
mobil daus telah sampai ketempat tujuannya, yang dimana ayla akan singgah dan menuntut ilmu didalamnya.
yap pesantren, disitulah perjalanan hijrah ayla sekaligus menimba ilmu, dari dalam mobil ayla melihat banyak sekali santri dan santriwati yang berdatangan, suasana yang begitu ramai dikelilingi santri baru dan wali-wali mereka.
selama dalam perjalanan ayla hanya melamun mengingat tentang kejadian-kejadian yang telah ia alami selama ia didesa.
Daus yang menyetir langsung memarkirkan mobilnya di tepi jalan.
"ayla? kenapa kamu masih bengong saja? ayo turun nak kita sudah sampai" ajak Daus.
ayla yang Daritadi melamun tak sadar secepat itu ia akan sampai ke pesantren.
"iya ayah" jawab ayla merenguh.
ayla pun turun dari mobil Daus dan menginjak tanah pesantren, menghirup udara lalu menghembuskannya kembali.
ayla berjalan yang ditemani Daus dan amira (adiknya) menuju suatu tempat -tempat pembayaran spp-
seusai membayar spp daus mengajak kedua putrinya ketaman pesantren.
"yang rajin belajarnya ya nak, jangan nakal-nakal kamu disini, ingat pesan ibumu dan buat kami bahagia ya sayang." pesan Daus sambil mengusap kepala ayla lalu menciumnya.
"iya ayah, ayla nitip salam buat ibu dirumah ya yah" ucap ayla.
"iya insyaAllah akan ayah sampaikan" jawab Daus.
"ya sudah sana kamu pergi ke asrama mu, oh iya ini (sambil memberinya sebuah kertas)"
sambung Daus.
"apa ini yah?" tanya ayla sambil memegang kertas yang diberikan Daus.
"itu alamat nama asrama kamu ayla, dan nomor asramanya" jelas daus.
"ohh,,,," membulatkan mulutnya seperri huruf 'O' "ayla pergi ke asrama ya yah, ayah hati-hati dijalan" ucap ayla.
"kamu juga dek jangan nakal bantuin ibu juga jangan kebanyakan main" pesan ayla pada amira.
"siap kaka,,, kaka,, aku..." isak tangis mira mulai bersuara.
"aku,,,, nanti akan merindukanmu ka" lanjut mira.
"iyaa dek,, kaka juga nanti akan merindukanmu" ucap ayla sambil menenangkan adiknya.
"dah,, ayo kita pulang mira, ummi menunggu kita sayang." ajak daus menarik tangan mira.
melihat ayah dan adiknya sudah pergi dari hadapannya, ayla langsung pergi sambil membawa koper miliknya, ntah apa yang ada di pikirkan ayla bawaanya ia melamun terus.
*bheg*
"eeh maaf-maaf anu gue gak sengaja" ucap ayla yang tak sengaja menabrak seseorang.
mereka saling berhadapan dan saling menatap.
"ii,, iicha?!" sontak ayla terkejut.
"ayla? elo disini juga? iih gue gak nyangka lho kita bakal sepesantren ay" ucap icha riang gembira sambil memegang kedua tangan sahabatnya itu.
"sama gue juga gak nyangka cha" balas ayla.
mereka berdua pun berpelukan bak sahabat lama yang sudah lama tak bertemu.
__ADS_1
"yuuk kita masuk ke asrama" ajak icha menggandeng tangan ayla.
sejenak icha menghentikan langkahnya di depan asrama.
dan melihat ke kertas yang ada ditangannya itu sambil memastikan benar atau tidak ini adalah asrama yang akan di tempatinya.
"cha? apa ini asrama yang akan kita tempati?" tanya ayla.
"iya sepertinya begitu, gue lihat di kertas kalau asrama gue disini, coba saja lu lihat punya lu ay." ucap icha
ayla teringat kertas yang tadi diberikan oleh ayahnya yang ia kantongkan kedalam saku celananya, lalu ia mengeluarkan kertas itu kemudian membacanya.
"dimana asrama lu ay?" tanya icha.
"khadijah,,, dimana memang asramanya?" ia merasa bingung sambil melirik disekitarnya.
"tak tahu, coba lu tanya aja ke cewe yang pake jilbab itu" ucap icha sambil menunjuk kearah akhwat yang menggunakan jilbab lebar.
ayla berlari kecil kearah akhwat yang ditunjuk icha. "mmm permisi ka, asrama khadijah itu dimana ya?" tanya ayla pada nadia.
nadia seorang perempuan yang ramah dan baik hati, ia sudah lama tinggal di pesantren ini (Taruna Quran) sejak ia kelas 1 mts atau bisa dibilang kelas 1 smp, lebih tepatnya nadia adalah santri lama.
"iya? oh kebetulan ini ana mau pergi ke asrama khadijah, mungkin anti bisa sekalian bareng sama ana" jawab nadia dengan lembut.
"ana? anti? apa nama dia ana?" gumam ayla dalam hati.
ayla juga masih penasaran mengapa dirinya di panggil anti oleh nadia? "maksudnya apa?" gumam ayla penasaran dalam hati.
mereka berdua pun berjalan bersama menuju asrama khadijah, setiba disana ayla mengucapkan terimakasih pada nadia.
"ka ana, makasih ya udah nganterin aku" ucap ayla tulus.
"ana?" tanya nadia.
mendengar itu ayla makin tidak mengerti maksud nadia apa.
"lalu namamu siapa? bukankah kaka sendiri yang bilang kalau nama kaka ana?" tanya ayla dengan polosnya.
nadia tersenyum kecil mendengar adik kelasnya yang baru saja ia antar menanyakan hal itu.
"aduuh kamu ini,, jadi begini,, ana (sambil menununjukan dirinya) kalau bahasa gaulnya yaitu gue, dan anti (sambil menepuk pundak ayla) yaitu kamu." jelas nadia yang cukup rumit membuat ayla sedikit tak paham.
"jadi nama kaka siapa?" tanya ayla kembali
"perkenalkan namaku nadia, oya namamu siapa?" ucap nadia.
"namaku ayla ka, mmmm asrama kaka khadijah berapa kalau boleh tahu" tanya ayla kembali.
"nama yang cantik" ucap nadia tersenyum ramah.
"ini asramaku di khadijah 3, kamu?" sambung nadia.
"mmmm bentar" sambil membuka kertas yang ia pegang dan memastikan khadijah berapa yang akan ia tempati.
"sama ka, aku seasrama sama kaka." ucap ayla terkejut.
ayla yang campur aduk perasaanya akan seasrama dengan kaka-kaka kelasnya yang tidak dikenalinya, perasaannya saat itu antara gugup dan takut. karena ayla belum terbiasa dengan orang asing dan nadia adalah salah satu orang asing yang baru saja ia kenal beberapa detik yang lalu.
"ayu masuk ayla, tidak usah malu-malu seperti itu, tenang saja ada kaka disini" ucap nadia meyakinkan ayla.
"mmm,,, baiklah" balas ayla sedikit gugup.
__ADS_1
"assalamualaikum..." ucap salam mereka berdua secara bersamaan.
"Waalaikumsalam" jawab sarah dan silvia serempak.
sarah dan silvia salah satu teman dekatnya nadia karena mereka juga santri lama yang sebentar lagi akan lulus.
"wiih nad siapa tuh? adek anti?" tanya sarah.
"mashaAllah cantik banget adik anti nad." sambung silvia.
mendengar dari ucapan ka silvia hati ayla seperti terbang karena dirinya telah dipuji, ayla memanglah gadis yang cantik, ia lebih mirip pada ibunya.
"ya nggklah,,, dia tuh adik kelas kita, dia anak baru disini.." jelas nadia sambil memegang pundak ayla.
"haii,, " lambai ayla pada kedua teman nadia dengan senyum tipis. kedua teman nadia pun membalas lambaian ayla.
"btw namanya siapa nad? kasih tau kita donk,,," ucap sarah.
"kenalin nih adik kelas kita namanya ayla, dan ayla kenalin ini,,, " belum selesai bicara sarah langsung memotong perkataan nadia "kenalin aku sarah." "dan aku silvia" sambung silvia dengan semangatnya..
mereka bertiga pun menunjukan ranjang yang akan menjadi tempat tidurnya.
"ini tempat tidurmu ayla, dan ini lemari mu" ucap silvia dan sarah.
"iya ka makasih ya" ucap ayla tulus.
"oh iya ka nad." sahut ayla pada nadia.
"iya?" ujar nadia.
"disini yang anak baru aku doank atau ada yang lain?" tanya ayla.
"disini anak baru semua ayla, tapi ada dua orang yang lama dan itu juga seangkatan sama kamu" jelas nadia.
"dan kaka kelas yang tinggal di asrama ini hanya aku" sambung nadia.
"lalu tadi ka silvia dan ka sarah ngapain disini?" tanya ayla kembali.
"mungkin mereka mencariku" jawab nadia
"yasudah kita pergi ke taman dulu ya ayla, rapih-rapih dulu gih, abis itu persiapan untuk sholat maghrib nanti okeh" pesan nadia.
"iya ka siap" balas ayla.
tak lama mereka meninggalkan ayla sendiri di ranjangnya, ayla melihat seorang gadis didepannya yang tengah berbenah merapihkan pakaiannya didalam lemari.
"hmmm sepertinya dia anak baru sepertiku" gumam ayla dalam hati.
ayla yang tengah lelah langsung merebahkan dirinya diatas ranjang, "hadeeh capek banget gue" ucap ayla bermalas-malasan.
tak lama ayla ketiduran diatas ranjangnya hingga terlelap pulas.
BERSAMBUNG••••••
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
terimakasih buat temen-temen yang udah mampir ke karyaku dan baca novel ku,,
jangan lupa kasih aku vote dan like ya temen-temen,,,
biar aku semangat Ngelanjutin episodenya😊😊
__ADS_1
salam AUTHOR