
sesampainya di apartemen naila,isel langsung menuntun nya untuk berjalan masuk.karena kondisi naila yang lemas akibat dari belum makan siang dan juga kelelahan menangis.
setelah sampai dan menutup pintu,isel pergi ke kamar naila untuk mengambil kotak obat yang selalu disimpan oleh naila.
"nai aku obatin ya"ucap isel yang hanya diangguki oleh naila
membutuhkan waktu 5 menit untuk mengobati naila.setelah itu isel pamit untuk pergi membelikan naila makanan
"nai kamu disini aja,aku cuma sebentar kok"ucap isel
"iya kamu hati hati ya"balas naila
isel pun keluar dan membeli nasi goreng di seberang jalan.setelah sampai ternyata warungnya sangat ramai dan butuh waktu lama untuk mengantri.
isel pun memutuskan untuk membeli ayam bakar saja disebelah warung nasi goreng.
"bang pesen 2 ya dibungkus"ucap isel pada sang penjual ayam bakar
"iya mbak ditunggu ya"ucap sang penjual
setelah 10 menit pesanan isel pun jadi.ia memberikan uang 50.000 tanpa kembalian
isel kembali berjalan menuju apartemen naila.setelah sampai ia pun segera membuka bungkusan nya dan memindahkan nya ke piring
setelah itu isel pun mengambil air minum beserta ayam bakar tadi dan mengantarkan nya pada naila.
"nai makan dulu"ucap isel
__ADS_1
"iya makasih ya sel kamu udah mau aku repotin"ucap naila tak enak
"ngak papa nai,kan emang fungsinya temen gitu,temen sejati selalu ada saat kita sedih maupun senang"ucap isel
"gak salah pilih deh, calon kakak ipar buat kak Nabil"goda naila
"apaan sih lo nai"ucap isel bersemu merah
"pake acara malu segala, biasanya aja malu maluin "goda naila
"astaghfirullah,kamu ini berdosa banget"kata isel yang dibalas tawa oleh naila
"hehe udahlah kamu senang kamn?"goda naila
"iya sih"ucap isel lalu tertawa
acara makan makan pun selesai,isel memutuskan untuk menginap di apartemen naila.kasihan jika naila tinggal sendirian di apartemen nya.apalagi setelah kejadian horor beberapa bulan lalu
"nai kalo seandainya nanti suami lo orangnya dingin gimana?"tanya isel
"pertanyaan macam apa itu?"batin naila
"ya kalo suami aku nanti orangnya dingin itu wajar"ucap naila
"kok wajar sih?"heran isel
"ya karena dia dingin sama semua orang kecuali keluarga kecil kita"ucap naila diselingi senyuman membayangkan indah nya keluarga kecil yang akan ia bina dengan suaminya kelak.
__ADS_1
"kalo kamu sendiri gimana?"tanya naila
"gimana? maksudnya?"tanya isel
"ya kalo harapan kamu tu dapet suami yang kayak gimana"ucap naila
"oh kalo aku tu yang penting, bisa Nerima aku apa adanya bukan ada apanya trus bisa terima masa lalu aku, terima keluarga aku dengan baik.dan yang pasti punya waktu buat keluarga kecil kami kelak"ucap isel dengan senyum yang menghiasi wajahnya
"aku salut sama kamu"ucap naila
"kenapa?"tanya isel
"ya karena kamu sekarang udah lebih dewasa,udah lebih mandiri, ngak lagi manja kayak anak kecil,ngak lagi jadi isel yang tukang ngatur"ucap naila mengingat momen dimana sahabat baiknya itu sangat suka menyuruh nyuruh orang
"iya nai sekarang gue sadar, gue ngak boleh egois,gak boleh selalu minta ini itu ke orangtua gue"ucap isel
"kalo gue mau sesuatu ya gue bakal berusaha buat tabung uang jajan gue,biar bisa dapet apa yang gue mau"sambungnya
"emm sel kalo kamu manggil aku dengan kata aku-kamu gimana?,jangan lo-gue lagi"ucap naila
"iya nai boleh kok"ucap isel tersenyum
"makasih ya isel cantik"ucap naila
"sama sama"balas isel
"ya udah tidur yuk udah malem ini"ajak naila
__ADS_1
"ya udah yuk"ucap isel
lalu mereka berdua pun pergi ke alam mimpi masing masing,dan berharap mimpi di tidur kali ini adalah mimpi bahagia.supaya mereka bisa merasakan rasa bahagia walaupun hanya dalam mimpi.tapi sudah cukup untuk melawan kerasnya dunia esok hari