
Dipagi hari,sebelum bela melakukan kegiatan seperti biasa sebagai buruh pabrik,Bela bangun lebih awal karna ada janji dengan kekasihnya Danu.-kekasih bela .
ponsel berdering,Bela gegas mengambilnya ke kamar "Halo bela,pagi ini kita jadi kan ketemu sebelum kamu nerangkat kerja?"terdengar suara danu di sebrang telpon "iya mas,tapi tunggu aku selesaikan pekerjaan rumah dulu ya"jawab bela,lalu memutuskan panggilan trlpon setelah danu mengucap salam.
setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah dan bersiap,bela izin pada Bu wati-ibu bela,untuk pergi lebih awal dengan alasan lembur.. "bu bela pamit ya.."sambil mencium punggung tangan ibunya "loh kok berangkatnya lebih awal,biasanya jugakan nanti stelah adzan pukul satu? "
tanya bu wati penuh selidik pada anaknya, "I-itu bu aku ada lembur"sambil terbata2 belapun menjawab ibunya dengan perasaan yang was was,lalu pergi ..
sesampainya di taman bela langsung menghampiri danu yang sedang duduk di kursi "Mas maaf ya aku agak telat,tadi ibu agak curiga aku pergi lebih awal" Hubungan mereka rupanya tidak di ketahui oleh orang tua bela,tepatnya ibu dan bapak bela tidak merestui hubungan anaknya dengan danu,mengingat danu hanyalah tamatan SMP dan dia seorang pengangguran.. "gak apa apa kok bela,yang penting kita biasa bertemu walaupun secara diam diam" saat mereka sedang asyik mengobrol,tiba tibaa ..
"Belaa !! Belaa!! "terdengar suara pak iman menghapiri bela dan danu dengan perasaan yang sangat marah "aduh mas,gimana ini bapak tau kalo kita disini" ucap bela seraya takut akan kedatangan bapaknya "tenang bela,kita hadapi ini sama sama,aku yakin bapak pasti mengerti"
Danu memcoba menenangkan bela dan juga dirinya yang tak kalah takut dengan kehadiran pak iman . "Kurang ajar kamu ya !! " Praaakk !! bogem mentahpun mendarat di pipi danu sampai sampai Danu tersungkur ke tanah "brengsekk,sudah saya bilang jangan coba coba kamu dekati bela lagi !! masih berani kamu ya !! " amarah pak iman seraya tak terbendung kala melihat anak gadisnya bersama dengan seorang lelaki yang sangan tidak ia sukai "pulang kamu bela ! " pak iman menarik tangan bela dengan perasaan dipenuhi amarah ..
__ADS_1
Bela pun hanya bisa menangis tersedu tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut mungilnya,sambil pergi meninggalkan danu yang berusaha bangkit,.
Bu wati pun mendekati bela yang sedari tadi memperhatikan mereka,tentunya dengan perasaan kesal terhadap putrinya "Dasar kamu ya!! ibukan sudah bilang jangan pernah lagi kamj berhubungan dengan dia ! " lalu bapaknya pun bergegas mendahului mereka sambil berkata "ajarin anakmu itu bu,jangan cuma bisanya bikin bapak malu ! "
Pak iman dan Bu wati pulang dengan perasaan kesal,sedangkan bela pergi bekerja dengan perasaan sedih,karna kejadian ini.
'bagaimana ini,ibu dan bapak sangat marah melihatku dengan mas danu tadi'.batin bela..sepulangnya bela dirumah bapak dan ibunya sudah terlelap tidur,bela masih bisa tenang tapi ia tidak tau bagaimana besok saat dia bangun ..
"bangun ! hey bangun ! " waktu terasa begitu cepat,bu wati membangunkan bela setelah pak iman bapaknya bela pergi bekerja,dengan menggoyangkan tubuh bela menggunakan kakinya "bangun kamu jangan pura pura tidur kamu ya !! " "i-iya bu " bela pun bangun dengan perasaan gelisah karna ibu nya membangun kan nya dengan penuh amarah "keluar kamu,cuci muka sana !! aku mau biacara ! "
Bela pun pergi ke kamar mandi, 'ya tuhan,bagaimana ini aku harus minta bantuan siapa,dan gimana cara menghadapinya'. batin bela,seraya mengusap kasar muka nya DOOR DOOR DOOR "cepat keluar kamu !! " tiba tiba bu wati mengetuk pintu kamar mandi dengan keras hingga membuat bela kalap di dalam sana "i-iya bu se-sebentar " lalu bela bergegas keluar dengan perasaan sedih gelisah dan takut ..
"sini kamu !! kenapa kamu gak pernah nurut sama saya hah? diam diam kamu masih saja mendekati lelaki tidak berpendidikan itu,lelaki pengangguran!!kamu tau gak dia itu pengangguran ? gimana dia mau ngasi kamu makan nanti kalau kamu masih berhubunga dengan dia !! " ibunya terus saja bicara dengan penuh kemarahan terhadap bela yang tak berdaya menghadapi ibunya itu,Bela hanya bisa tertunduk dengan perasaan yang masih sama ..
__ADS_1
"kamu suka sama dia? cinta?? sekarang juga kalau kamu mau akan aku nikahkan kamu dengan dia,dengan syarat kamu pergi dari sini tanpa membawa apapun,dan jangan pernah lagi menganggap aku dan suamiku sebagai orang tua kamu !! jiga aku sakit atau meninggal kamu gak usah repot repot datang untuk melayad,aku tidak butuh !! "
bela hanya terdiam sambil menangis,dalam hatinya berkata 'apakah ini yang namanya seperti buah simalakama,yatuhan bagaimana ini ' tanpa menjawab pertanyaan dan kemarahan ibunya "sekarang juga kamu pergi ke rumah bibi mu sebelum bapakmu pulang dan marah lebih besar lagi karna melihat kamu !! "
Bela pergi tanpa membawa apapun,bahkan uang untuk membayar ojeg pun dia tidak membawanya karna semua hasil keringatnya dia berikan pada ibunya setiap bulan tanpa mengambil sepeserpun,jika berangkat kerja dia hanya membawa uang sepuluh ribu rupiah saja,itu pun harus minta dulu sama ibu nya walau itu uang nya ..
sesampai nya dia di rumah bibi nya "belaa,.kenapa kamu nak ada apa? tadi ibu mu telpon dan bilang suruh menasehati mu,kenapa memang mya? " rupanya ibunya sudah menelpon bibi bela dan menceritakan nya bahkan menyuruh bibinya untuk menasehati keponakan nya itu . "kamu sudah makan? ayo makan dulu bibi sudah masak tadi " "iya bi " lalu bela pun pergi ke dapur untuk mengambil makanan karna memang dia belum makan apa pun sama sekali,
setelah selesai makan,bela menceritakan semuanya secara rinci kepada bibinya itu,karna memang dia dekat dengan bibinya,. "sudahlah bela,dengarkan kata orang tua mu,jangan lagi berhubungan dengan anak itu,bibi dengar dari ibu mu kalau dia bukan lelaki baik baik"
Bela hanya mengangguk dan masih dengan perasaan yang gelisah dia pun tidak mendapat kan solusi terbaik yang dia ingin kan, untuk saat ini hanya bisa menuruti kata kata mereka . setelah itu bela kembali pulang ke rumah dan bersiap untuk kembali bekerja ..
Bersambung ...
__ADS_1