Jodoh Itu Lucu

Jodoh Itu Lucu
Dirga kecil yg malang


__ADS_3

"kalian berdua cukup, hentikan perdebatan kalian berdua." bentak paman ardi yg tidak lain adalah adik dari ibu nya dirga dan ayah nya delia. "kalian tidak malu di sini ada orang lain yg menyaksikan perdebatan tidak jelas kalian, liat baik baik anak kalian dia ketakutan, karna perdebatan kalian yg tiada henti kalian sudah membunuh karakter anak kalian sendiri." ucap paman ardi tegas yg membuat ayah dan ibu nya dirga sadar akan kesalahan mereka yg selalu bertengkar di depan anak mereka. Ibu dirga menghampiri dirga dan memeluk nya. "maafin ibu sayang ibu salah ibu udah buat kamu takut ibu gk perhatian sama kamu maafin ibu nak". Ucap ibu dirga sambil menangis tersedu dan menciumi wajah anak nya yg ketakutan sambil menangis. Ayah dirga pun mendekati anak dan ibu itu dan bergantian memeluk dirga. "ayah juga minta maaf nak ayah salah selama ini ayah sudah menyakiti mu" ucap ayah dirga yg ikut menangis. Namun dirga hanya diam dan menundukan kepala nya dia seakan enggan melihat ke arah kedua orang tua nya, dia merasa kecewa sedih dan bingung yg bercampur jadi satu, saat itu paman ardi memanggil dirga dan dirga langsung menatap paman nya itu. "dirga.." panggil paman ardi. Dirga menengok "dengar kan paman nak umur mu memang masih kecil tapi paman tau kamu mampu mengerti ucapan paman, jangan bingung menentukan pilihan mu kamu anak laki-laki yg kuat dan cerdas. Ikuti kata hati mu nak jika kamu tidak mau memilih ayah atau ibu mu yg egois itu paman di sini ada untuk mu paman siap menerima mu dengan sepenuh hati paman". Dirga menatap dalam paman nya, dirga menghapus air mata nya dan berjalan ke arah paman ardi, dia memegang tangan lelaki itu dengan kuat dan dia berbicara "paman dirga gk mau ikut ayah atau ibu dirga mau ikut paman aja dirga janji akan jadi anak yg baik dan gk akan ngerepotin paman." paman ardi memeluk dirga dan mengusap rambut nya dengan sayang. "paman menerima mu nak. Mulai saat ini kamu bukan keponakan ku kamu anak laki-laki ku, panggil aku dady hmm.." ucap paman ardi sambil mengusap sayang dirga. "hmmm dady.." jawab dirga sambil memeluk erat paman nya. " kalian dengar ucapan dirga mulai sekarang aku yg akan mengurus nya jika kalian sayang dan peduli pada nya kalian akan menyetujui keputusan nya, toh dengan dia bersama ku kalian lebih leluasa untuk melihat nya tanpa harus kalian bertemu lagi dan mulai berdebat lagi. Ini jauh lebih baik untuk psikis dirga" jelas paman ardy. "baik lah jika itu mau mu nak ayah tidak akan memaksa mu lagi yg penting dirga bahagia dengan pilihan dirga." ucap ayah dirga sambil mengusap kepala anak nya. "ibu juga begitu nak, jangan benci ayah dan ibu kamu akan selalu menyayangimu walaupun kami tidak bisa bersama lagi, jaga diri dan jangan repot kan dedy mu, ibu akan sering mengunjungi kalian" lalu ibu memeluk dirga kecil. "baik lah keputusan sudah di ambil bapak dan ibu silakan tanda tangan di sini setelah ini hak asuh anak kalian jatuh kepada bapak ardi mahesa dan istri nya indri puspita, tapi sebelum nya saya ingin memastikan apa istri bapak ardy menerima dirga dengan tulus dan ikhlas dan akan menyayangi dirga seperti anak kandung kalian sendiri?" tanya pegawai pengadilan kepada tante indri. Dengan mantap tante indri menjawab. "ya saya menerima nya dengan ikhlas dan saya akan menganggap dirga seperti anak saya sendiri".


"kalau begitu baik lah kalian bisa tanda tangan di sini".


__ADS_2