
__ADS_1
Dulu dirga adalah anak yg ceria dan hangat namun semua berubah saat ayah dan ibu nya berpisah, ayah dan ibu dirga dulu nya sangat lah harmonis sampai pada akhirnya datang orang ke tiga yg merusak rumah tangga kedua orang tua nya. Selama satu tahun orang tua dirga terus menerus bertengkar saat itu usia dirga 8 tahun, ada saja masalah yg di jadikan topik pertengkaran kedua nya sampai tanpa mereka sadari pertengkaran mereka berimbas pada dirga kecil. Karna sibuk dengan pertengkaran mereka dirga sering tidak di beri makan. Bahkan sekolah dirga pun bermasalah, untung lah adik dari ibu dirga orang yg perhatian dia tidak tega melihat dirga kecil yg harus nya bermain riang dengan teman teman nya kini menjadi anak yg pemurung dan tertutup tidak ada lagi tawa di wajah nya. Tapi semua berubah saat dirga bersama adik sepupu nya yg waktu itu berusia 6 tahun. "mas dilga sini maen sama lia". Ajak delia kecil sambil menarik tangan dirga kecil. "tidak kamu jangan dekat dekat aku, sana pergi! Bermain dengan anak kecil sangat merepotkan". Jawab dirga kecil sangat ketus. Namun delia kecil tidak pernah menyerah dia selalu saja mengganggu dirga itu menjadi hiburan tersendiri untuk dirga. Saat ulang tahun dirga yg ke 9 ibu dan ayah dirga resmi bercerai dan dirga di suruh memilih mau ikut ayah atau ibu nya, "dirga sayang sini nak!!". Panggil salah satu staf pengadilan. "tante mau tanya sama dirga, dirga kalo di suruh milih tinggal sama ibu atau ayah dirga mau pilih ikut siapa nak?". Tanya orang itu dengan lembut. Dirga kecil diam dia melihat wajah ayah nya, lalu melihat wajah ibu nya dengan tatapan sendu. "dirga ikut ayah aja ya nak nanti kita naik pesawat keluar negeri dengan tante mona kita akan menjadi keluarga yg bahagia". Rayu ayah dirga. "kamu gk bisa gitu dong mas dirga ikut aku, aku gk sudi anak ku di urus dengan pelakor ini." ucap ibu dirga sambil berderai air mata. "tidak aku tidak akan membiarkan anak ku terlantar oleh mu yg hanya memikirkan pekerjaan tidak pernah memikirkan keluarga". Saut ayah dirga. "kamu selalu menyalahkan semua kepada ku mas, kenapa kamu tidak berkaca kenapa aku menyibukkan diri ke pekerjaan semua karna kamu mas karna tingkah laku kamu yg tidak pernah puas pada satu perempuan." sanggah ibu dirga. Dirga kecil menutup kedua telinga nya sambil duduk jongkok Karna tidak kuat mendengar pertengkaran kedua orang tua nya.
__ADS_1