
selepas sholat maghrib berjamaah agenda selanjutnya para santri dan santriwati diperkenankan untuk makan malam, tempat makan untuk santri ikhwan di lantai bawah sedangkan untuk santri akhwat di lantai atas.
namun tidak semua santri menyukai makanan yang telah di sediakan oleh pesantren, sebagian dari mereka lebih memilih untuk makan di luar pesantren seperti di warung-warung makan kecil atau di warmindo (warung makan indomie).
ayla dan icha berjalan bersama menuju asrama, mereka bergandengan tangan bak sepasang seorang kekasih yang takkan pernah bisa terpisah.
di tengah perjalanan mereka tiba-tiba ayla di kejutkan oleh adik kelas yang menabraknya.
"pelan-pelan napah gak usah lari-lari!!" bentak ayla emosi.
adik kelas yang menabrak ayla dengan watadosnya masih tetap berlari dan tak menghiraukan keberadaan ayla.
" ***** sumpel amat tuh bocah, ngapain sih pake acara lari-lari segala, dikira lomba maraton apa!?" kata ayla kesal
ayla kalau udah kesal meluap-lap selalu ceplas-ceplos mengeluarkan kata-kata kasar bahkan semua kata-kata kasar akan ia absen satu persatu.
"sabar ay,, gak usah emosian gitu, apalagi sampe ngomong kasar, ingat ay kita ini di pesantren lu harus jaga bahasanya" tegur icha sambil menenangkan suasana hati ayla.
"biasa lah,,, adek kelas mah emang suka kayak gitu pada kebelet mau makan" kata syifa yang tiba-tiba muncul begitu saja dibelakang mereka berdua, serentak ayla dan icha menoleh kearah sumber suara.
"eeh kamu syif, bikin kita kaget aja" ucap icha terkejut.
ayla bingung penasaran siapakah gadis yang baru saja di sapa oleh icha sahabatnya.
"dia siapa cha? ko lu bisa kenal?" bisik ayla.
"kenalin ini syifa temen baru gue." ujar icha.
"dan syif kenalin ini ayla sahabat gue" sambung icha.
setelah diperkenalkan satu sama lain ayla dan syifa bersalaman.
"ouh oke ayla salam kenal" ucap syifa tersenyum manis.
ayla tak merespon pernyataan syifa, hanya tersenyum tipis karena ia masih terlalu minder jika berkenalan dengan seseorang kecuali jika orang itu yang mengenalkan dirinya dahulu.
"nah kan karena udah saling kenal sekarang kita adalah teman okeh" ujar icha bersemangat.
"hmmm baiklah" ucap ayla menerima syifa menjadi temannya.
__ADS_1
"lu gak boleh gitu ay,, lu itu harus beradaptasi biar lu punya temen banyak, jangan cuman nemplok sama gue mulu" ucap icha menasihati ayla.
"iyaa deh,," balas ayla.
_________
*Di math'am*
"cha makan di luar aja yuk!" ajak ayla yang mengganggu icha sedang makan.
"tapi kan gue lagi makan, kenapa gak disini aja?" tanya icha.
"gue lagi mau kepengen makan bakso cha,," ucap ayla merenguh.
"ya sudah lah ayo" seru icha.
padahal makanannya icha belum ia habiskan dan ia buang sisanya ke tong sampah, itu semua demi tidak mengecewakan sahabatnya.
syifa yang tak sengaja melihat ayla dan icha langsung menghampiri dan menyapa mereka.
"assalamualaikum,, mau kemana?" tanya syifa sopan.
"kita mau ke depan beli bakso syifa mau ikut?" ucap ayla menawarkan kepergian mereka.
mereka bertiga akhirnya pergi ke luar untuk membeli bakso sekalian makan disana, dengan menikmati susana sejuk malam hari (karena lokasi pesantrennya dekat dengan perbukitan)
bakso sopoyono, ya itulah nama warung bakso yang terkenal di daerah sekitar pesantren mereka.
"ummm,, enak banget ya ay baksonya, lebih enak dari bakso yang deket rumah kita" ucap icha.
"iyah" balas ayla.
"nambah lagi satu mas tapi di bungkus ya!" pesan ayla pada abang-abang tukang bakso.
"siap neng" balas abang tukang bakso.
sambil menunggu bakso yang ayla pesan, tiba-tiba syifa menepuk ayla dan icha sambil membuat onar...
"apaan sih apa?" tanya icha kebingungan.
__ADS_1
"itu loh liat ada anak ikhwan ganteng banget iih masyaAllah,," ucap syifa jingkrak-jingkrak.
"iih iyaa,, ay coba liat deh" ujar icha sambil menunjuk ke arah ikhwan yang tak jauh keberadaannya dari mereka bertiga.
"mana?" tanya ayla sambil mencari sosok itu.
ayla terkejut ketika ayla sudah menangkap sosok yang mungkin pernah ia lihat sebelumnya.
"dia kan,,,," guman ayla dalam hati.
"neng,, neng,, ini pesanannya udah jadi" kata abang tukang bakso yang dari tadi bicara padanya.
"heh ay itu pesanan lo" ucap icha membuat ayla tersadar dari lamunannya.
"eeng iya, mana pak?" ucap ayla sambil mengeluarkan uang dari sakunya.
"ini neng" kata abang tukang bakso sambil mengulurkan tangannya.
"makasih ya pak" ucap ayla.
"yeeh ngelamunin apaan sih kamu?" tanya syifa dengan seribu kebingungan.
"hmmm,,, jangan-jangan naksir sama ikhwan yang tadi yaa?" ejek syifa.
"apaan sih nggk!" balas ayla.
"dah yuk pulang, udah mau isya" ajak icha.
"ayuk ah ntar telat lagi, males aku dihukum sama qism amn" ucap syifa, karena memang syifa itu anak lama dan wajar bila seeing di hukum karena sudah berpengalaman, tidak seperti santri-santri baru yang lainnya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
akhirnya ayla punya temen baru nih guys,,,
kira kira apa ada perubahan kah dari ayla dengan hadirnya sosok teman barunya itu??
simak terus kelanjutannya ya guys,, keep enjoy di karya ku...
maaf kalau telat upload,,
__ADS_1
makasih juga yang telah meluangkan waktunya buat baca novelku ini, jangan lupa kasih vote dan like nya ya,,,
salam AUTHOR