
*setelah lulus satu bulan yang lalu*
seorang gadis yang baru saja merayakan kelulusan sekolah menengah pertamanya dikejutkan oleh ibunya melalui pesan wassap bahwa ia akan di masukkan kedalam pesantren.
"ada apa ay? ko muka lu jadi cemberut gitu?"
tanya temannya si Fitri.
"iya tau nih orang mah seneng donk kan kita udah lulus smp" sambung icha.
gpp ko fit cha, gue,,, gue balik kerumah dulu ya, ibu gue barusan ngechatt disuruh pulang"
ucap ayla berbohong dan sedikit gugup
ayla pun pamit pergi meninggalkan kedua temannya.
setiba ia dirumah ia langsung merebahkan dirinya di ranjang dengan wajah lesu.
"ada apa nak, ko pulang-pulang seperti itu? apa kamu tidak terima kalau kamu ibu masukkan kedalam pondok?" tanya dewi
"ibu kenapa ingin memasuki ku kedalam pondok buu? apa ibu udah tidak sayang lagi kepadaku?" ucap ayla dengan nada lirih
"bukan seperti itu nak, ibu ingin memasukanmu kesana karena ibu ingin kamu menjadi wanita yang baik dan shalihah yang mengerti agama" jawab dewi sambil menjelaskan.
"trus menurut ibu selama ini aku tidak baik?" ucap ayla
"kamu itu anak ibu yang baik nak, cuma ibu ingin kamu menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya" balas dewi.
"tapi buu, aku ingin bersama teman-temanku yang lama di sekolahanku" ucap ayla
ayla memanglah anak yang pemalu dan minderan bila dengan orang asing yang tak dikenalnya, ia hanya akan terbiasa dengan orang-orang yang terdekatnya, dan susah sekali untuk mengenalkan dirinya di tempat umum maka dari itu ia hanya mempunyai sedikit teman tapi senenrnya ia adalah orang yang ramah dengan teman-temannya
"ibu yakin ko nak, di pesantren nanti kamu akan memiliki banyak teman yang baik dan perhatian padamu, yang selalu mengingatkan mu dan mengajakmu dalam kebaikan" jelas dewi pada anaknya
"ibuu, uang dari mana ibu akan membayar biaya ku dipondok? di pesantren itu biayanya agak besar, apa ayah mampu?" tanya ayla
ayla menananyakan perihal itu karena ayahnya yang hanya bekerja sebagai karyawan buruh pabrik yang gajinya tak sebesar gaji orang kantoran, tapi ayahnya itu selalu bekerja keras banting tulang demi keluarga tercintanya itu.
__ADS_1
"insyaAllah ayahmu mampu nak, yang penting kamu harus serius dan giat menuntut ilmu disana" jawab dewi.
"tolong tinggalkan aku sendirian dikamar bu." ucapnya sambil menutup kepalanya dengan bantal.
ibunya pun keluar dari kamarnya, dewi tak sengaja mendengar putri gadisnya itu terisak menangis kecil
"hiks hiks,,, ibu aku gk mau ke pondok, belum sanggup,,, " suara isak tangis ayla yang tak sengaja di dengar oleh ibunya
"maafkan aku nak, ibu tahu mungkin itu berat rasanya bagimu, tapi itu yg terbaik untukmu nak, agar kamu dapat memberi syafaat untuk kami kelak" gumam dewi dalam hatinya.
"bu gimana anak kita mau kan minggu depan kita antar dia ke pesantren?" ucap Daus pada istrinya
"insyaAllah mau mas" jawab istrinya
"aamiin,, semoga anak kita dapat berdaptasi di lingkungan pesantren dengan baik ya bu" ucap Daus sambil mendoakan anaknya itu.
"ummii,, kaka nanti mau lanjut ke pesantren?"
tanya amira yang baru saja bangun tidur tidak sengaja mendengar percakapan ayah dan ibunya.
"iya nak,,,, lha kamu kenapa ko bangun? tidur lagi sana kan ini sudah malam sayang" ucap dewi sambil mengajak amira masuk kamar untuk tidur bersama.
"kan ada umi sama abi yang nemenin kamu nanti" ucap dewi
didalam kamar, ayla hanya menatap langit-langit rumahnya, membayangkan apa dan bagaimana kehidupan di pesantren itu, ia tak habis pikir bahwa dirinya nanti akan dikirim ke pesantren, ia berdecik kesal "aaargh, aku tidak mau kepesantren pokoknya!!"
_____________
keesokan malamnya ayla mengendap-ngendap keluar dari kamarnya menuju pintu depan, ayla berniat ingin kabur dari rumahnya menuju rumah neneknya yang cukup jauh lokasinya dari rumahnya.
ia sudah menyiapkan tas ransel hitam miliknya dan uang tabungannya yang selama ini ia kumpulkan.
tas ransel hitam miliknya ia peluk agar gantungan kunci kesayangannya itu tidak berbunyi dengan bergerak kesana kemari mengikuti gerak gerik ayla.
Ruang depan kosong!
ayla sudah menduga dari awal karena setiap sholat lima waktu ayahnya selalu pergi kemasjid melaksanakan sholat berjamaah sedangkan ibunya tengah sibuk didepan layar laptop membuat soal ujian, karena ibunya bekerja sebagai guru sd.
__ADS_1
ayla meneruskan langkah pelariannya dengan perasaan takut yang tidak biasa, hingga akhirnya......
"ayla? apa yang kamu lakukan Malam-malam begini? segala bawa tas pula?.
tanya dewi menaruh rasa curiga.
ayla terkejut dan menghentikan langkahnya ketika mendengar suara dari arah belakangnya.
"Ah,,, akuu,,, ingin,," ucap ayla gugup dan diam tak bergeming.
"jangan bilang kalau kamu mau kabur kan!?" ucap dewi dengan nada sedikit meninggi.
"ibu sama ayah udah gak sayang ayla!!"
dewi terhenyak mendengar perkataan ayla putri sulung nya itu. sebenernya apa yg di pikirkan oleh putrinya hingga ia berkata seperti itu??, seketika dewi bergelinang penuh airmata.
"ke-kenapa ayla berfikir seperti itu sayang?" tanya dewi kemudian menjajarkan wajahnya dengan wajah ayla sembari memegang kedua pundak ayla.
"ibu masukin ayla kepesantren karena ibu pengen jauh dari ayla kan?!" balas ayla.
dewi terisak mendengar pengaduan putrinya.
"bukan seperti itu ayla! bukan! ibu tidak sejahat itu" balas dewi yang masih terisak.
"lalu apa ibu!?" sahut ayla.
ibu pengen kamu berhasil ayla, mandiri dan menjadi wanita shalihah, agar saat kamu dewasa nanti menjadi wanita dengan perangai yang berakhlaq baik. Ayla, ibu sayang sama kamu nak!" jelas dewi yang lumayan panjang.
"hiks... hiks... pesantren nggak enak bu! nggak enak!" keluh ayla dengan isak tangisnya.
"ayla, ibu juga dulu anak pesantren,,, percaya sama ibu,,, ibu yakin kamu pasti akan suka tinggal disana." ucap dewi meyakinkan putrinya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
HEI HEI,, maaf ya teman-teman bila ada kata atau kalimat yang kurang tepat, ini baru pertama kalinya aku bikin novel cerita disini.
dan maaf juga di episode pertama ini sangat pendek sekali 😅😅
__ADS_1
*terimakasih buat teman-teman yang sudah mampir ke karya ku ini, semoga tertarik untuk lanjut membaca di episode selanjutnya*😊😊
salam AUTHOR