Jodoh Pilihan Ibu Dan Bapak

Jodoh Pilihan Ibu Dan Bapak
BAB 3 Keputusan sepihak


__ADS_3

POV Bela


''yatuhan kenapa jadi begini,hanya karna tidak merestui hubungan ku dengan Danu kenapa bapak dan ibu tega mau menjodohkan aku dengan ari yang umur nya jauh dari ku dan aku tidak pernah menyukainya''.. aku hanya bisa terdiam dan menuruti perkataan bapak walau sebenarnya hati ini menolak,ingin rasanya aku pergi dari sini,tapi entah kemana ..


~ saat itu sore menjelang malam,ari datang bersama seorang teman nya yang tentu sangat aku kenal dan sudah aku anggap sebagai sodara bernama rian, "assalamualaikum" terdengar suara mereka memasuki rumah karna mereka sudah sperti kluarga bagi orang tua ku, "waalaikum sallam,eh ari gimama toko hari ini ramai kann..?" tanyak bapak seperti biasa karna mereka memang sudah akrab dari 2taun lalu,aku sendiri masih mendengarkan di dalam kamar tanpa berani keluar "alhamdulillah pak ya begitulah namanya juga usaha ada pasang surut nya " jawab ari pada bapak,saat itu rian seperti biasa dia langsung ke dapur menghampiri ibu yang sedang memasak,rian memang sudah biasa membantu ibu memasak karna dia lelaki yang jago masak,aku pun keluar kamar menghampiri rian yang sedang mengupas bawang merah untuk bahan masakan "eh mas kenapa baru kesini,dari kemaren aku hubungi kok gak bisa sih" ya,bberapa waktu lalu sebelum ponsel ku di ambil bapak aku sempat menghubungi nya untuk sekedar bercerita,tapi sebelum aku mendapat balasan ponsel ku keburu di ambil  bapak .


"mas balas kok bel,justru kamu yang gak bisa di hubungi setelah itu,sekarang kamu gak kerja?" jawab rian di sertai pertanyaan nya,dia masih belum tau yang terjadi di rumah ini sama aku,aku sangat ingin bercerita tapi di sana ada ibu yang mendengarkan ..


"jelas gak bisa di hubungi lah yan,ponsel nya dia kan bapak rampas " terdengar suara ibu dari arah belakang sambil mengaduk masakan . "loh memang nya kenapa bu,kok bisa ponsel bela di rampas,pasti bela begadang mulu gegara ponsel nya ya hahah " canda rian karna dia masih belum tau permasalahan nya .


setelah selesai memasak aku mengajak rian untuk mengobrol,aku ceritakan semua yang terjadi sebenar nya,dan dia pun kaget saat mendengar bahwa bapak akan menjodohkan aku dengan Ari "yang bener bel?trus gimana,kamu mau?" tanya nya dengan perasaan kaget,"jelas enggak lah mas,tapi aku tak bisa menolak nya,bapak bersikukuh dengan keputusan nya,gimana dong ini mas tolongin akuu " rengek ku sambil menggoyangkan badan nya rian,dia memang sudah ku anggap sebagai kakak ku,apapun yang terjadi aku pasti cerita padanya,termasuk masalah ini .


di ruang tamu bapak berbicara dengan ari kedengaran nya mereka membicarakan lamaran untuk ku "bagai mana ari,apakah kamu bersedia menikahi bela anak bapak?" bapak terdengar serius menanyakan hal itu dengan harapan agar ari mau menikahiku ,."emmh kalo soal itu nanti biar saya bicarakan dulu dengan ibu saya di kampung pak,kebetulan lusa saya pulang dulu ke kampung saya karna ibu saya sedang sakit,nanti kalo ada waktu yang baik insaallah saya sampaikan niat baik ini " jawab ari yang seperti nya setuju dengan apa yang bapak bicarakan hanya saja dia harus membicarakan terlebih dulu dengan ibu nya . "baik lah semoga mendapat respon yang baik dari kluarga mu di sana,dan semoga saja ibu mu lekas sembuh setelah mendengar kabar baik ini " begitulah bapak .


~sepulang nya aku dari tempat kerja,aku tidak langsung ke rumah karna hari itu berencana menemui danu di rumah kak santi,  " assalamualaikum," sambil berjalan masuk karna mereka sudah menunggu di ruang tamu "waalaikumsallam,belaa kamu baik baik aja kan bel,kakak hawatir banget sama keadaan kamu setelah kepergian kita dari rumah mu waktu itu" kedatangan ku di sambut hangat oleh pelukan kak santi seraya berkata demikian .

__ADS_1


"alhamdulillah aku baik kak,maafin sikap bapak ya kemaren,aku sangat malu sebenar nya menampakan wajah di depak kak santi karna perkataan bapak begitu kasar terhadap kakak" sambil menangis di pelukan kak santi dan mencurahkan isi hati ku pada nya,di situ pun ada danu yang memperhatikan kami sambil tersenyum .


"aku lega melihat kamu baik baik aja bela,dari kemaren sebenar nya aku ingin menghubungi mu,hanya saja ponsel mu masih gak aktif" danu pun berkata demikian,karna memang ponsel ku masih belum ada di tangan ku saat ini,entah sampai kapan bapak akan menyita benda pipih yang selalu ku genggam itu .


"maaf kan aku mas," hanya kata itu yang bisa terucap dari mulut ku karna aku masih dalam keadaan menangis dan tak bisa berkata kata,lalu kak santi pergi memberikan ruang untuk ku dan danu untuk saling berbicara .


sebenar nya ragu jika aku harus mengatakan yang sebenar nya pada danu tentang ari,aku takut ini akan lebih menyakiti hati nya.,bagaimana cara memulai nya .,


setelah satu jam lama nya kita hanya saling diam terhanyut dalam tangisan,dan danu memberikan ku waktu agar aku lebih tenang, akhirnya aku memberanikan diri untuk menceritakan semua nya pada danu yang sampai saat ini masih menjadi kekasih ku selama kurang lebih empat tahun lama nya .


"aa..ku a-akan di jodoh kan " butiran air mataku tak kuasa terbendung saat aku mengatakan nya,danu pun hanya terdiam sambil memandangi ku,entah apa yang sebenar nya ia rasakan saat mendengar perkataan ku,terpancar kesedihan dari mata nya .


"dengan siapa bela?" tanya nya dengan lembut dan perasaan kecewa . "de-dengan a..ari " aku menjawab sambil masih terus mengeluarkan air mata karna rasanya aku sangat rapuh bila itu terjadi . "ari? ari yang selalu datang ke rumah mu itu?yang kamu bilang sudah seperti kluarga bagi orang tua mu?"


danu memang sudah sering mendengar nama ari,karna dia tinggal tidak jauh dari rumah ku,dia selalu bertanya tentang ari kenapa selalu mengunjungi rumah ku,karna memang aku tak pernah ada perasaan apa apa terhadap nya dan kami menganggap nya kluarga,aku pun menjelas kan itu pada danu saat itu ..

__ADS_1


tak terasa waktu pun telah berlalu,aku kembali pulang ke rumah dengan rasa yang begitu menyakitkan menurutku ..


"kamu sudah pulang..?itu ada titipan dari ari di kamar,kata nya kamu jangan terlalu capek kerja nya" ibu yang sedang asyik menonton tv sambil menyalami ku ,rasa nya tak ingin banyak bicara saat ini,aku langsung pergi ke kamar dan berbaring ..


tak lama terdengar dering ponsel ku berunyi di atas meja,karna sedari tadi aku tak melihat nya ada di sana,ku ambil ponsel ku dengan perasaan senang karna dia telah kembali padakuu,saat ku lihat tertera nama ari di layar yang ku gemgam


{hay bela,kamu udah pulang kerja nya? jangan lupa di minum vitamin yang aku beli,semua nya aku simpan di lemari baju mu beserta makanan lain nya,jaga kesehatan ya,}


ku hirau kan pesan dari nya,karna rasa nya geli membaca kata2nya yang terngar asing di telingaku . ponsel ku kembali bergetar


{aku akan mempercepat kepulangan ku ke kampung,karna aku sudah tidak sabar ingin menyampai kan kabar baik ini kepada keluarga ku,aku yakin kamu juga bahagia kan,tunggu aku pulang melamarmu }


astaga,yaampun apa apaan ini,ari yang ku kenal terlihat berwibawa dan seperti nya jauh dari kata lebay,tapi ternyata ...


^Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2