
waktu berjalan dengan cepat, dan hari ini adalah hari keberangkatan ayla ke pesantren.
gadis itu kini tengah duduk diteras rumahnya, menghirup udara sejuk dan menikmati indahnya suasana pagi didesanya.
*drrrt drrrt*
-suara getaran hp milik ayla-
ayla pun langsung mengambil hp miliknya yang berada di sampingnya, ternyata icha temannya itu mengirimi ia pesan wassap.
icha: "ay, hari ini lo ke pesantren?"
ayla pun langsung membalas pesan temannya itu, dan terjadilah sebuah percakapan diantara mereka.
"iya cha, sumpah gue gak mau ke pesantren, lagi juga gue gak tau pesantrennya dimana." balas ayla dengan sedikit nada memelas.
icha: "lah emang lo kagak observasi ke pesantrennya dulu?
ayla pun langsung membalas pesan temannya dengan cepat. "kagak, gue aja tiba-tiba udah dikabarin kalau gue ntar bakal dikirim ke pesantren."
icha: "ay lu tau gak?! kita itu senasib tau, gue juga ntar bakal dimasukin kepesantren, kata bokap gue biar gue ada kegiatan gituh, soalnya gue kalau dirumah cuma rebahan ae,, hehehe" celoteh icha melalui pesan suaranya
"jheh itumah elo cha,, btw emang lu mau masuk ke pesantren mana?" tanya ayla dengan sedikit penasaran.
icha: "di... dii sleman jogja kayaknya deh ay, tapi kurang tau daerahnya daerah mana." jelas icha.
icha pun langsung mengakhiri percakapannya dengan kalimat perpisahan.
dalam hati ayla begitu sedih karena harus berpisah kepada 2 sahabatnya itu. dia jadi khawatir dengan sahabatnya yang satu bernama fitri, karena ia tidak ada kabar akan lanjut kemana.
ayla pun membuka ponselnya itu dan melihat ke kontaknya fitri yang telah aktif 7 jam yang lalu,,,
"hmmm,,, mungkin dia masih tidur, atau kenapa ya? ko tumben dia gak aktip biasanya dia selalu onlen" gumam ayla dalam hati.
"oy, fit?, tumben lu jarang on, oya gue cuma mau ngabarin ke lu kalau gue mau pamit ke pesantren, dan jangan heran kalau misalkan gue jarang on nanti kedepannya, dan kata si icha dia juga ntar bakal lanjut ke pesantren, lu jaga diri lu baik-baik ya fit mungkin ini memang perpisahan untuk kita. tapi gue yakin ko suatu saat kita bisa bersama lagi seperti masa-masa kita waktu smp." pesan ayla lumayan panjang. (sampe-sampe AUTHOR bingung ngetik kata yang tepat kayak gimanaπ )
ayla masih menatap direct pesannya yang ia kirim ke fitri masih cetang satu.
*hhftt*
-suara hembusan ayla yang menghirup udara segar di desanya-
di desanya suasana pagi hari memanglah sangat sejuk apalagi bila mendung dengan angin yang sepoy-sepoy, itulah alasan yang membuat ayla sangat nyaman tinggal didesa.
"ay, ayy,,," panggil seorang pemuda yang berlari menuju arah ayla.
"ada apaan sih gus?" jawab ayla yang terkejut dengan kedatangan si agus, agus salah satu teman sekelas ayla.
*huuh huuh*
-suara agus ngos-ngosan sehabis lari dari rumahnya-
"ini,, gua mau ngasih ini ke lu, mohon terima ini dari gue." ucap agus sambil menengadahkan sebuah kotak yang dibungkus rapih dengan warna biru warna kesukaan ayla.
"kado? untuk apa gus?" tanya ayla penasaran.
__ADS_1
"tapi kan gue gak ultah, ultah gue nanti bulan mei tanggal 25 gus." lanjut ayla.
"gue mohon terima ini dari gue ay, guee,,, gue,,
dah pokoknya terima aja,, pliis." ucap agus dengan memohon dan agak sedikit gugup.
"hmmm,,, baiklah, kuterima dan akan kusimpan" jawab ayla agak sedikit terpaksa, karena ia tidak mau mengecewakan agus.
ayla tahu bahwa agus menyukainya saat pertama kali ayla duduk dikelas 2 SMP, ayla selalu diberi kode oleh agus, saat jamkos maupun waktu istirahat..
bukannya ayla ingin menolaknya namun ia masih labil untuk menerima agus menjadi kekasihnya, lagi juga ia tahu bahwa pacaran sebelum menikah itu banyak bahayanya dan ia tidak ingin terjerumus kedalamnya, maka dari itu ayla hanya menganggapnya teman saja tidak lebih.
"akhirnya kamu mau menerima kado itu dariku ay" ucap agus bahagia dalam hatinya
"gus? kenapa kamu tiba-tiba senyum kayak gitu?" tanya ayla bingung.
"ooh,,, gapapa ko ay, aku seneng aja kamu nerima itu dariku" jelas agus.
"ingat ya gus, aku nerima kado ini bukan berarti aku nerima cintamu ya!!" ucap ayla dengan sedikit ngegas.
"iya... Aku tahu itu" jawab agus.
tapi ia masih tersenyum, karena dalam percakapan mereka berdua tadi menggunakan aku-kamu, tidak biasanya mereka saat bicara seperti itu.
"tapi gus, maksud kamu ngasih kado ini apa?" tanya ayla lagi yang masih penasaran.
"anuu,, anggap saja itu kenang-kenangan dariku,, dan sebelum kamu pergi ke pesantren aku ingin minta maaf padamu bila selama ini aku selalu membuatmu tak nyaman, tapi itu Sebenernya aku hanya ingin membuatmu bahagia saat bersamaku." penjelasan agus yang sedikit membuat ayla tersanjung.
ntah saat ayla mendengar ucapan itu, pipi ayla sedikit kemerahan.
"tidak gus,, aku tidak apa-apa,, btw makasih yaa kadonya,," ucap ayla sedikit ketus
sebebenarnya agus tahu mungkin ayla ternsanjung dengan ucapannya tadi, dan agus masih berharap bahwa ayla akan benar-benar suka padanya suatu saat nanti.
"aku pamit ya ay, ada kerjaan rumah yang harus ku kerjakan." ucap agus
"iyaa sok" balas ayla
lalu agus pergi meninggalkan ayla, di pertengahan Jalan agus berbalik arah melihat kerumah ayla, dan ternyata gadis itu sudah tidak ada.
"ay,, aku sangat mencintaimu, sudah lama aku menyukaimu dari pertama kali kita bertemu, ku harap kamu tidak melupakanku walau kamu sudah di pesantren." gumam agus dengan sedikit sedih
____________
"nak tadi siapa di luar?" tanya dewi
"mmmm itu si agus teman sekelas ku bu" jawab ayla.
"kenapa tidak kamu suruh masuk nak, masa ada tamu tidak dijamu sih" ucap dewi
"tak apa lah bu, lagi juga agus hanya mampir sebentar" jelas ayla yang sedari sambil menyembunyikan kado pemberian agus.
"kamu nyembunyiin apa di belakangmu nak?" tanya dewi penasaran yang melihat anak gadisnya bertingkah sedikit aneh.
"hehe bukan apa-apa ko bu:)" jawab ayla berbohong
__ADS_1
ibunya tahu bahwa itu sebuah kotak yang diberikan oleh agus tadi, karena dewi tak sengaja mendengar percakapan mereka berdua.
"ya udah ayla mau ke kamar dulu ya bu... "
izin ayla pada ibunya.
"iyaa,,, dan jangan lupa kamu siapkan semua keperluanmu di pesantren" jelas dewi.
"iya bu,, aku paham"
ayla pun masuk kekamarnya dan menyiapkan semua bajunya, ia tak sengaja menoleh kearah kado pemberian agus, "hmmm,, kira-kira apa isinya ya?" ucap ayla dalam hati sambil tersenyum manis.
"ntar ajalah bukanya" gumam ayla pelan.
ia juga memasukan kado itu kedalam kopernya.
"nak,, kamu sudah siap-siap belum nak?" teriak daus dari luar kamar ayla.
"belum yah,,, ini lagi ayla siapin semua" balas ayla dengan nada sedikit tinggi.
"cepetan sayang,,, nanti ayah juga mau sekalian bayar spp kamu" jelas daus.
rasanya sedikit berat baginya untuk pergi ke pesantren, menurutnya pesantren itu seperti sebuah penjara suci karena ada temannya yang pernah mengatakan itu sebelumnya pada ayla.
*hfft,,,, *
"mungkin ini sudah takdirku dari tuhan" gumam ayla merendahkan dirinya.
"sudahlah nak, jangan kau berpikir yang aneh-aneh tentang kehidupan di pesantren itu seperti apa, ibu yakin kamu pasti akan betah disana" ucap dewi memberi semangat pada putrinya.
"iya bu,," balas ayla dengan tersenyum tipis.
*tiin tiin* -suara klakson mobil milik daus-
sebelum pergi meninggalkan ibunya, ayla pamit dan bersalaman. "bu, aku pamit dulu ya" ucap ayla sedikit terisak dengan tangis kecilnya. "iya sayang,, udah tidak usah nangis gitu donk,," ucap dewi sambil mengelus kepalanya yang dibaluti kerudung. "mira mana bu?" tanya ayla yang ingin berpamitan dengan adiknya. "kaka,,,, ayuuk cepetan,," teriak mira yang ternyata adiknya sudah berada di mobil bersama ayahnya. ayla pun menaiki mobil daus dan menoleh kearah ibunya yang melambai tangannya, ayla juga membalas lambaian tangan ibunya dari kejauhan. bersambung β’β’β’β’β’β’βββββββββββββββmaaf ya guys kalau sekiranya novel ini agak sedikit garing,,, tapi insyaAllah di eps selanjutnya akan lebih menarik..... btw AUTHOR kurang fokus, sedikit gak enak badan π°AUTHOR MBLOO ππ
sebelum pergi meninggalkan ibunya, ayla pamit dan bersalaman. "bu, aku pamit dulu ya" ucap ayla sedikit terisak dengan tangis kecilnya.
"iya sayang,, udah tidak usah nangis gitu donk,," ucap dewi sambil mengelus kepalanya yang dibaluti kerudung.
"mira mana bu?" tanya ayla yang ingin berpamitan dengan adiknya.
"kaka,,,, ayuuk cepetan,," teriak mira yang ternyata adiknya sudah berada di mobil bersama ayahnya.
ayla pun menaiki mobil daus dan menoleh kearah ibunya yang melambai tangannya, ayla juga membalas lambaian tangan ibunya dari kejauhan.
bersambung β’β’β’β’β’β’
βββββββββββββββ
maaf ya guys kalau sekiranya novel ini agak sedikit garing,,, tapi insyaAllah di eps selanjutnya akan lebih menarik.....
btw AUTHOR kurang fokus, sedikit gak enak badan π°
AUTHOR MBLOO ππ
__ADS_1