Jodoh Pilihan Ibu Dan Bapak

Jodoh Pilihan Ibu Dan Bapak
BAB 4 Mengapa secepat ini


__ADS_3

POV Bela


berani berani nya dia ^ari^ memasuki kamar ku dan membuka lemari ku untuk menyimpan pemberian nya yang berupa,vitamin coklat dan susu,keterlaluan !!


keesokan nya,benar saja dia pergi menemui keluarga nya untuk memberikan kabar ini,aku sama sekali tidak menyukainya,bagaimana ini .. tiba tiba ponsel bapak berdering,terdengar jelas walau aku berada di dalam kamar karna pintu kamar terbuka,


"ya gimana ri,?keadaan ibu mu sudah sehat?" percakapan bapak di telpon dengan lelaki itu terlihat sekedar basa basi,karna aku tau apa yang sebenarnya ingin bapak dan ibu dengar, "oh ya ya sukur kalo begitu,gimana soal yang kemarin? apakah kamu sudah bicara pada kluarga mu?"


apa ku bilang,bapak pasti ingin mendengar hal itu ..


"alhamdulillah kalau begitu bapak sangat lega mendengar nya,nanti sore bapak akan pergi ke ustadz teman bapak yang ada di kampung sebelah,untuk menanyakan tanggal baik pernikahan kalian" ...


"iya iya amiin,sampaikan salam bapak dan ibu untuk kluarga mu di sana ya ri,ya dari bela juga semoga kita bisa cepat ketemu untuk membahas ini lagi" bapak pun memutuskan panggilan dengan lelaki itu setelah mengucap salam,.


Haaah apa? secepat ini bapak memutuskan pernikahanku tanpa bertanya kepada ku terlebih dahulu,bapak benar benar egois,aku mungkin memang salah sempat tidak menurutinya untuk tidak berhubungan dengan danu,tapi bukan berarti bapak seenak nya menjodohkan aku dengan lelaki yang lebih tua dari ku .,


"bapak kapan akan pergi ke ustadz umar?ibu ikut ya pak,kan ibu juga ingin tau kapan waktu yang baik untuk pernikahan anak kita,ibu sudah tidak sabar" ibu benar benar keterlaluan,sama saja dengan bapak,bahkan dia sudah tidak sabar ingin menikah kan aku dengan lelaki tua itu . "nanti sore sajalah bu kita pergi nya,lagian kalo di jam jam sekarang ini beliau jarang ada di rumah.."seperti nya mereka memang tidak peduli dengan ku,sampai sampai mereka tidak meminta persetujuan ku tentang hal ini ..


~benar saja,sore hari nya mereka pergi ke ustadz umar teman bapak untuk menanyakan tanggal baik pernikahan yang tak pernah aku ingin kan ini., "bela ibu sama bapak mau pergi dulu sebentar,ada urusan" ibu masuk ke kamar ku sambil mengoles lipstik di bibirnya, "memangnya ibu mau kemana ?" tanya ku meski sebenarnya aku sudah tau mereka akan pergi ke mana ..


dering ponsel ku pun berbunyi,nomer tidak di kenal yang menghubungi ku, "ha-halo maaf ini siapa ya?" aku bertanya karna memang nomer nya tidak ku kenal ..


"ini aku danu,aku sengaja pake nomer baru,karna takutnya ponsel kamu masih di pegang sama bapak" ternyata danu yang nelpon pakai nomer baru karna takut bapak yang angkat .. "ah iya mas,aku kira siapa,ada apa mas ?" bingung harus berkata apa pada pria yang telah ku buat kecewa karna perjodohan ini, "gimana sekarang bel,apa bapak masih tetap mau menjodohkan kamu dengan nya ?" danu bertanya dengan penuh harap ..

__ADS_1


"i-iya mas,sekarang bapak sedang pergi ke tempat ustadz umar.." perkataan ku terputus,lagi lagi air mata ini tak bisa ku bendung,.bagaimana bisa aku menjelaskan nya sedangkan hati ini saja tak terima tapi tak berdaya .. "maksud nya pergi ke ustadz umar? pergi pengajian? atau apa bel aku gak ngerti ." mungkin danu berusaha berpikir positiv apa memang dia tidak tau maksud lain nya,


"untuk menentukan tanggal baik pernikahan ku mas" jelasku hingga peluh ku kembali berjatuhan karna tak kuat rasa nya harus menjelaskan pada orang terkasih, "aku minta maaf mas,aku gak bisa cegah bapak untuk gak melakukan ini,tapi bapak memutuskan semuanya tanpa bertanya pada ku,aku benar benar minta maaf mas,maaf kan aku.." kumatikan ponsel secara sepihak,karna rasanya tak sanggup bila harus mendengar dan berbicara pada lelaki malang itu,ku kirim kan pesan melalui aplikasi hijau


{sekali lagi aku minta maaf mas,maaf karna membuat mu kecewa,aku gak tau harus berbuat apa agar hubungan kita bisa tetap bertahan seperti harapan kita dulu,walau sebenarnya aku pun kecewa dengan keputusan bapak yang memutuskan tanpa berbicara pada ku,seandainya memang kita tidak di takdirkan untuk berjodoh,semoga kamu selalu bahagia,terimakasih selama empat tahun kita bersama ❤ }


ku kirim kan pesan itu pada nya,dengan perasaan sedih dan kecewa..keputusan bapak dan ibu benar benar telah membuat hancur hati dua insan yang saling mencintai ini ..


tak terasa pagi pun tiba,ternyata semalaman aku tidur dalam tangisan hingga membuat kedua mataku bengkak,segera aku bangun dan bersiap untuk kembali bekerja seperti biasa,aku pergi sebelum orang rumah terbangun karna tak ingin mereka melihat mata ku yang bengkak,pasti akan ada banyak pertanyaan yang akan membuat ku bingung harus menjawab apa ..


dalam perjalanan,seperti biasa aku duduk di kursi baris ke tiga mengunakan bis jemputan yang selalu memutak musik musik dangdut,seketika aku merasa tenang tanpa memikirkan masalah saat aku berada di bis jemputan dan di tempat kerja,karna aku merasa terhibur dengan banyak nya teman teman yang selalu mendukung ku ..


waktu berlalu, terasa berat kaki ini melangkah menuju tempat dimana aku di besarkan mengingat masalah yang aku hadapi ini sungguh membebani pikiran ku.,saat aku melangkah kan kaki kedalam nya,ibu dan bapak ku telah menunggu kedatangan ku "sini,ini minum air ini baca bismillah," sambil menyodorkan segelas air putih dan di usap nya wajah ku oleh tangan ibu sambil membaca doa,entah apa yang dia bacakan., aku hanya pasrah saat mereka melakukan itu,tak tau juga apa maksud nya menyuruhku meminum air da mengusapkan nya ke wajah ku ..


ibu hanya peduli dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaan ku,setidak nya beri aku kesempatan aku pasti akan menjauhi danu asal ibu tidak menikah kan aku dengan lelaki pilihan nya itu ! "aku tidak mau bu,aku gak suka sama dia,lagian dia lebih tua dari ku !" aku berusaha memberi penjelasan pada ibu agar dia mengerti kalau aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak aku cintai.,


"pokonya kamu akan menikah empat bulan lagi ! ibu tidak mau tau,kamu harus menikah dengan ari,biar ibu yang mempersiap kan segala nya,ibu tidak butuh pendapat kamu karna ibu tau yang terbaik untuk kamu !" ibu benar benar egois dan telah di butakan oleh harta,aku pergi meninggalkan ibu dan masuk ke kamar,.


bapak menyusul ku kekamar "belaa,apa kamu tidak sayang pada bapak dan ibu,ari itu lelaki baik baik,lagi pula dia sudah benar benar dewasa dan mapan,bapak yakin dia sayang sama kamu,buktinya saat dia pergi ke kampung nya,motor beserta barang berharga lain nya dia titipkan pada bapak,setelah kamu menikah dengan ari bapak yakin kamu akan bahagia bela,ingat tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anak nya sendiri!" bapak berbicara panjang lebar dengan keyakinan nya bahwa aku akan bahagia bila bersama lelaki yang lebih tua dariku itu,


aku terdiam,bukan berarti aku setuju dengan perkataan bapak dan ibu,hanya saja aku tak habis pikir kenapa bisa mereka setega itu pada ku anak kandung nya,karna harta yang ari punya? aku tidak yakin hidup ku akan baik baik saja bila bersama nya,.apa lagi,tidak ada perasaan sedikitpun di hati ini untuk nya, "bapak tau kamu pasti belum memiliki perasaan pada ari,tapi bapak yakin dengan berjalannya waktu kamu pasti akan menerima dia sebagai suami mu" bapak berkata sambil menepuk punggung ku dan berlalu pergi,. aku hanya bisa menggeleng kan kepala mendengar pernyataan bapak yang membuatku benar benar tak habis pikir .


"assalamualaikum" seminggu telah berlalu ari pun kembali pulang dari kampung nya,

__ADS_1


saat itu di rumah hanya ada aku,karna ibu sedang tidak ada di rumah,dan bapak bekerja,. "waalaikumsallam" jawab ku tanpa menengok ke arah nya, dan terus menatap layar ponsel ku .. "bela,ibu sama bapak kemana ya kok rumah sepi begini.." dia berkata sembari mengulurkan tangan nya padaku,percaya diri sekali dia,dia pikir aku mau bersalaman dengan nya,apalagi sampai menikahinya ,!


"bela,belaa " ari terus memanggilku,dan aku sama sekali tak mau berbicara sepatah kata pun pada nya,karna aku merasa jijik apalagi jika sampai menjadi istrinya nanti,ah entah lahhh ..


"belaa kok malah bengong sih,mas panggil dari tadi,oh ya kenapa pesan mas gak kamu balas,?ini ada oleh oleh buat kamu " sambil duduk mendekatiku dia terus menyerocos membuat ku semakin kesal pada nya,mau mau nya dia menikahi ku tanpa bertanya pada ku terlebih dahulu ! "berisik tau gak? lagian pesan kamu itu gak penting,.asal kamu tau aku gak mau nikah sama kamu ! " aku berkata sambil berdiri menghindarinya dan pergi ke kamarku,


"tunggu bela " lagi lagi ari menarik tangan ku sebelum aku sampai ke kamar milikku itu .. "apa lagi ? kamu gak denger tadi, aku bilang aku gak mau nikah sama kamu perjaka tua " sambil melepaskan tanganku dari nya,.


"ta-tapi kata bapak kamu mau menikah dengan ku,bahkan tanggal pernikahan kita pun sudah di tentukan,kamu pasti tau itu kan??" dia mencoba memperjelas dengan kata 'kita,pernikahan kita' apa apaan ini yatuhan "iya tapi aku gak mau,keluar dari rumahku " ya aku berani mengusirnya karna di rumah hanya ada aku,jika ada bapak dan ibu mana berani ..


setelah beberapa jam aku mengurung diri di kamar,aku pun bersiap untuk bekerja,karna kali ini aku bekerja siang hari,saat aku keluar kamar tak terlihat lagi batang hidung nya di rumah ini,akhirnya aku lega dia pasti pergi dari sini setelah aku usir..saat aku akan keluar terdengar suara dengkuran dari kamar adik ku fras,ya aku dua bersaudara hanya saja adik ku satu satunya ini masih duduk di bangku SD ., "dasar perjaka tua,ku kira dia pergi ternyata malah enak enakan tidur disini " aku tidak mempedulikan nya lalu pergi keluar untuk bekerja seperti biasa ..


~jam pun menunjukan pukul 11 malam waktu nya aku pulang..saat aku naik bis jemputan ku ponsel ku berdering terlihat nama 'bapak' di sana .. hah bapak ngapain nelpon malem malem gini,kan bapak tau jam segini aku akan pulang ngapain harus nelpon,gak biasa nya


"halo pak ada.." suara ku terputus karna bapak langsung bicara sambil marah marah,ada apa lagi ini ..


"kamu apakan si ari sampai dia nangis dan pulang lagi ke kampung nya?.dia bilang tadi sudah ketemu sama kamu saat bapak menyuruh nya tunggu kamu dulu sebelum pergi lagi.! " bapak terus menanyaiku kenapa dia pergi lagi ke kampung nya,sambil menangis pula..penuh drama banget sih hidup nya..aku baru tau ,


"ya mana aku tau pak,aku cuma ketemu sebentar kok,gak ada bilang apa apa sama dia,mungkin dia ada urusan lagi di sama atau mungkin ibu nya sakit lagi makanya dia nangis nangis.." jawab ku dengan santai dan sedikit berbohong,lagian masa iya sih dia sampai nangis setelah tadi kita ketemu,pake ngadu segala lagi sama bapak..padahal tadi dia tidur kaaya nya nyenyak banget tanpa beban,tapi kenapa bapak bilang kaya gini ,ah sudahlah., "kamu harus telpon dia sekarang juga,minta maaf sama dia jangan sampai dia ngadu yang enggak enggak ke orang tua nya soal kamu,cepat telpon dia " apaa?? bapak menyuruhku minta maaf sama dia? bapak lebih peduli padanya dari pada aku anak nya sendiri,keterlaluan ..


"yaa " jawab ku lalu ku putus panggilan telpon nya setelah menjawab salam dari bapak.,hari ini melelahkan sekali di tempat kerja,lalu mendengar kabar seperti ini dan bahkan aku harus minta maaf pada nya,hah rasanya malas sekali ...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2