
nabil di pindahkan ke ruangan perawatan VVIP, naila juga tak sedetik pun meninggalkan kakak tersayangnya walaupun hanya untuk minum.
ia lebih memilih menahan dahaganya dari pada harus meninggalkan kakak nya
"nai kamu nggak mau makan dulu"tawar mamanya
"nggak mah aku mau makan kalo kak nabil juga makan"balas lexa tanpa menengok ke arah mamanya
"jangan gitu dong kalo nanti kamu nggak makan kamu bakal ikut sakit nai"sahut daniel
"tapi pah"bela naila
"ngak ada tapi tapian sekarang kamu makan,atau kamu mau disuapin sama papa"goda daniel pada putrinya
"ihh pake disuapin segala, emangnya aku anak kecil apa"jengkel naila
"ya udah sekarang kamu makan tadi udah mama beliin"sahut intan
dengan terpaksa Naila pun akhirnya makan,
ia sebenarnya tak berselera harus makan didepan kakak tersayangnya yang sedang terbaring lemah
"permisi bapak ibu saya akan mengecek kondisi pasien"ucap suster yang bernama yuli
"oh iya silahkan suster"balas daniel
"kondisi pasien sudah mulai stabil sebentar lagi dokter dimas akan menyuntikkan penambah cairan agar pasien tidak kekurangan cairan"ucap suster yuli
__ADS_1
"kenapa ngga suster aja yang nyuntikin penambahan cairan?,kenapa harus dokter dimas?,suster kan juga bisa kalo cuma nyuntikin penambahan cairan aja"tanya naila beruntun
"naila jangan begitu dong"tegas intan secara halus
"saya kan cuma menjalankan perintah adek manis"sahut suster yuli sambil tersenyum
"ya sudah saya permisi dulu pak bu"pamit suster yuli
"terima kasih suster"ucap intan yang hanya di balas senyum oleh yuli
"ma aku mau keluar bentar"pamit naila
"kamu mau kemana?"tanya daniel
"ke musholla pah mau sholat Dzuhur dulu sambil nenangin pikiran"balas naila
"ooh ya sudah hati hati"ucap daniel
naila segera berwudhu dan menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim
setelah sholat naila pun berdoa untuk kesembuhan kakaknya
selepas sholat ia pun keluar dari musholla
tanpa melihat sendal yang ia pakai, ternyata ia memakai sendal milik seorang laki laki bernama Dean yang juga habis menjalankan sholat Dzuhur
"ini kenapa rasanya beda ya sendalnya"gumam Naila yang berjalan menuju taman
__ADS_1
"ah bodo lah paling juga tadi ke injek orang mangkanya rasanya jadi beda"gumamnya lagi tanpa melihat sendal yang ia pakai
disisi lain
"ini sendal gue kemana ya"gumam Dean
"perasaan tadi cuma sendal gue deh yang ada disini"ucap dean
"apa mungkin dicolong orang kalik ya"ucapnya sambil kebinggungan mencari letak sendalnya
"ngga ada lagi,yang ada cuma sendal cewe"sambungnya
"mungkin ni cewe ketuker kali ya sama sendal gue"ucap dean yang akhirnya memutuskan untuk membawa sendal naila dan berjalan menuju taman
dean duduk tepat di bangku yang bersampingan dengan bangku yang diduduki naila,saat ia melihat kebawah ia menangkap suatu hal yang sedang ia cari
ya, sendalnya
"itukan sendal gue"batin dean
"maaf permisi sepertinya mbak salah ambil sendal deh"tegur dean dengan nada dingin
"eh?"naila menunduk untuk memastikan sendal yang ia pakai
betapa terkejutnya dia saat melihat sendal laki laki yang ia pakai
"aduh kenapa bisa ketuker sih,jadi mau haung aja ni muka"batin Naila sambil merutuki dirinya sendiri
__ADS_1
"maaf ya saya tadi tidak memperhatikan karena sedang banyak pikiran"sahut naila
"ya tidak apa apa"jawab dean tetap dengan nada dingin